Sorothari – 05 Oktober 2026 | Jakarta – Ancaman kejahatan siber di perangkat seluler kembali mencuat. Laporan terbaru Kaspersky mengungkap bahwa Trojan Perbankan Melonjak 160 Ribu Ancaman Intai Ponsel Kamu sepanjang kuartal pertama 2026. Tepatnya, analis mendeteksi 162.275 paket instalasi trojan perbankan baru, angka yang melesat lebih dari dua kali lipat total temuan sepanjang tahun 2024. Lonjakan ini menjadi sinyal bahaya bagi siapa pun yang gemar bertransaksi lewat ponsel.
Data yang dihimpun Kaspersky Security Network menunjukkan bahwa varian trojan finansial kini mendominasi 52,96 persen dari seluruh sampel aplikasi seluler berbahaya yang beredar. Porsinya naik tajam dibanding tahun sebelumnya yang hanya 31 persen. Artinya, lebih dari separuh malware seluler yang berkeliaran saat ini memang dirancang untuk menguras saldo rekening.
Baca juga:Sepanjang tiga bulan pertama 2026, Kaspersky juga memblokir lebih dari 2,67 juta serangan malware, adware, dan aplikasi berbahaya. Mereka menemukan 306.070 paket instalasi berbahaya, termasuk 439 sampel ransomware seluler. Yang tak kalah mengkhawatirkan, ada malware backdoor seperti Triada dan Keenadu yang tertanam langsung pada firmware perangkat murah. Ancaman ini bersifat bawaan pabrik, sehingga sulit dideteksi oleh pengguna awam.
Modus operandi pun kian canggih. Penjahat siber memadukan rekayasa sosial dengan kecerdasan buatan. Tautan jebakan menyusup lewat pesan singkat, aplikasi perpesanan instan, lowongan kerja palsu, hingga promosi belanja fiktif. Pelaku juga kerap memodifikasi aplikasi resmi agar tampak aman saat diunduh. Riset Kaspersky bertajuk The Great Messaging Heist mencatat rata-rata kerugian korban mencapai 733 dolar AS. Menariknya, 52 persen penipuan berhasil menguras uang korban dalam waktu kurang dari 30 menit. Sebanyak 66 persen korban meyakini pelaku memanfaatkan teks buatan AI, kloning suara, hingga video deepfake.
Head of Consumer Channel Asia Pasifik di Kaspersky, Choon Hong Chee, memperingatkan bahaya serangan terencana ini. “Penjahat siber memanfaatkan aplikasi modifikasi dan iklan berbahaya untuk memancing data sensitif,” ungkapnya. “Banyak serangan kini berlangsung dalam beberapa tahap agar luput dari deteksi sistem keamanan,” tambah Choon Hong Chee. Pernyataan ini menegaskan bahwa Trojan Perbankan Melonjak 160 Ribu Ancaman Intai Ponsel Kamu bukan sekadar statistik, melainkan ancaman nyata yang terus berevolusi.
Ponsel cerdas kini bukan lagi sekadar alat komunikasi, melainkan pusat penyimpanan data privat dan dompet digital. Oleh karena itu, pengguna wajib memperketat perlindungan perangkat secara mandiri. Kaspersky membagikan sejumlah langkah preventif yang bisa diterapkan sehari-hari.
Baca juga:- Pasang aplikasi hanya dari toko resmi seperti Google Play Store atau Apple App Store.
- Hindari mengeklik tautan promosi tidak wajar atau tawaran hadiah gratis di media sosial.
- Perbarui sistem operasi dan seluruh aplikasi secara rutin demi menutup celah kerentanan.
- Verifikasi setiap permintaan informasi pribadi atau kode OTP yang masuk melalui pesan obrolan.
- Pasang solusi keamanan siber seluler tepercaya guna memindai aktivitas mencurigakan secara real-time.
Selain tips di atas, penting untuk selalu waspada terhadap aplikasi yang meminta izin akses tidak wajar, seperti membaca SMS atau mengakses layanan aksesibilitas. Trojan perbankan sering menyamar sebagai aplikasi populer dan menunggu momen ketika korban membuka aplikasi mobile banking. Begitu aktif, malware ini bisa mencuri kredensial, memotong OTP, hingga mengalihkan dana tanpa disadari.
Lonjakan Trojan Perbankan Melonjak 160 Ribu Ancaman Intai Ponsel Kamu juga dipicu oleh meningkatnya kebiasaan transaksi perbankan di ponsel. Pandemi mengubah pola hidup masyarakat, dan kini hampir semua aktivitas finansial dilakukan lewat genggaman. Celah inilah yang dimanfaatkan penjahat digital untuk melancarkan aksi pencurian dana. Mereka tidak hanya menargetkan pengguna Android, tetapi juga mulai menyasar platform lain dengan teknik yang semakin halus.
Dalam beberapa kasus, trojan perbankan dirancang untuk tetap tidak aktif sampai korban membuka aplikasi tertentu. Begitu terdeteksi, malware akan menampilkan layar palsu yang mirip dengan antarmuka resmi. Korban pun tanpa ragu memasukkan username, password, dan kode OTP. Dalam hitungan detik, saldo rekening bisa terkuras habis. Fakta bahwa 52 persen penipuan terjadi dalam waktu kurang dari 30 menit menunjukkan betapa cepatnya aksi ini berlangsung.
Kaspersky juga menyoroti pentingnya kewaspadaan terhadap aplikasi modifikasi. Banyak pengguna tergoda mengunduh versi tidak resmi demi mendapatkan fitur premium secara gratis. Padahal, aplikasi semacam itu sering disisipi trojan perbankan. Pelaku memanfaatkan kelengahan ini untuk menyusup ke perangkat dan memantau aktivitas korban. Iklan berbahaya yang muncul di situs tidak terpercaya juga menjadi pintu masuk favorit.
Baca juga:Menghadapi ancaman yang terus meningkat, kolaborasi antara penyedia keamanan, regulator, dan platform distribusi aplikasi menjadi kunci. Namun, peran pengguna tetap yang paling utama. Disiplin dalam mengunduh, memperbarui, dan memverifikasi setiap permintaan data pribadi adalah benteng pertama. Jangan pernah menganggap remeh notifikasi keamanan atau peringatan dari sistem operasi.
Dengan memahami pola serangan dan menerapkan langkah pencegahan, kita bisa bertransaksi daring dengan lebih tenang. Ingatlah bahwa Trojan Perbankan Melonjak 160 Ribu Ancaman Intai Ponsel Kamu adalah peringatan serius. Lindungi perangkatmu, jangan biarkan penjahat siber menguasai dompet digitalmu.












