Sorothari – 06 Oktober 2026 | Tim nasional Peru kembali menelan kekalahan dalam laga uji coba internasional. Kali ini, dalam pertandingan yang berlangsung di Stade Saputo, Montreal, pada 4 Oktober 2026, Peru harus mengakui keunggulan Kanada dengan skor 2-0. Kekalahan ini menjadi pukulan telak bagi skuad asuhan Mano Menezes yang tengah dalam masa persiapan menuju Kualifikasi Piala Dunia 2030.
Dalam laga Kanada vs Peru, tuan rumah tampil dominan sejak menit awal. Dua gol cepat yang dicetak oleh Jacob Shaffelburg pada babak pertama sudah cukup untuk memastikan kemenangan Kanada. Shaffelburg, yang tampil impresif, bahkan mencetak gol pertamanya dengan sundulan—sebuah momen yang ia akui sebagai gol pertama dari sundulan sepanjang kariernya.
Baca juga:Kekalahan ini menambah deretan hasil buruk Peru di bawah asuhan Menezes. Dari tujuh pertandingan yang telah dilaluinya, Peru hanya mampu meraih satu kemenangan, yakni saat menghadapi Haiti. Sisanya, tim berjuluk La Bicolor itu menelan kekalahan dan imbang.
Analisis Pertandingan: Dominasi Fisik Kanada
Kanada, yang datang dengan persiapan lebih matang dan waktu istirahat seminggu penuh, langsung tampil menekan. Liam Millar menjadi momok bagi pertahanan Peru. Pemain sayap Kanada itu terlibat langsung dalam dua gol timnya. Pada gol pertama, umpan silang Millar diselesaikan dengan baik oleh Shaffelburg. Sedangkan gol kedua, Millar menunjukkan kemampuan individunya dengan melewati Marcos Lopez sebelum memberikan umpan yang berujung pada gol kedua Shaffelburg.
Usai pertandingan, Liam Millar mengungkapkan bahwa timnya seharusnya bisa mencetak lebih banyak gol. “Kami memulai pertandingan dengan sangat baik. Sejak awal kami mengambil inisiatif dan mendominasi penguasaan bola. Kami bisa saja mencetak lebih banyak gol,” ujarnya kepada One Soccer. Ia juga mengomentari duelnya dengan Marcos Lopez. “Saat itu saya memutuskan untuk melakukan duel satu lawan satu. Saya mencoba mengecohnya dan ketika saya merasa dia sudah kehilangan keseimbangan, saya memberikan umpan ke tiang jauh,” jelas Millar.
Reaksi Mano Menezes dan Situasi Tim
Pelatih Mano Menezes tidak dapat menyembunyikan kekecewaannya. Ia secara blak-blakan mengakui bahwa timnya gagal mengembangkan permainan. “Kami hampir tidak pernah bisa membangun permainan. Kami mencoba mencari cara untuk keluar dari tekanan, tetapi jarang berhasil. Hasil ini memang pantas,” ujar Menezes dalam konferensi pers usai laga.
Kekalahan dalam laga Kanada vs Peru ini meninggalkan atmosfer muram di ruang ganti Peru. Menurut laporan, para pemain meninggalkan stadion dengan wajah tertunduk dan enggan banyak bicara. Suasana hening mendominasi, berbeda dengan setelah pertandingan melawan Meksiko yang masih ada semangat. Menezes pun tidak memberikan pidato penyemangat seperti biasanya. Ia hanya melakukan autokritik.
Baca juga:Para pemain senior seperti Yoshimar Yotun, Pedro Gallese, dan Gianluca Lapadula disebut sangat terpukul. Mereka adalah pemain yang masih mengingat era kejayaan tim dan kesulitan menerima kenyataan pahit saat ini. Yotun, Gallese, dan Lapadula merasa bahwa tim telah mengalami kemunduran yang signifikan.
Krisis Gol dan Masalah Lini Belakang
Performa Peru dalam laga Kanada vs Peru kembali menyoroti masalah klasik yang dihadapi tim: krisis gol. Sepanjang periode pertandingan internasional ini, Peru hanya mampu mencetak satu gol dari tiga pertandingan. Gianluca Lapadula, yang menjadi andalan di lini depan, gagal memanfaatkan peluang emas saat skor masih 2-0. Tendangannya melambung di atas gawang, membuat peluang untuk memperkecil ketertinggalan sirna.
Di sisi lain, lini belakang juga tampil rapuh. Oliver Sonne, yang dimainkan sebagai bek sayap, mendapat sorotan tajam. Analis sepak bola Peter Arevalo, yang akrab disapa Mr. Peet, menilai Sonne kesulitan dalam bertahan. “Sonne, semau-mauanya dia, sedisiplin apa pun dia, tetapi dia sangat kesulitan bertahan. Dia tidak memiliki konsep yang jelas sebagai bek. Sayangnya, dia terlibat dalam dua gol yang kami kebobolan, seperti yang terjadi pada gol pertama melawan Amerika Serikat,” kritik Mr. Peet.
Sebaliknya, Mr. Peet memberikan pujian kepada Gianluca Lapadula. Meskipun gagal mencetak gol, Mr. Peet menilai Lapadula adalah satu-satunya pemain yang patut diacungi jempol. “Lapadula, yang berasal dari kasta ketiga sepak bola Italia, dan berkat Universitario dia kembali ke tim nasional. Dia adalah striker utama kami, jauh di atas yang lain. Dia memiliki karakteristik: dia berani berduel,” pujinya.
Jadwal Berikutnya: Uji Coba Melawan Kolombia
Kekalahan dari Kanada menjadi tamparan keras bagi Peru. Namun, tim tidak punya banyak waktu untuk bersedih. Peru dijadwalkan akan menghadapi Kolombia dalam laga uji coba berikutnya di Miami pada 7 Oktober 2026. Pertandingan ini akan menjadi kesempatan terakhir bagi Menezes untuk mengevaluasi pemain sebelum kembali ke kompetisi resmi.
Baca juga:Kolombia sendiri juga datang dengan modal kurang meyakinkan. Mereka baru saja dikalahkan Paraguay 1-0 dan hanya bermain imbang 1-1 melawan Meksiko. Pelatih Nestor Lorenzo juga mengakui timnya masih dalam tahap pembangunan. “Kami sedang menguji pemain untuk melihat apakah mereka cocok dengan proses ke depannya. Sangat sulit menemukan ritme permainan dengan pemain baru dalam waktu singkat,” kata Lorenzo.
Pertandingan melawan Kolombia akan menjadi ujian sesungguhnya bagi mentalitas Peru. Menezes berharap timnya bisa bangkit dan menunjukkan peningkatan, terutama dalam hal penguasaan bola dan penyelesaian akhir. Jika tidak, masa depan Peru di kualifikasi Piala Dunia akan semakin suram.












