Berita  

Prabowo Pimpin HUT ke-81 TNI, Resmikan 204 Satuan Baru dan Kenalkan Komandan Upacara ke SBY

Prabowo Pimpin HUT ke-81 TNI, Resmikan 204 Satuan Baru dan Kenalkan Komandan Upacara ke SBY
Prabowo Pimpin HUT ke-81 TNI, Resmikan 204 Satuan Baru dan Kenalkan Komandan Upacara ke SBY

Sorothari – 07 Oktober 2026 | Presiden Prabowo Subianto memimpin upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 TNI yang digelar di Lapangan Prima, Markas Besar TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Senin (5/10/2026). Dalam upacara tersebut, Prabowo bertindak sebagai inspektur upacara, sementara komandan upacara dijabat Letjen TNI Lucky Avianto yang saat ini menjabat sebagai Panglima Komando Gabungan Wilayah III (Pangkogabwilhan III). Turut mendampingi Prabowo, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, para kepala staf angkatan, serta sejumlah pejabat negara lainnya.

Momen menarik terjadi di penghujung upacara. Usai sesi foto bersama, Prabowo memanggil Letjen Lucky Avianto. Prabowo menyodorkan tangan kanannya untuk menyalami Lucky. Jenderal bintang tiga itu pun buru-buru memasukkan pedangnya ke dalam sarung dan langsung memberi hormat. Setelah menjabat tangan Prabowo, Lucky kemudian dikenalkan kepada Presiden ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Dalam perbincangan singkat, SBY sempat menanyakan jabatan sehari-hari Lucky, yang dijawab sebagai Pangkogabwilhan. SBY yang mengenakan baret hijau tua memberikan jempolnya kepada Lucky. Setelah itu, Prabowo terlihat berbincang akrab dengan SBY, sementara Presiden ke-7, Joko “Jokowi” Widodo, mengikuti dari belakang. Gibran Rakabuming Raka, putra sulung Jokowi, sempat berdiri di samping SBY, namun tidak terlihat berbincang dengan ayahnya.

Baca juga:
Eskalasi di Selat Hormuz: Babak Baru Serangan Rudal Iran dan Respons Militer AS

Dalam peringatan HUT ke-81 TNI ini, Prabowo meresmikan 204 satuan baru TNI, termasuk enam Komando Daerah Militer (Kodam) baru. Peresmian dilakukan dengan mengucap bismillah. “Dengan mengucap bismillahirrahmanirrahim pada pagi hari ini, Senin, 5 Oktober 2026, dengan rahmat Tuhan Yang Maha Besar, saya Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia, dengan ini meresmikan 204 satuan baru TNI, terdiri atas enam komando daerah militer,” ujar Prabowo.

Keenam Kodam baru tersebut adalah Kodam XXV/Mahmud Riayat Syah di Kepulauan Riau, Kodam XXVIII/Moloku Kie Raha di Maluku Utara, Kodam XXVI/Mataram di Yogyakarta, Kodam XXIX/Mambruk di Papua Tengah, Kodam XXVII/Sobe Sonbai di Nusa Tenggara Timur (NTT), dan Kodam XXX/Rinambora di Nusa Tenggara Barat (NTB). Dengan penambahan ini, total Kodam di seluruh Indonesia menjadi 27. Adapun para panglima Kodam tersebut antara lain Mayjen Rionardo untuk Kodam XXV/Mahmud Riayat Syah dan Mayjen Nefra Firdaus untuk Kodam XXVIII/Moloku Kie Raha. Selain enam Kodam, Prabowo juga meresmikan 150 Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (BTP). Dengan demikian, jumlah BTP hingga Oktober 2026 mencapai 305. Kementerian Pertahanan menargetkan hingga 2029 akan dibentuk 750 satuan.

