Penantian Panjang Berakhir: Timnas Indonesia Juarai FIFA ASEAN Cup 2026

Penantian Panjang Berakhir: Timnas Indonesia Juarai FIFA ASEAN Cup 2026
Penantian Panjang Berakhir: Timnas Indonesia Juarai FIFA ASEAN Cup 2026

Sorothari – 09 Oktober 2026 | Jakarta – Mimpi panjang publik sepak bola Indonesia akhirnya terwujud. Tim nasional Indonesia berhasil menjuarai edisi perdana FIFA ASEAN Cup 2026 setelah mengalahkan Thailand melalui adu penalti 4-2 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Senin (5/10) malam WIB. Kemenangan ini sekaligus memutus kutukan runner-up yang selama puluhan tahun membayangi skuad Garuda di pentas regional.

Laga final berlangsung dramatis. Kedua tim bermain imbang 2-2 hingga babak perpanjangan waktu usai. Thailand sempat unggul lebih dulu, namun Indonesia mampu menyamakan kedudukan dan memaksa pertandingan berlanjut ke adu penalti. Eksekusi penalti yang dingin dari para pemain Indonesia berbanding terbalik dengan dua pemain Thailand yang gagal, memastikan kemenangan di hadapan sekitar 70 ribu suporter yang memadati stadion.

Baca juga:
Timnas Indonesia Hadapi Yordania di FIFA Matchday November 2026, PSSI Evaluasi Lokasi

Keberhasilan ini mendapat apresiasi dari berbagai pihak. Agung Laksamana, Sekretaris Jenderal Danone Indonesia, menyampaikan rasa bangga melalui pernyataan resmi. “Selamat kepada para pemain, pelatih, seluruh jajaran Timnas, dan PSSI. Kami ikut bahagia dan bangga atas perjuangan Garuda yang membawa Indonesia menjadi juara FIFA ASEAN Cup. Apresiasi juga kami sampaikan kepada masyarakat yang terus mendukung Timnas. Kemenangan ini menunjukkan kekuatan kerja keras, kekompakan, dan semangat pantang menyerah,” ujarnya.

Gelar ini juga menjadi sorotan media internasional. The Guardian, media asal Inggris, menyoroti keberhasilan Indonesia sebagai angin segar bagi Presiden FIFA Gianni Infantino. Menjelang pemilihan presiden FIFA, dukungan dari asosiasi sepak bola Asia menjadi krusial. Kemenangan Indonesia di turnamen yang digagas Infantino dinilai memberikan keuntungan politik tersendiri baginya.

Ranking FIFA Meroket

Tak hanya trofi, kemenangan ini juga mendongkrak posisi Indonesia di ranking FIFA. Berdasarkan update per 7 Oktober 2026, Indonesia naik ke peringkat 116 dunia. Kenaikan ini terjadi setelah Kazakhstan, yang sebelumnya unggul tipis, hanya bermain imbang 2-2 melawan Kepulauan Faroe. Alhasil, poin Indonesia yang mencapai 1.166,50 berhasil melampaui Kazakhstan yang turun menjadi 1.166,26.

Di kawasan ASEAN, Thailand masih menjadi negara dengan peringkat tertinggi di posisi 93, disusul Indonesia di peringkat 116. Malaysia juga mencatat kenaikan signifikan dengan naik tiga tingkat ke posisi 133.

Baca juga:
Elkan Baggott Alami Lonjakan Nilai Pasar Usai Bawa Timnas Indonesia Juara ASEAN Cup 2026

Drama di Luar Lapangan: Hujatan Pemain Thailand

Kekalahan Thailand menyisakan kekecewaan mendalam, terutama bagi pemain yang tidak memperkuat tim di turnamen ini. Elias Dolah, bek Thailand yang pernah bermain untuk Bali United, meluapkan kekesalannya melalui media sosial. Ia menyebut wasit asal Uzbekistan, Ahrol Risqullaev, dengan kata-kata kasar setelah Thailand harus bermain dengan 10 pemain akibat kartu merah yang diterima Nicholas Mickelson.

“You can be proud of the performance. Dan selamat untuk Garuda. Wasit goblok, tapi selamat ya,” tulis Dolah dalam unggahan Instastory-nya. Meski kata ‘goblok’ kemudian dicoret, unggahan tersebut tetap menuai perhatian luas.

Kontroversi di Burkina Faso

Di luar kawasan Asia Tenggara, ancaman sanksi FIFA juga membayangi Burkina Faso. Presiden militer negara tersebut, Ibrahim Traore, mengancam akan mengambil alih federasi sepak bola nasional setelah timnasnya dipermalukan 7-0 oleh Argentina dalam laga persahabatan di Buenos Aires. Traore menilai kegagalan manajemen dalam mengurus logistik tim, termasuk visa transit dan rute penerbangan yang berbelit, menjadi penyebab kekalahan telak tersebut.

“Memang benar sepakbola kami sedang sakit, dan kami akan menemukan obatnya. Untuk kembali berinvestasi, kami harus menyembuhkan penyakitnya. Saya yakin kami harus mengambil keputusan-keputusan besar pekan ini agar semuanya bisa bergerak maju,” tegas Traore seperti dilaporkan RMC Sport.

Baca juga:
Mees Hilgers Targetkan Comeback ke Timnas Indonesia pada November 2026

Ancaman ini bertentangan dengan Statuta FIFA Pasal 14 yang melarang campur tangan pihak ketiga. Jika pemerintah benar-benar membubarkan komite eksekutif federasi, sanksi penangguhan keanggotaan bisa dijatuhkan, seperti yang pernah terjadi pada Kenya dan Zimbabwe. Akibatnya, tim nasional Burkina Faso terancam absen dari kualifikasi Piala Dunia dan Piala Afrika.

Kembali ke Indonesia, euforia kemenangan ini diharapkan menjadi momentum kebangkitan sepak bola nasional. Dukungan suporter yang masif, termasuk aksi human mural bertajuk “BELIEVE” yang memecahkan rekor MURI pada laga pembuka melawan Singapura, menjadi bukti nyata kekuatan sepak bola sebagai alat pemersatu bangsa. Pembinaan usia dini melalui turnamen seperti AQUA Danone Nations Cup yang telah berjalan sejak 2003 juga diharapkan terus melahirkan talenta-talenta muda berbakat bagi masa depan sepak bola Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *