Komentar Rasis ke Coco Gauff Dikecam, UN Human Rights Desak Solidaritas Lawan Diskriminasi

Komentar Rasis ke Coco Gauff Dikecam, UN Human Rights Desak Solidaritas Lawan Diskriminasi
Komentar Rasis ke Coco Gauff Dikecam, UN Human Rights Desak Solidaritas Lawan Diskriminasi

Sorothari – 11 Oktober 2026 | Petenis Amerika Serikat, Coco Gauff, mendapat dukungan luas setelah mengalami gelombang komentar rasis usai kemenangannya di China Open. Kantor Komisioner Tinggi Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa (UN Human Rights) angkat bicara dan mengecam keras tindakan diskriminatif tersebut, sembari menyerukan solidaritas untuk melawan rasisme dan seksisme di dunia olahraga.

Insiden bermula saat Coco Gauff menghadapi petenis tuan rumah, Sun Xinran, yang masih berusia 16 tahun, pada babak awal China Open. Saat rally berlangsung, papan iklan elektronik di stadion berkedip-kedip dan mengganggu konsentrasi pemain. Gauff pun menghentikan permainan dan mengadukan hal tersebut kepada wasit. Setelah meninjau ulang rekaman, wasit memutuskan untuk mengulang poin tersebut. Gauff akhirnya memenangi poin itu dan melanjutkan pertandingan hingga menang dengan skor 7-5, 6-1.

Baca juga:
Ole Romeny dan Justin Hubner Tampil Perdana Bersama Fortuna Sittard di Laga Uji Coba Lawan Olympiacos

Namun, keputusan itu memicu kontroversi di media sosial. Banyak warganet yang menuduh Gauff melakukan kecurangan. Lebih parah lagi, petenis peringkat empat dunia itu dibanjiri komentar bernada rasis. Gauff pun bereaksi keras. Dalam unggahan di media sosial, ia menegaskan bahwa ketidaksetujuan terhadap keputusan wasit tidak boleh diungkapkan dengan kebencian rasis. “Kalian boleh tidak suka padaku atau tidak setuju dengan apa yang terjadi, tapi jangan sampai rasis,” tulis Gauff.

Dukungan pun datang dari berbagai pihak. Yang paling menonjol adalah pernyataan resmi UN Human Rights yang dipimpin oleh Komisioner Tinggi Volker Turk. Dalam pernyataan yang diunggah di akun media sosial mereka, UN Human Rights menyebut pesan-pesan rasis yang menargetkan Gauff sangat mengerikan dan menjadi bukti bahwa atlet perempuan kulit hitam kerap menjadi sasaran kebencian dan pelecehan rasis. “Tidak ada tempat dalam olahraga untuk hinaan atau pelecehan rasis dan seksis,” demikian pernyataan tersebut. Lebih lanjut, UN Human Rights menyerukan agar pemain, pelatih, dan badan olahraga bersikap tegas terhadap serangan semacam itu, serta para penggemar ikut melawan mereka yang menodai olahraga dengan rasisme dan seksisme.

Sayangnya, tekanan mental akibat kontroversi tersebut tampaknya memengaruhi performa Gauff di turnamen. Dua hari setelah kemenangan atas Sun Xinran, Gauff harus mengakui keunggulan Elise Mertens di babak 16 besar. Usai pertandingan, Gauff mengaku kehabisan energi dan merasa hampir pingsan. Ia juga mengungkapkan bahwa ia menerima komentar rasis dalam jumlah yang “tidak masuk akal” di media sosial.

Baca juga:
Inter Miami vs Monterrey: Rayados Menang 2-1 di Tengah Duka Lionel Messi

Insiden ini kembali menyoroti masalah pelecehan online yang kerap dialami atlet, khususnya atlet perempuan kulit hitam. Sebuah studi yang dilakukan oleh WTA dan World Tennis pada 2025 menemukan bahwa para pemain menerima lebih dari 12.000 unggahan dan pesan kasar di media sosial, meningkat drastis dibandingkan tahun sebelumnya yang sekitar 8.000 unggahan. Data ini menunjukkan betapa seriusnya masalah ini.

Kantor UN Human Rights pun menekankan bahwa para pemain, pelatih, dan badan olahraga perlu berdiri di depan untuk melindungi mereka yang menghadapi serangan semacam itu. “Para penggemar juga harus mendorong kembali mereka yang menodai olahraga dengan rasisme dan seksisme,” imbuh pernyataan tersebut.

Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari pihak penyelenggara China Open atau asosiasi tenis terkait langkah konkret yang akan diambil untuk mencegah terulangnya insiden serupa. Namun, dukungan dari organisasi hak asasi manusia internasional setidaknya menjadi angin segar bagi Gauff dan atlet lain yang kerap menjadi korban diskriminasi.

Baca juga:
Uruguay vs India Berakhir 6-1, Suporter Diganggu Monyet di Stadion

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *