Dilepas ke Man City, Penjualan Iliman Ndiaye Picu Krisis Penyerang di Everton

Dilepas ke Man City, Penjualan Iliman Ndiaye Picu Krisis Penyerang di Everton
Dilepas ke Man City, Penjualan Iliman Ndiaye Picu Krisis Penyerang di Everton

Sorothari – 05 September 2026 | Everton menghadapi krisis kedalaman skuad yang serius setelah resmi melepas penyerang andalan mereka, Iliman Ndiaye, ke Manchester City pada hari penutupan bursa transfer musim panas dengan nilai kesepakatan mencapai 65 juta poundsterling. Kepergian pemain internasional Senegal tersebut menambah tekanan besar bagi manajer David Moyes, mengingat klub Merseyside itu kini hanya menyisakan satu penyerang tengah senior di dalam skuad utama.

David Moyes secara terbuka mengakui kekecewaannya karena harus kehilangan sosok kunci di lini serang. Meski demikian, manajemen klub berada dalam posisi sulit ketika tawaran besar datang dari juara bertahan Premier League tersebut. Penjualan tersebut juga dilakukan di tengah upaya Everton menyeimbangkan neraca keuangan klub setelah membukukan pendapatan transfer sekitar 100 juta poundsterling pada hari-hari terakhir bursa transfer, termasuk pelepasan Tim Iroegbunam ke Hull City serta Beto ke Fiorentina.

Baca juga:
Update Fabrizio Romano: Negosiasi Richarlison ke Trabzonspor dan Drama Batalnya Transfer Chelsea

“Kami kehilangan Iliman Ndiaye, sosok yang sebenarnya sangat tidak ingin kami lepas. Namun, situasinya menjadi sangat sulit ketika klub sekelas Manchester City datang untuk merekrut pemain Anda. Kami sangat menyukai Ili,” ungkap Moyes dalam konferensi pers.

Dampak Penjualan Iliman Ndiaye dan Opsi Pemain Bebas Transfer

Situasi semakin pelik bagi Everton menyusul kolapsnya rencana perekrutan penyerang internasional Amerika Serikat, Folarin Balogun. Kesepakatan senilai 40 juta poundsterling yang sedianya disiapkan untuk menggantikan peran lini depan batal terlaksana akibat kendala pada tes medis pemain. Kegagalan tersebut membuat Thierno Barry menjadi satu-satunya penyerang tengah nomor sembilan murni yang tersedia bagi Moyes setidaknya hingga jendela transfer Januari dibuka.

Baca juga:
Rekonstruksi Lini Tengah Manchester City: Ayyoub Bouaddi dan Enzo Fernandez Jadi Tumpuan Baru

Secara keseluruhan, Everton tercatat mengeluarkan total 88 juta poundsterling untuk belanja pemain musim panas ini. Sejumlah nama baru yang berhasil didatangkan meliputi Brennan Johnson dengan biaya transfer tertinggi sebesar 21,7 juta poundsterling, disusul Merlin Rohl, Tyrique George, Hayden Hackney, Christian Norgaard, Ainsley Maitland-Niles, serta perpanjangan masa pinjaman Jack Grealish. Namun, dengan hanya 18 pemain senior non-kiper yang tersisa, Moyes menilai skuadnya saat ini tergolong sangat tipis untuk mengarungi ketatnya kompetisi Premier League.

Kondisi ini memicu gelombang kekecewaan dari kalangan pendukung The Toffees yang dialamatkan kepada pemilik baru, The Friedkin Group (TFG). Kelompok suporter Everton Fans’ Forum telah mengeluarkan pernyataan sikap resmi yang mengkritik arah kebijakan klub, sementara kelompok The 1878s memutuskan untuk menghentikan aksi koreografi bendera di stadion sebagai bentuk protes. Moyes sendiri mengaku belum berkomunikasi kembali dengan pihak pemilik sejak penutupan bursa transfer.

Baca juga:
Barcelona Pantau Iván Fresneda Sebagai Opsi Masa Depan di Bek Kanan

Selain mengklarifikasi bahwa kabar ketertarikan Chelsea terhadap gelandang James Garner sepenuhnya tidak benar, Moyes kini mempertimbangkan langkah alternatif untuk menambal kelemahan tim. Everton berencana menyisir pasar pemain berstatus bebas transfer guna mendapatkan amunisi tambahan yang mampu bersaing di level tertinggi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *