Pertahanan Kokoh Italia Tahan Dominasi Prancis di Laga UEFA Nations League

Pertahanan Kokoh Italia Tahan Dominasi Prancis di Laga UEFA Nations League
Pertahanan Kokoh Italia Tahan Dominasi Prancis di Laga UEFA Nations League

Sorothari – 05 Oktober 2026 | Laga france vs italy dalam lanjutan UEFA Nations League 2026/27 yang berlangsung di Paris pada 2 Oktober 2026 lalu berakhir dengan skor imbang 1-1. Meskipun tampil dominan sepanjang pertandingan, Prancis harus puas berbagi angka setelah Italia mampu bertahan dengan disiplin tinggi dan memanfaatkan peluang terbatas secara efektif.

Sepanjang 90 menit, Prancis menguasai jalannya pertandingan dengan penguasaan bola mencapai 65 persen. Les Bleus melepaskan 18 tembakan dengan 8 di antaranya mengarah ke gawang. Namun, ketajaman lini serang Prancis masih kurang, sementara Italia hanya mencatatkan dua tembakan tepat sasaran dari total 14 percobaan. Yang menarik, nilai expected goals (xG) Italia justru lebih tinggi, yakni 1,46, berbanding 1,21 milik Prancis. Hal ini menunjukkan bahwa peluang yang diciptakan Italia memiliki kualitas lebih baik meskipun jumlahnya lebih sedikit.

Baca juga:
CF Montreal Tahan Seattle Sounders 1-1 di Lumen Field

Penampilan kiper Italia, Gianluigi Donnarumma, menjadi faktor kunci dalam hasil imbang ini. Donnarumma melakukan beberapa penyelamatan gemilang yang menggagalkan peluang emas pemain Prancis seperti Ousmane Dembele dan Michael Olise. Analis sepak bola menilai kontribusi Donnarumma tidak hanya sebatas menggagalkan tembakan, tetapi juga mengubah ekspektasi hasil pertandingan. Kehadirannya memberikan rasa percaya diri bagi lini belakang Italia yang digalang Giorgio Scalvini dan Riccardo Calafiori.

Prancis unggul lebih dulu melalui sebuah gol yang tercipta dari tekanan sayap yang intensif. Namun, Italia tidak menyerah. Mereka terus bertahan dengan rapat sambil menunggu momen transisi yang tepat. Gol penyeimbang akhirnya lahir dari sundulan Alessandro Bastoni yang memanfaatkan sepak pojok. Gol ini menjadi bukti bahwa Italia tidak sekadar bertahan, melainkan juga memiliki rencana serangan yang terukur.

Jalannya pertandingan memperlihatkan bahwa meskipun Prancis mendominasi penguasaan bola dan jumlah operan (725 percobaan, 669 sukses), mereka kesulitan menembus pertahanan berlapis Italia. Di sisi lain, Italia hanya melakukan 391 operan dengan tingkat kesuksesan 330. Perbedaan juga terlihat di sepertiga akhir lapangan: Prancis mencatatkan 244 entry ke final third, sedangkan Italia hanya 48. Namun, efektivitas Italia dalam memanfaatkan peluang menjadi pembeda.

Baca juga:
Atlas vs Guadalajara: Dominasi Statistik Chivas Tak Cukup untuk Kalahkan Rojinegros

Pertandingan ini menjadi sorotan karena menunjukkan kebangkitan Italia yang sempat diragukan kemampuannya bersaing dengan tim sekelas Prancis. Banyak pengamat menilai bahwa Italia saat ini memiliki pemahaman yang jelas tentang bagaimana cara mengatasi lawan yang lebih kuat secara individu. Mereka tidak memaksakan diri untuk bermain terbuka, melainkan memilih bertahan solid dan mengandalkan serangan balik cepat.

Bagi Prancis, hasil ini menjadi catatan penting. Meskipun mendominasi, kualitas penyelesaian akhir masih menjadi pekerjaan rumah. Dari 18 tembakan yang dilepaskan, hanya sedikit yang benar-benar berbahaya. Masalah ini bukan sekadar kurangnya peluang bersih, melainkan juga kualitas tembakan yang kurang optimal.

Pertandingan france vs italy ini juga menegaskan bahwa Donnarumma adalah salah satu kiper terbaik dunia saat ini. Kemampuannya membaca permainan dan melakukan penyelamatan krusial membuat Italia tetap kompetitif meskipun kalah dalam penguasaan bola. Penampilannya mendapat pujian luas dari berbagai kalangan, termasuk dari pihak lawan.

Baca juga:
Vasco Gagal Manfaatkan Momentum, Ditahan Imbang Remo di São Januário

Di luar lapangan hijau, situasi politik dan ekonomi di Eropa turut mewarnai pemberitaan. Obligasi pemerintah Prancis dan Italia mengalami tekanan dalam beberapa pekan terakhir akibat kekhawatiran inflasi dan defisit fiskal. Imbal hasil obligasi 10 tahun Italia sempat menyentuh 4,58 persen, sementara Prancis mendekati 4,82 persen. Namun, Barclays menilai situasi ini tidak separah krisis zona euro awal 2010-an. Mereka menyebut masalah ini lebih merupakan persoalan fiskal di negara dengan sistem keuangan yang masih solid.

Terlepas dari itu, laga france vs italy ini menjadi salah satu pertandingan paling menarik di UEFA Nations League musim ini. Italia menunjukkan bahwa mereka layak diperhitungkan kembali di panggung sepak bola Eropa. Sementara itu, Prancis harus segera membenahi penyelesaian akhir jika ingin melaju lebih jauh di kompetisi ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *