Berita  

Bandara Salakanagara Tanjung Lesung Siap Dukung Fasilitas Skydiving pada Desember 2026

Bandara Salakanagara Tanjung Lesung Siap Dukung Fasilitas Skydiving pada Desember 2026
Bandara Salakanagara Tanjung Lesung Siap Dukung Fasilitas Skydiving pada Desember 2026

Sorothari – 06 Oktober 2026 | Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata Tanjung Lesung, Banten, terus mengembangkan potensi wisata dirgantara. Melalui kerja sama dengan PT Bro Skydive Indonesia, kawasan ini menyiapkan fasilitas skydiving yang ditargetkan mulai beroperasi pada Desember 2026. Pengembangan fasilitas tersebut memanfaatkan Bandara Salakanagara Tanjung Lesung yang telah memiliki airstrip untuk mendukung kegiatan olahraga kedirgantaraan, termasuk terjun payung dan wisata penerbangan.

Direktur Operasional PT Banten West Java (BWJ) sekaligus Kepala Bandara Salakanagara Tanjung Lesung, Kunto Wijoyo, menjelaskan bahwa sejumlah infrastruktur perlu disiapkan untuk menunjang kegiatan tersebut. Pekerjaan utama meliputi pembangunan area pendaratan seluas sembilan hektare, perluasan fasilitas parkir pesawat (apron), pembangunan taxiway yang menghubungkan landasan pacu dengan fasilitas bandara, serta perpanjangan landasan pacu sepanjang 200 meter untuk meningkatkan keamanan pendaratan.

Baca juga:
Info Penting: Urus KK, KTP, hingga Akta Kelahiran Kini Bebas Surat Pengantar RT/RW

Dalam keterangan resminya di Jakarta, Kunto menekankan bahwa perpanjangan landasan pacu menjadi prioritas agar pesawat dapat mendarat dengan lebih aman. Ia juga menyebut bahwa kerja sama ini membagi tanggung jawab antara PT BWJ dan PT Bro Skydive Indonesia. PT BWJ menyediakan lokasi dan lahan sekitar sembilan hektare, sementara PT Bro Skydive Indonesia menangani konstruksi, pengembangan infrastruktur, serta penyediaan fasilitas skydiving.

Direktur Utama PT Bro Skydive Indonesia, Fanny Kusuma Dewi, menambahkan bahwa pembangunan akan dimulai setelah penandatanganan kerja sama. Pihaknya menargetkan fasilitas tersebut sudah dapat digunakan pada minggu kedua Desember 2026. “Desember kami harap sudah siap, sudah beroperasi. Sebelum libur akhir tahun kita akan coba buka,” ujar Fanny.

Baca juga:
Percepatan Digitalisasi Perlinsos: Aktivasi IKD hingga Peran Agen Perlindungan Sosial

Bandara Salakanagara Tanjung Lesung sendiri merupakan salah satu fasilitas pendukung pengembangan olahraga dirgantara di kawasan tersebut. Dengan adanya airstrip yang sudah ada, bandara ini dinilai mampu mengakomodasi kegiatan penerbangan olahraga, termasuk skydiving. Kehadiran fasilitas ini diharapkan dapat menarik lebih banyak wisatawan, khususnya pecinta olahraga ekstrem, untuk berkunjung ke Tanjung Lesung.

Selain pengembangan fasilitas skydiving, Bandara Salakanagara juga menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah untuk meningkatkan konektivitas dan daya tarik wisata di Banten. Kawasan Ekonomi Khusus Pariwisata Tanjung Lesung sendiri telah lama dikenal sebagai destinasi wisata bahari, namun kini mulai merambah pada wisata berbasis kedirgantaraan.

Baca juga:
PWI Kota Bogor Geram Area Parkir Kantor Dijadikan Valet Restoran Aroem

Dengan target operasional pada Desember 2026, diharapkan fasilitas skydiving di Bandara Salakanagara Tanjung Lesung dapat menjadi salah satu ikon wisata baru di Indonesia. Masyarakat dan wisatawan pun dapat menantikan pengalaman terjun payung di kawasan yang menawarkan pemandangan alam yang indah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *