Kontroversi Pameran John Galliano di Met Gala Berujung Tekanan Besar bagi Anna Wintour

Kontroversi Pameran John Galliano di Met Gala Berujung Tekanan Besar bagi Anna Wintour
Kontroversi Pameran John Galliano di Met Gala Berujung Tekanan Besar bagi Anna Wintour

Sorothari – 05 September 2026 | Dunia mode internasional kembali diguncang kabar besar setelah perancang busana kenamaan John Galliano memutuskan mundur dari rencana pameran tunggal Costume Institute yang sedianya menjadi tema utama Met Gala 2027. Langkah tersebut diambil menyusul gelombang protes keras dari publik, donatur, hingga kelompok komunitas Yahudi. Dampak pembatalan ini bahkan meluas hingga memicu spekulasi mengenai masa depan Pemimpin Redaksi Global Vogue, Anna Wintour, yang dinilai berada di titik paling rentan sepanjang kariernya.

Galliano mengumumkan pengunduran dirinya secara resmi melalui pernyataan tertulis di media sosial pada 31 Agustus. Sang perancang menyatakan bahwa setelah melakukan pertimbangan matang dan berdiskusi dengan seluruh pihak yang terlibat, ia memutuskan membatalkan pameran tersebut demi menjaga reputasi institusi seni bergengsi tersebut.

Baca juga:
Whalefall: Ketika Denyut Jantung Josh Brolin Menjadi Nyawa Sang Paus Raksasa

“Setelah banyak refleksi dan diskusi dengan semua pihak yang terlibat, saya memutuskan dengan penuh kesedihan bahwa langkah terbaik adalah pameran ini tidak dilaksanakan saat ini,” ujar Galliano dalam keterangannya. Ia menambahkan bahwa dirinya tidak ingin perdebatan seputar masa lalunya menempatkan The Metropolitan Museum of Art (The Met) dalam posisi sulit atau mengalihkan perhatian publik dari karya luar biasa Costume Institute. Ia juga menegaskan pengakuan serta rasa hormatnya terhadap pihak-pihak yang terluka atas rencana pameran tersebut.

Rekam Jejak Masa Lalu dan Penolakan terhadap John Galliano

Penolakan terhadap keterlibatan John Galliano berakar dari rentetan insiden masa lalunya. Desainer asal Inggris yang pernah membangkitkan kejayaan rumah mode Christian Dior sejak 1996, serta sempat berkarya di Givenchy dan Maison Margiela itu, pernah terjerat kasus hukum serius di Prancis.

Pada 2011, pengadilan Prancis memutus Galliano bersalah atas penghinaan publik bermotif rasial dan agama menyusul dua insiden terpisah di sebuah restoran di Paris. Dalam insiden tersebut, Galliano dilaporkan melontarkan hinaan antisemit kepada pengunjung. Meskipun Galliano telah menyampaikan permohonan maaf berulang kali serta menjelaskan bahwa tindakannya saat itu dipengaruhi oleh ketergantungan alkohol dan obat-obatan terlarang, kecaman dari para pemimpin masyarakat, anggota dewan, serta donor utama The Met tetap tidak terbendung.

Baca juga:
Haviza Devi Anjani dan William Roberts Ungkap Tantangan di Sinetron Cinta Seluas Samudra

Krisis Reputasi dan Dampak terhadap Anna Wintour

Keputusan untuk tetap mengusung nama John Galliano sebelumnya menuai kritik tajam yang langsung mengarah kepada figur sentral Met Gala, Anna Wintour. Pengamat industri Hollywood sekaligus mantan humas, Rob Shuter, menuturkan bahwa langkah Wintour kali ini memicu keheningan luar biasa dari kalangan internal industri mode yang biasanya selalu membela perempuan berusia 74 tahun tersebut.

Dalam penampilannya di siniar The Nerve bersama Maureen Callahan, Shuter mengungkapkan bahwa situasi ini merupakan momen paling rentan bagi Wintour. Shuter menekankan bahwa keputusan untuk memilih tema dan sosok yang dihormati dalam Met Gala sepenuhnya berada di bawah kendali Wintour, bukan pihak kuratorial The Met secara independen.

“Semua orang tahu bahwa Anna yang memilihnya. Pihak The Met tidak memilih dia. Anna yang menjalankan semua ini. Jika dia memilih jenis bunga anyelir di atas meja, maka dia pula yang menentukan desainer yang dipilih,” kata Shuter. Sikap Wintour yang sempat bertahan mempertahankan Galliano di tengah resistensi kuat para penyumbang dana dinilai oleh sejumlah kalangan telah meninggalkan noda pada reputasi panjangnya di majalah Vogue.

Baca juga:
Sarwendah Unggah Video Call Ruben Onsu, Kuasa Hukum Sebut Bentuk Perlawanan

Penyelenggara Berkejaran Menyiapkan Rencana Cadangan

Batalnya eksibisi tersebut membuat pihak penyelenggara Met Gala harus bergerak cepat merancang rencana alternatif. Mengingat tradisi perhelatan akbar pada hari Senin pertama bulan Mei hanya menyisakan waktu sekitar sembilan bulan, waktu persiapan dinilai sangat mendesak untuk menyusun konsep baru berskala global.

Hingga kini, pihak The Met maupun Vogue belum mengumumkan tema pengganti resmi untuk Met Gala 2027. Sementara itu, diskusi internal terus bergulir mengenai langkah kuratorial selanjutnya demi memastikan kelangsungan acara penggalangan dana tahunan terbesar Costume Institute tersebut tetap berjalan lancar tanpa bayang-bayang polarisasi publik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *