Sorothari – 09 Oktober 2026 | Italia berhasil meraih kemenangan 3-1 atas Turki dalam lanjutan UEFA Nations League 2026-2027 yang berlangsung di Stadion Renato Dall’Ara, Bologna, Selasa (6/10/2026) dini hari WIB. Hasil ini memperpanjang catatan tak terkalahkan Gli Azzurri atas lawannya menjadi 16 pertandingan, dengan 12 kemenangan dan empat hasil imbang. Meski demikian, pelatih Roberto Mancini mengakui timnya tampil tidak dalam performa terbaik akibat kelelahan.
Pada pertandingan Italia vs Turki di matchday 4 Grup A1 tersebut, Mancini melakukan rotasi besar dengan sembilan perubahan pemain dari susunan saat melawan Prancis. Hanya kiper Gianluigi Donnarumma dan bek Alessandro Bastoni yang kembali dipercaya sebagai starter. Keputusan ini membuat Italia membutuhkan waktu untuk menemukan ritme permainan, dan Turki sempat memberikan tekanan pada awal laga.
Baca juga:Gianluigi Donnarumma melakukan penyelamatan penting untuk menggagalkan peluang Ozan Kabak dan Salih Ozcan. Namun, Italia mampu memanfaatkan peluang ketika mendapatkan ruang. Gianluca Scamacca membuka keunggulan pada menit ke-26 melalui penyelesaian dari umpan Giovanni Di Lorenzo dari sisi kanan. Gol tersebut menjadi gol internasional kedua Scamacca untuk Italia setelah sebelumnya ia terakhir kali mencetak gol tiga tahun lalu.
Memasuki babak kedua, Italia masih mempertahankan keunggulan 1-0 hingga pertandingan melewati satu jam. Turki tidak menyerah dan akhirnya berhasil menyamakan kedudukan pada menit ke-61. Zeki Celik bergerak dari sisi kanan dan mengirimkan umpan ke area penalti yang kemudian diselesaikan oleh Aral Simsir menjadi gol. Skor berubah menjadi 1-1.
Namun, Italia hanya membutuhkan waktu empat menit untuk kembali unggul. Riccardo Calafiori mencetak gol kedua Gli Azzurri, sebelum Francesco Pio Esposito memastikan kemenangan menjadi 3-1. Kemenangan ini membuat Italia mengoleksi tujuh poin dari empat pertandingan dan menempati posisi kedua Grup A1.
Baca juga:Faktor Kelelahan dan Rotasi Pemain
Roberto Mancini tidak menutup mata terhadap performa timnya. Pelatih berusia 61 tahun itu menilai Italia kehilangan sebagian keluwesan permainan ketika menghadapi Turki. Menurutnya, faktor kelelahan turut memengaruhi penampilan anak asuhnya. “Terlepas dari perubahan-perubahan itu, tentu saja ada faktor kelelahan,” ujar Mancini kepada RAI Sport. Ia menambahkan bahwa kelelahan terasa di seluruh tim dan mereka sedikit kesulitan.
Perubahan besar dalam komposisi pemain membuat Italia harus beradaptasi. Mancini memberikan kesempatan kepada sejumlah pemain yang minim pengalaman internasional untuk tampil sejak awal. Hal ini membuat Italia sempat kesulitan mengembangkan permainan pada fase awal pertandingan. Namun, ia tetap puas dengan hasil akhir yang diraih.
Nasib Vincenzo Montella Terancam
Di sisi lain, kekalahan 1-3 dari Italia semakin memperburuk posisi pelatih Turki, Vincenzo Montella. Menurut laporan Calciomercato.com yang mengutip Fanatik dan Milliyet, Federasi Sepak Bola Turki (TFF) dikabarkan sudah menyiapkan paket pesangon dan mengincar Arda Turan sebagai pengganti. Keputusan terkait masa depan Montella disebut sudah mengarah pada pemecatan.
Baca juga:Kekalahan dari Italia menjadi pukulan terbaru bagi Turki. Hasil tersebut merupakan kekalahan keempat beruntun mereka di Nations League setelah sebelumnya kalah 1-4 dari Italia di Bursa serta takluk dari Prancis dan Belgia. Situasi semakin berat karena hasil buruk itu datang setelah Turki tersingkir di fase grup Piala Dunia. Rentetan kegagalan tersebut membuat federasi akhirnya kehilangan kesabaran setelah sebelumnya tetap memberi dukungan kepada Montella. Kontrak Montella sebenarnya masih berlaku hingga Euro 2028 setelah diperpanjang pada Juni 2025, namun ia diperkirakan tetap akan dilepas lebih cepat.
Kemenangan Italia atas Turki ini menjadi modal berharga bagi Gli Azzurri untuk melanjutkan perjuangan di Nations League. Sementara itu, masa depan Montella bersama Turki masih menjadi tanda tanya besar.