Pada upacara tersebut, TNI juga memperkenalkan pakaian dinas upacara (PDU) baru yang terinspirasi dari beskap. Seragam ini dipakai oleh perwakilan tiga matra yang membacakan Sapta Marga, yaitu Mayjen TNI Ahmad Fikri Musmar (Pangdiv 1 Kostrad), Laksa TNI Sumarji Bimoaji (Dankodaeral XIII), dan Marsda TNI Erwin Sugiandi (Pangkodau I). Perbedaan mencolok terlihat pada bagian kerah dan ujung lengan. Kerah PDU baru memiliki garis berwarna keemasan dengan dasar merah di kanan dan kiri, serta lingkaran emas pada ujung lengan. Warna seragam tetap sama: TNI AD hijau tua, TNI AL putih, dan TNI AU biru gelap. Panglima TNI Agus Subiyanto menjelaskan bahwa filosofi seragam ini mengangkat kearifan lokal. “Filosofinya, jadi kita kebudayaan. Budaya, jadi kita lebih ke ini kan beskap ya, kearifan lokal supaya kita bisa mandirilah secara pakaian. Punya ciri khas bahwa pakaian yang digunakan oleh TNI secara budaya Indonesia mewakili, beskap kan, beskap,” kata Agus. Ia juga menanggapi anggapan bahwa seragam baru mirip dengan tentara Korea Utara. Menurutnya, seragam tentara di Asia, terutama ASEAN, memang memiliki kemiripan. “Ya kan kita pakaian sama. Di Asia tuh pakaian hampir sama ya. Pakaian tuh hampir sama di ASEAN ya, hampir sama. Daerah-daerah lain kalau saya ke luar negeri juga hampir sama sih pakaiannya. Lagian kan dulu satu rumpun kan,” ujarnya.

Baca juga:
BMKG Rilis Prospek Cuaca Hari Ini: Waspada Hujan Ekstrem hingga Sebaran Abu Vulkanik

Peringatan HUT ke-81 TNI tahun ini mengusung tema “TNI Kuat Bersama Rakyat, Indonesia Berdaulat Adil dan Makmur”. Berbagai elemen masyarakat turut memberikan apresiasi. Keluarga Besar Angkatan Muda Sisingamangaraja XII (AMS XII) menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh prajurit TNI. Ketua Umum DPP AMS XII, Paulus Ronald Sinambela, menegaskan pentingnya pengabdian TNI dalam menjaga kedaulatan bangsa dan keutuhan NKRI. “Di usia ke-81 tahun ini, kami mengucapkan selamat dan memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh prajurit TNI yang telah mengabdikan diri untuk menjaga kedaulatan dan keutuhan NKRI,” kata Paulus. Sementara itu, Sekjen DPP AMS XII, Muhammad Sulton Hakim, berharap TNI semakin profesional, tangguh, dan dekat dengan masyarakat. “Semoga TNI terus menjadi kekuatan pertahanan yang profesional, tangguh, dan semakin dicintai rakyat. Kami juga berharap sinergi antara TNI dan seluruh elemen masyarakat terus terjaga demi menjaga persatuan dan keutuhan Indonesia,” ujar Sulton.

Sinergi antara TNI dan Polri juga terlihat dalam peringatan HUT ke-81 TNI. Kapolda Metro Jaya Komjen Pol. Asep Edi Suheri menghadiri acara syukuran HUT ke-81 TNI di Makodam Jaya, Jakarta Timur, pada Senin (5/10/2026). Kehadiran Kapolda ini untuk memperkuat sinergi dan soliditas antara TNI dan Polri. “Selamat HUT Ke-81 TNI. TNI kuat bersama rakyat, Indonesia berdaulat, adil, dan makmur. Semoga silaturahmi dan kerja sama antara TNI dan Polda Metro Jaya selalu berjalan dengan baik,” ujar Kapolda dalam keterangannya.

Dengan rangkaian kegiatan tersebut, peringatan HUT ke-81 TNI menjadi momentum penting untuk merefleksikan peran TNI dalam menjaga kedaulatan negara, sekaligus menegaskan komitmen modernisasi alutsista dan organisasi. Penambahan satuan baru diharapkan memperkuat pertahanan Indonesia, terutama di wilayah-wilayah strategis. Sementara itu, pengenalan seragam baru mencerminkan identitas budaya bangsa yang tetap menjunjung kearifan lokal.

Baca juga:
Majelis Umum PBB Sahkan Resolusi Proyeksi Peta Dunia Baru Equal Earth

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *