Berita  

Kapolri Suyudi Ario Seto Langsung Mutasi Besar-besaran, 88 Perwira Digeser

Kapolri Suyudi Ario Seto Langsung Mutasi Besar-besaran, 88 Perwira Digeser
Kapolri Suyudi Ario Seto Langsung Mutasi Besar-besaran, 88 Perwira Digeser

Sorothari – 05 Oktober 2026 | Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto resmi menjabat sebagai Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) menggantikan Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Pelantikan oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara pada Kamis (1/10/2026) menandai babak baru kepemimpinan di Korps Bhayangkara. Tidak butuh waktu lama, sehari setelah dilantik, Suyudi langsung melakukan rotasi dan mutasi besar-besaran di tubuh Polri.

Mutasi tersebut tertuang dalam surat telegram yang memuat pergeseran 88 perwira tinggi dan perwira menengah. Dari jumlah itu, 19 di antaranya adalah kepala kepolisian daerah atau Kapolda. Langkah ini dinilai sebagai tradisi yang wajar dalam transisi kepemimpinan di institusi kepolisian.

Baca juga:
Kapolda Metro Jaya Dadang Hartanto Temui Gubernur Pramono, Perkuat Kolaborasi Keamanan Jakarta

Pelantikan Pejabat Utama Mabes Polri

Pada Sabtu (3/10/2026), Kapolri Suyudi Ario Seto melantik sejumlah pejabat tinggi Polri di Mabes Polri. Pelantikan mencakup Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim), Kepala Badan Pemeliharaan Keamanan (Kabaharkam), serta sejumlah pejabat utama lainnya. Karopenmas Polri Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu mengonfirmasi bahwa terdapat 27 perwira tinggi yang dilantik dalam rangkaian kegiatan tersebut.

“Ini merupakan rangkaian dari surat telegram nomor 2205, sebanyak 88 personel. Dan saat ini yang diserahterimakan adalah para PJU dan Kapolda jajaran,” kata Trunoyudo kepada wartawan usai acara. Adapun Kabareskrim yang dilantik adalah Irjen Pol. Asep Safrudin, sementara Irjen Pol. Hery Herjawan ditugaskan sebagai Kabaharkam Polri.

Sejumlah jabatan strategis lainnya juga mengalami pergantian. Irjen Pol Dedy Kusuma Bakti dilantik sebagai Kabaintelkam Polri, Irjen Pol Rudi Darmoko sebagai Kalemdiklat Polri, dan Irjen Pol Mahmud Nazly Harahap sebagai Kadivpropam Polri. Trunoyudo menambahkan, pelantikan juga mencakup jabatan Astamarena Kapolri dan Korspripim. “Seluruhnya ada 27 jabatan,” jelasnya.

Rekam Jejak Suyudi Ario Seto

Suyudi Ario Seto merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 1994. Ia melanjutkan pendidikan ke Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian pada 2003 dan mengikuti Sekolah Pimpinan Tinggi Kepolisian pada 2018. Suyudi adalah junior dari Listyo Sigit Prabowo di Akpol yang lulus pada 1991. Perjalanan kariernya panjang dan beragam, mulai dari tingkat kewilayahan, reserse, Bareskrim Polri, kepemimpinan Polda, hingga pemberantasan narkotika melalui Badan Narkotika Nasional (BNN).

Baca juga:
Kemenkeu Klarifikasi Peredaran Hoaks Video Menkeu Purbaya Soal Bantuan Dana Hibah

Ketua Umum KBPP Polri periode 2026-2031 AH Bimo Suryono menyoroti pengalaman Suyudi yang ditempa melalui berbagai penugasan. “Perjalanan seorang pemimpin di kepolisian tentu tidak dibentuk dalam waktu singkat. Pengalaman memimpin wilayah, menghadapi masyarakat secara langsung, kemudian masuk dalam penegakan hukum hingga memimpin pada tingkat Polda dan BNN merupakan bekal yang sangat berharga,” kata Bimo, Sabtu (3/10/2026).

Sebelum mengemban jabatan strategis, Suyudi pernah menjadi Kapolsek Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Menurut Bimo, pengalaman tersebut menjadi bekal penting karena seorang pimpinan di tingkat Polsek bersentuhan langsung dengan berbagai persoalan masyarakat. Karier Suyudi kemudian berlanjut ke sejumlah wilayah. Ia pernah menjabat Kapolres Bogor pada 2015, Wakapolres Metro Jakarta Barat dan Kapolresta Bogor Kota pada 2016, serta Kapolres Metro Jakarta Pusat pada 2017.

Fakta Menarik: Pernah Jadi Semifinalis Cover Boy

Di tengah sorotan atas pengangkatannya, muncul kembali kisah masa remaja Suyudi. Arsip majalah lawas yang beredar di media sosial mengungkap bahwa ia pernah mengikuti ajang Cover Boy Majalah Mode pada 1988. Dalam Majalah Mode edisi Nomor 11 yang terbit pada 30 Mei 1988, nama Suyudi tercatat sebagai peserta nomor 22 di ajang Cover Boy ’88. Saat itu usianya 16 tahun dan berstatus pelajar SMP Negeri 70 Jakarta. Data pada arsip juga menuliskan tinggi badan 171 sentimeter dengan berat 52 kilogram.

Foto remaja Suyudi menampilkan gaya khas era 1980-an, rambut hitam disisir menyamping dengan tatapan serius. Ia masuk dalam daftar 60 semifinalis yang terpilih setelah ribuan peserta mengikuti Cover Boy ’88. Nama Suyudi juga seangkatan dengan aktor Candy Satrio, keduanya sama-sama menjadi semifinalis Cover Boy Mode 1988. Usai pelantikan Suyudi sebagai Kapolri, Candy mengunggah ucapan selamat sekaligus mengenang bahwa mereka satu angkatan sekitar 35 tahun lalu.

Baca juga:
Kepala Dapur MBG di Blora Hilang Usai Pamit Salat, 19 Siswa Keracunan Susu

Selepas masa remaja dan pengalaman di ajang modeling, Suyudi memilih menekuni profesi kepolisian. Kini, dari seorang semifinalis Cover Boy pada 1988, Suyudi Ario Seto resmi menjadi Kapolri pada 2026.

Komitmen Program “Polisi Bersama Masyarakat”

Karopenmas Polri Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu menjelaskan bahwa rotasi dan mutasi jabatan ini merupakan dinamika organisasi. Kapolri, kata dia, berkomitmen untuk menjalankan programnya yang bertajuk “Polisi Bersama Masyarakat”. “Tujuannya adalah selain daripada internal sebagai suatu proses rotasi, mutasi untuk penyegaran, juga untuk regenerasi,” katanya. Langkah ini diharapkan dapat membawa institusi Polri semakin dekat dengan masyarakat dan lebih responsif terhadap kebutuhan keamanan publik.

Dengan pengalaman panjang yang dimiliki, Suyudi Ario Seto diharapkan mampu membawa perubahan positif di tubuh Polri. Mutasi besar-besaran yang dilakukan di awal masa kepemimpinannya menjadi sinyal bahwa ia serius dalam melakukan penyegaran organisasi dan mempersiapkan regenerasi kepemimpinan di masa depan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *