Brace Shaffelburg Bawa Kanada Taklukkan Peru 2-0 dalam Laga Uji Coba

Brace Shaffelburg Bawa Kanada Taklukkan Peru 2-0 dalam Laga Uji Coba
Brace Shaffelburg Bawa Kanada Taklukkan Peru 2-0 dalam Laga Uji Coba

Sorothari – 06 Oktober 2026 | Tim nasional Kanada berhasil meraih kemenangan meyakinkan atas Peru dalam laga persahabatan internasional yang berlangsung di Stade Saputo, Montreal, pada Sabtu (3/10/2026) siang waktu setempat. Dalam pertandingan Canada vs Peru tersebut, Kanada menang dengan skor 2-0 berkat dwigol dari winger Jacob Shaffelburg pada babak pertama.

Shaffelburg membuka keunggulan pada menit ke-19, kemudian menggandakan skor pada menit ke-35. Dua gol tersebut tercipta berkat kontribusi Liam Millar yang memberikan assist pada kedua gol tersebut. Hasil ini membuat Kanada mempertahankan rekor tak terkalahkan dalam lima pertandingan terakhir, dengan dua kemenangan dan tiga hasil imbang.

Baca juga:
Italia Taklukkan Turki 3-1 di Nations League, Scamacca dan Calafiori Jadi Bintang

Pertandingan Canada vs Peru ini merupakan bagian dari persiapan kedua tim menuju kompetisi mendatang. Kanada sendiri baru saja mengawali siklus baru menuju Piala Dunia 2026 setelah pekan lalu menaklukkan Chile 1-0 di Toronto. Sementara Peru datang dengan performa kurang stabil, hanya meraih satu kemenangan dalam lima laga terakhir.

Dominasi Sejak Awal

Kanada tampil dominan sepanjang laga. Statistik mencatat anak asuh Jesse Marsch menguasai 61 persen penguasaan bola dan melepaskan 17 tembakan berbanding 4 milik Peru. Dari jumlah tersebut, tiga tembakan Kanada mengarah ke gawang, sementara Peru tercatat tidak mampu mencatatkan satu pun tembakan tepat sasaran.

Pelatih Jesse Marsch mengakui timnya mampu mengendalikan pertandingan sesuai keinginan. “Kami mendikte kecepatan dan cara permainan sejak awal. Meskipun ada beberapa momen di mana Peru bisa masuk ke area kami dan menciptakan tendangan sudut, kami berhasil membatasi mereka,” ujar Marsch.

Namun, Marsch juga menyoroti bahwa timnya seharusnya bisa mencetak lebih banyak gol. Beberapa peluang emas terbuang, termasuk tendangan Daniel Jebbison yang meleset dari jarak dekat setelah menerima umpan matang dari Jonathan David, serta tendangan bebas Mathieu Choiniere yang membentur tiang gawang pada babak kedua.

“Kenyataannya, kami seharusnya bisa mendapatkan hasil yang lebih besar. Kami akan terus bekerja dan berusaha memanfaatkan momen-momen tersebut,” tambah Marsch.

Baca juga:
Gol Penentu Ayase Ueda Antarkan Lille Taklukkan Toulouse dan Puncaki Klasemen Ligue 1

Kabar Cedera Pemain Kanada

Sebelum pertandingan, tim nasional Kanada harus kehilangan dua pemain kunci akibat cedera. Striker Cyle Larin dan winger Tajon Buchanan dilaporkan mengalami cedera saat menjalani pemusatan latihan bersama tim. Kondisi ini memaksa mereka meninggalkan skuad dan tidak dapat tampil dalam laga Canada vs Peru.

Tajon Buchanan, yang sebelumnya menjadi andalan di sisi sayap, tercatat belum memberikan kontribusi gol dalam 17 penampilan terakhirnya bersama tim nasional. Ketidakhadiran dua pemain ini menjadi tantangan tersendiri bagi Marsch dalam merotasi skuad.

Sejarah Pertemuan dan Perspektif ke Depan

Kemenangan ini memperpanjang catatan positif Kanada atas Peru. Dari total empat pertemuan sepanjang sejarah, Kanada kini mencatatkan tiga kemenangan dan satu kekalahan. Terakhir kali kedua tim bertemu adalah pada ajang Copa America 2024, di mana Kanada juga menang dengan skor 1-0.

Bagi Peru, hasil ini menjadi alarm untuk segera membenahi pertahanan dan kohesi tim. Dalam lima pertandingan terakhir, Peru hanya meraih satu kemenangan, dua imbang, dan dua kalah. Pelatih Peru diharapkan dapat memperbaiki performa tim sebelum menghadapi laga-laga penting selanjutnya.

Setelah laga Canada vs Peru, Kanada akan menghadapi tantangan berat pada Selasa (6/10/2026) melawan Amerika Serikat di St. Paul, Minnesota. Laga tersebut akan menjadi ujian sesungguhnya bagi Marsch dan anak asuhnya setelah menang meyakinkan atas Chile dan Peru.

Baca juga:
Daftar Peringkat BWF Terbaru Selepas Turnamen China Masters 2026

“Kami percaya diri menghadapi lawan mana pun. Jika kami bisa mendikte jalannya pertandingan dan mengontrol permainan seperti yang kami suka, kami merasa bisa mengalahkan siapa pun,” tegas Marsch.

Sementara itu, publik sepak bola Indonesia juga turut menyoroti laga ini sebagai bagian dari persiapan tim-tim Amerika menjelang Piala Dunia 2026 yang akan digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *