Penyanyi Senior Hong Kong Law Kar Ying Ungkap Biaya Medis Fantastis di Usia 80 Tahun

Penyanyi Senior Hong Kong Law Kar Ying Ungkap Biaya Medis Fantastis di Usia 80 Tahun
Penyanyi Senior Hong Kong Law Kar Ying Ungkap Biaya Medis Fantastis di Usia 80 Tahun

Sorothari – 09 Oktober 2026 | Hong Kong, dikenal sebagai pusat hiburan Asia, kembali menjadi sorotan setelah penyanyi senior Law Kar Ying, 80 tahun, mengungkapkan pengeluarannya yang fantastis untuk biaya medis. Dalam sebuah wawancara terbaru dengan HK01, Law Kar Ying mengaku menghabiskan lebih dari HK$10.000 (sekitar S$1.600) setiap bulan untuk perawatan kesehatannya. Jumlah tersebut belum termasuk biaya konsultasi dokter dan kebutuhan hidup sehari-hari yang juga ia tanggung untuk istrinya, penyanyi dan aktris Hong Kong, Liza Wang.

Law Kar Ying, yang telah berjuang melawan kanker untuk keempat kalinya sejak didiagnosis pada 2025, menekankan pentingnya persiapan finansial di usia senja. “Ada biaya medis, biaya konsultasi dokter, dan saya juga harus memikirkan masa depan. Jika Anda memiliki lebih banyak uang, akan ada lebih banyak orang yang merawat Anda,” ujarnya dalam wawancara tersebut. Meskipun usianya sudah tidak muda lagi, Law tetap bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Ia mengakui jadwal kerjanya sangat padat sehingga nyaris tidak memiliki waktu istirahat yang cukup, apalagi untuk berlibur.

Baca juga:
Denny Sumargo Beri Tanggapan soal Konflik Ruben Onsu dan Sarwendah

Law Kar Ying, yang namanya melegenda di industri hiburan Hong Kong, telah menghadapi kanker sebanyak empat kali. Meski demikian, ia tetap optimis dan menjaga kesehatan dengan pola tidur yang cukup, pola makan yang bervariasi, serta pikiran positif. Kisah Law Kar Ying menjadi pengingat bahwa biaya kesehatan di Hong Kong sangat tinggi, bahkan bagi seorang artis senior sekalipun.

Sementara itu, dunia hiburan Hong Kong juga diramaikan dengan kabar aktor Shawn Yue yang terlihat makan malam bersama mantan istri, Sarah Wang, dan kedua anak mereka. Momen ini terjadi tiga bulan setelah pasangan tersebut mengumumkan perpisahan setelah hampir sembilan tahun menikah. Shawn Yue, 44 tahun, dan Sarah Wang, putri dari pengusaha sabuk asal Taiwan, menikah pada 2017 dan dikaruniai dua anak, Cody dan Celest. Keduanya mengumumkan perpisahan melalui unggahan Instagram hitam-putih pada 20 Juli lalu, dengan komitmen untuk terus mengasuh anak bersama.

Menurut laporan Dimsum Daily, mantan pasangan ini terlihat makan bersama di sebuah restoran barbeque di kawasan Dazhi, Taipei. Mereka kemudian meninggalkan restoran secara terpisah dengan mobil Mercedes G-Class masing-masing dan kembali ke rumah keluarga mereka sebelumnya. Pertemuan ini terjadi tidak lama sebelum Shawn Yue berangkat ke China untuk syuting acara varietas “Call Me By Fire” edisi 2026. Saat Yue syuting di Hunan, Sarah Wang disebut-sebut membawa anak-anak dan ibu Yue untuk mendukungnya. Pada 2 Oktober lalu, Yue membagikan foto grup dari acara tersebut dengan keterangan tentang ditemani keluarga saat bekerja.

Baca juga:
Bapak Paling Jujur: Satire Politik yang Mengguncang Bioskop dan Trending di Surabaya

Di sisi lain, dunia olahraga Hong Kong juga mencatatkan prestasi. Dalam pertandingan kriket yang digelar pada 9 Oktober 2026 di YSD-UKM Cricket Oval, Bangi, tim kriket Hong Kong, China, harus mengakui keunggulan China dalam pertandingan kelima ICC Men’s T20 World Cup Asia Sub Regional Qualifier B 2026. Meski kalah, penampilan tim Hong Kong tetap mendapat apresiasi. Ehsan Khan dari China dinobatkan sebagai pemain terbaik dalam pertandingan tersebut.

Kembali ke dunia teknologi dan hukum, seorang pengendara asal Tiongkok Daratan baru-baru ini menjadi viral setelah salah mengartikan surat tilang dari Hong Kong sebagai upaya penipuan. Dalam unggahan di media sosial, pengendara dengan nama akun Mr.LiGuo menceritakan bahwa ia menerima surel tilang lalu lintas dari Hong Kong. Ia mencurigai surel tersebut sebagai penipuan karena formatnya yang tidak biasa. Ia kemudian menambahkan kontak WhatsApp yang diklaim sebagai akun resmi polisi. Setelah melihat foto pelanggaran, ia semakin yakin bahwa itu adalah penipuan karena foto diambil dari sudut yang seolah-olah berasal dari kendaraan lain.

Untuk memastikan, ia menggunakan kecerdasan buatan (AI) untuk menganalisis surel tersebut. AI tersebut menyimpulkan bahwa surel itu adalah penipuan. Akibatnya, ia melaporkan akun WhatsApp tersebut dan mengklaim akun itu kemudian diblokir. Namun, setelah menghubungi Kepolisian Hong Kong secara langsung, ia mendapat konfirmasi bahwa tilang tersebut asli. Pelanggaran yang dilakukan adalah melewati garis putih ganda di Jalan Lin Cheung, dekat Austin Road West, Kowloon Barat. Denda yang harus dibayar adalah HK$675 dan 3 poin pelanggaran mengemudi.

Baca juga:
Chelsea Islan Melahirkan Anak Pertama, Namanya Indah Terangkai Panjang

Kisah ini menjadi pengingat bahwa AI tidak selalu akurat dalam menilai dokumen resmi, terutama yang berkaitan dengan penegakan hukum. Kepolisian Hong Kong sendiri telah mengeluarkan peringatan pada 6 Oktober 2026 tentang situs web palsu yang mengaku sebagai “platform tilang elektronik” yang menawarkan diskon untuk pembayaran dini. Peringatan tersebut menekankan bahwa tilang resmi tidak pernah menawarkan diskon. Masyarakat diimbau untuk selalu memverifikasi melalui situs resmi www.etrafficticket.gov.hk atau menghubungi 181 181.

Kejadian ini menunjukkan betapa pentingnya verifikasi manual melalui saluran resmi, terutama ketika menyangkut dokumen hukum dan pembayaran. AI, meskipun canggih, masih memiliki keterbatasan dalam membedakan dokumen asli dan palsu, terutama jika formatnya tidak standar. Pengalaman pengendara Tiongkok ini menjadi pelajaran berharga bagi semua pengguna jalan di Hong Kong dan sekitarnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *