Berita  

Kopilot Flydubai WN Oman Diduga Tiru Serangan 9/11, Target Tabrak Bandara atau Gedung di Tel Aviv

Kopilot Flydubai WN Oman Diduga Tiru Serangan 9/11, Target Tabrak Bandara atau Gedung di Tel Aviv
Kopilot Flydubai WN Oman Diduga Tiru Serangan 9/11, Target Tabrak Bandara atau Gedung di Tel Aviv

Sorothari – 06 Oktober 2026 | Kopilot pesawat Flydubai berkewarganegaraan Oman, Hamam al-Hammami, diduga berencana menabrakkan Boeing 737 MAX ke Bandara Ben Gurion atau sebuah gedung bertingkat di pusat Tel Aviv, Israel. Rencana tersebut terungkap dalam penyelidikan otoritas Uni Emirat Arab (UEA) setelah insiden percobaan pembajakan pada penerbangan FZ1073 rute Dubai–Tel Aviv, Rabu (30/9). Insiden ini memicu kritik tajam dari oposisi Israel terhadap pemerintahan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.

Jaksa Agung UEA, Hamad Saif Al Shamsi, menyatakan bahwa kopilot tersebut melakukan “aksi terorisme” dengan menyerang kapten pesawat, Smit Machchhar, menggunakan kapak darurat yang disimpan di kokpit. Akibat serangan itu, pesawat mengalami penurunan tajam sekitar 17.000 kaki atau 5.200 meter, sekitar dua setengah jam setelah lepas landas. Kapten yang terluka sempat tergeletak di lantai kokpit, namun berhasil membuka pintu dari dalam agar penumpang dapat membantu. Sejumlah penumpang kemudian masuk ke kokpit dan melumpuhkan kopilot. Dua pilot cadangan yang berada di antara penumpang mengambil alih kendali dan berhasil mendaratkan pesawat dengan selamat di Tabuk, Arab Saudi.

Baca juga:
Asap Karhutla Menyebar ke Atmosfer Jakarta, DLH DKI Bantah Polusi Udara Dipengaruhi Kebakaran Hutan

Menurut laporan media Israel yang mengutip sumber penyelidikan, kopilot mengaku kepada penyidik bahwa setelah menyerang kapten, ia berniat menerbangkan pesawat seperti biasa hingga memasuki wilayah udara Israel dan memperoleh izin mendarat dari Bandara Ben Gurion. Setelah itu, ia berencana menabrakkan pesawat yang membawa lebih dari 180 penumpang tersebut ke bandara atau sebuah gedung bertingkat di pusat Tel Aviv. Rencana itu disebut terinspirasi serangan 11 September 2001 atau 9/11 di Amerika Serikat.

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menyebut kopilot tersebut telah menjalani “indoktrinasi radikal Islamis” dan menegaskan bahwa kapten, para penumpang, serta awak kedua berhasil mencegah “bencana seperti 9/11”. Sementara itu, pemimpin oposisi Israel, Gadi Eisenkot, mengkritik keras pemerintah Netanyahu. Ia menilai pemerintah tidak belajar dari kegagalan keamanan yang terjadi menjelang serangan 7 Oktober 2023. Eisenkot, yang memimpin Partai Yashar, mendesak Menteri Transportasi Miri Regev untuk mengundurkan diri dan meminta Netanyahu memecatnya jika menolak mundur.

Baca juga:
Dua Oknum Prajurit TNI di NTT Diproses Hukum Usai Aniaya Warga

Mantan Perdana Menteri Israel, Naftali Bennett, juga menyebut insiden ini sebagai kegagalan serius dan mengaitkannya dengan persoalan keamanan yang terjadi pada 7 Oktober. Tokoh oposisi lainnya, Yair Lapid, mempertanyakan respons pemerintah terhadap insiden tersebut. Hingga saat ini, kopilot masih menjalani pemeriksaan intensif di UEA, sementara perwakilan Israel terus mendapat informasi terbaru mengenai perkembangan penyelidikan.

Insiden ini menjadi sorotan internasional, khususnya terkait keamanan penerbangan sipil di kawasan Timur Tengah yang tengah memanas. Uni Emirat Arab dan Oman, sebagai negara tetangga, kini menjadi pusat perhatian setelah terungkapnya keterlibatan warga Oman dalam aksi yang nyaris berujung tragedi tersebut.

Baca juga:
F-15EX, F-35, dan Ghost Bat Siap Berburu Target Bersama di Indo-Pasifik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *