Sorothari – 07 Oktober 2026 | UEFA membuka penyelidikan disipliner terkait dugaan insiden meludah yang terjadi dalam pertandingan UEFA Nations League antara Republik Irlandia dan Israel di Backa Topola, Serbia, Minggu (4/10). Insiden ini diduga terjadi ketika para pemain dan staf kedua tim meninggalkan lapangan menuju ruang ganti saat jeda babak pertama. Seorang anggota staf kepelatihan Irlandia, Damien Doyle, yang menjabat sebagai kepala performa atletik tim, disebut mengaku diludahi oleh seorang pemain Israel. UEFA kemudian menunjuk seorang UEFA Ethics and Disciplinary Inspector untuk menyelidiki dugaan pelanggaran tersebut.
Keputusan itu diambil setelah badan sepak bola Eropa tersebut meninjau laporan resmi pertandingan yang mencantumkan dugaan insiden di dalam atau sekitar lorong menuju ruang ganti. “Setelah meninjau laporan resmi yang memuat dugaan insiden di dalam atau sekitar lorong pada waktu jeda, seorang Inspektur Etik dan Disiplin UEFA telah ditunjuk untuk melakukan penyelidikan disipliner terkait dugaan pelanggaran yang dilakukan pemain dalam pertandingan UEFA Nations League antara Republik Irlandia dan Israel pada 4 Oktober 2026 di Bačka Topola, Serbia,” demikian pernyataan UEFA. UEFA menyatakan informasi lebih lanjut mengenai kasus tersebut akan disampaikan kemudian.
Baca juga:Pertandingan di TSC Arena berlangsung dalam suasana yang sangat tegang. Para pemain dan ofisial kedua tim sempat terlibat perselisihan ketika meninggalkan lapangan menuju ruang ganti. Laga akhirnya berakhir 1-1 setelah Irlandia lebih dulu unggul melalui penalti Troy Parrott sebelum Israel menyamakan kedudukan pada babak kedua.
Pelatih Irlandia, Heimir Hallgrímsson, memilih tidak memberikan komentar mengenai dugaan insiden tersebut setelah pertandingan. Ia menyerahkan persoalan itu kepada otoritas disiplin UEFA. “Saya berada di sana. Saya tidak akan berkomentar. Ini adalah sesuatu yang akan ditangani komite disiplin,” kata Hallgrímsson. Pelatih Israel, Ran Ben-Shimon, juga mengatakan dirinya tidak melihat kejadian tersebut karena sudah berada di ruang ganti ketika insiden diduga berlangsung. Federasi Sepak Bola Israel sebelumnya juga memilih tidak memberikan komentar atas tuduhan tersebut.
Pertemuan kedua negara kali ini merupakan bagian dari rangkaian pertandingan yang sejak awal dibayangi ketegangan politik akibat perang di Gaza. Irlandia berstatus sebagai tuan rumah dalam pertandingan tersebut, tetapi laga dipindahkan ke Serbia dan dimainkan tanpa penonton setelah Football Association of Ireland (FAI) menghadapi tekanan dan aksi protes terkait keputusan tetap melaksanakan pertandingan melawan Israel.
Sebelumnya, The Irish Times melaporkan Kepala Kinerja Atletik Irlandia, Damien Doyle, menuduh seorang pemain Israel meludahinya ketika kedua tim meninggalkan lapangan menuju ruang ganti saat turun minum. Pelatih Irlandia, Heimir Hallgrimsson, juga mengatakan para pemain Israel berusaha melakukan intimidasi sejak pertandingan dimulai.
Baca juga:Pertandingan tersebut menjadi sorotan setelah hubungan kedua tim memanas dalam beberapa pertemuan terakhir. Irlandia sebelumnya mengalahkan Israel 3-0 pada pertandingan pertama yang berlangsung di Debrecen, Hungaria, 27 September. Dalam laga tersebut, para pemain Irlandia mengenakan pita hitam di lengan, menundukkan kepala saat lagu kebangsaan Israel dimainkan, serta tidak berjabat tangan dengan pemain lawan sebagai bentuk protes terhadap tindakan Israel di Gaza.
Sementara itu, para pemain Israel juga mengenakan pita hitam di lengan. Mereka mengenakannya untuk mengenang para korban serangan yang dipimpin Hamas di Israel pada 7 Oktober 2023. Ketegangan antara kedua kubu juga muncul dalam konferensi pers sebelum pertandingan. Seorang jurnalis Israel menuding pemain Irlandia menyebut pemain Israel dengan sebutan “monyet” saat pertemuan pertama. Tuduhan tersebut langsung dibantah petugas komunikasi Irlandia, Kieran Crowley. Ia menyebut tudingan tersebut sebagai “kebohongan” sebelum mengakhiri konferensi pers.
Pertandingan kedua sejatinya dijadwalkan berlangsung di Dublin. Namun, Asosiasi Sepak Bola Irlandia (FAI) memindahkannya ke Serbia pada Juni dengan alasan “operasional”, setelah muncul seruan luas untuk memboikot pertandingan.
UEFA meluncurkan penyelidikan resmi atas dugaan bahwa para pemain Israel meludahi ke arah seorang pelatih Republik Irlandia saat pertandingan UEFA Nations League mereka di Serbia. Badan sepakbola Eropa itu menunjuk seorang inspektur etik menyusul laporan dari terowongan stadion, sementara Asosiasi Sepakbola Israel (IFA) dengan tegas membantah klaim tersebut. IFA dengan cepat menolak tuduhan tersebut, membantah bahwa ada anggota skuad mereka yang bertindak tidak profesional. “Tidak ada yang meludahi ke arah pelatih,” ujar seorang juru bicara Federasi Sepak Bola Israel, seperti dikutip oleh The Athletic. “Kami bersikeras dalam dua pertandingan ini untuk tetap sportif seperti biasa, tidak peduli provokasi apa pun yang diputuskan dilakukan oleh pihak Irlandia.”
Baca juga:Gesekan di luar lapangan meluas hingga ke luar lapangan ketika akses media dibatasi setelah pertukaran yang tegang sebelum pertandingan. UEFA kemudian melarang dua jurnalis menghadiri konferensi pers pascalaga pada hari Minggu setelah sesi jumpa pers media sebelumnya dengan pelatih kepala Irlandia, Heimir Hallgrimsson, berakhir mendadak.
Ketegangan telah meningkat jauh sebelum pertandingan hari Minggu di Serbia. Menjelang pertemuan pertama mereka pada 27 September, kiper Republik Irlandia Gavin Bazunu mengundurkan diri dari skuad sebagai bentuk penentangan terhadap “kekejaman di wilayah tersebut”.
Dengan proses disipliner kini berjalan, kedua asosiasi nasional menunggu temuan dari badan sepakbola Eropa tersebut. UEFA telah mengonfirmasi bahwa informasi lebih lanjut mengenai kasus tersebut akan disampaikan kemudian.












