Sorothari – 11 Oktober 2026 | Menteri Keuangan Republik Indonesia, Nirmala Sitharaman, dalam kunjungan resminya ke Singapura pada 9-11 Oktober 2026, menggelar serangkaian pertemuan dengan para eksekutif puncak perusahaan investasi global. Salah satu pertemuan yang menjadi sorotan adalah dengan CEO Temasek Holdings, Dilhan Pillay Sandrasegara, untuk membahas peluang investasi jangka panjang di India.
Pertemuan yang berlangsung di Singapura tersebut merupakan bagian dari agenda Pemerintah Indonesia untuk menarik lebih banyak investasi asing, khususnya dari lembaga keuangan dan dana investasi besar di kawasan Asia. Dalam pertemuan dengan Temasek Holdings, Menteri Sitharaman bertukar pandangan mengenai perluasan kesempatan investasi di India, terutama di sektor infrastruktur dan bidang pertumbuhan lainnya.
Baca juga:Fokus Pembahasan dengan Temasek Holdings
Dalam pertemuan tersebut, Menteri Sitharaman dan CEO Temasek Holdings, Dilhan Pillay Sandrasegara, membahas secara spesifik potensi kerja sama melalui National Investment and Infrastructure Fund (NIIF). NIIF merupakan dana investasi yang dibentuk Pemerintah India untuk mendanai proyek-proyek infrastruktur komersial. Delegasi Temasek Holdings yang hadir juga mencakup Ravi Lambah, Head of India, serta pejabat senior yang bertanggung jawab atas kebijakan internasional, tata kelola, strategi, dan hubungan kelembagaan.
Diskusi tidak hanya terbatas pada infrastruktur, tetapi juga mencakup sektor jasa keuangan dan area pertumbuhan lainnya. Pemerintah India memandang keterlibatan investor institusional seperti Temasek Holdings sebagai kunci untuk mendukung pembangunan infrastruktur dan mempercepat pertumbuhan ekonomi nasional.
Pertemuan dengan Investor Global Lainnya
Selain dengan Temasek Holdings, Menteri Sitharaman juga mengadakan pertemuan dengan sejumlah pemimpin perusahaan investasi terkemuka lainnya. Ia bertemu dengan Lim Chow Kiat, CEO GIC (Government of Singapore Investment Corporation), untuk membahas lintasan pertumbuhan India dan peluang investasi jangka panjang. Dalam pertemuan dengan GIC, hadir pula Ravi Balasubramanian, Head of India Equity Investments, dan Ritika Mankar, Vice President dan Macro Strategist.
Baca juga:Tidak hanya itu, Menteri Keuangan juga berdialog dengan Jim Coulter, Executive Chairman dan Founding Partner TPG, serta eksekutif senior IHH Healthcare. Pertemuan dengan TPG menyoroti prospek pertumbuhan jangka panjang India dan peluang partisipasi modal swasta dalam lanskap investasi yang terus berkembang. Sementara itu, dengan IHH Healthcare, pembahasan difokuskan pada perluasan investasi di sektor kesehatan India, termasuk infrastruktur rumah sakit dan perluasan kapasitas untuk memperkuat akses terhadap layanan kesehatan berkualitas.
Latar Belakang Kunjungan dan Hubungan Bilateral
Kunjungan Menteri Sitharaman ke Singapura merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk memperkuat kemitraan strategis komprehensif antara India dan Singapura. Dalam kunjungan ini, selain bertemu dengan para investor, Menteri juga dijadwalkan bertemu dengan pimpinan tinggi Pemerintah Singapura, termasuk Presiden Tharman Shanmugaratnam, Perdana Menteri Lawrence Wong, Wakil Perdana Menteri Gan Kim Yong, dan Menteri Luar Negeri Vivian Balakrishnan.
Pemerintah India menyatakan bahwa Singapura merupakan sumber investasi asing langsung (FDI) terbesar bagi India, dengan akumulasi masuknya mencapai sekitar USD 194,68 miliar antara April 2000 hingga Maret 2026. Investor institusional Singapura, termasuk GIC dan Temasek Holdings, memiliki investasi yang substansial di berbagai sektor ekonomi India.
Baca juga:Diskusi yang dilakukan dalam pertemuan-pertemuan ini diharapkan dapat memberikan kesempatan bagi para investor global untuk bertukar pandangan mengenai prospek pertumbuhan ekonomi India, peluang investasi, serta lanskap ekonomi dan keuangan global yang terus berkembang. Pertemuan ini juga menjadi ajang untuk memperkuat kerja sama di bidang perdagangan, investasi, konektivitas keuangan digital, pasar modal, perpajakan, semikonduktor, manufaktur canggih, pengembangan keterampilan, dan penerbangan.
Dengan rangkaian pertemuan ini, Pemerintah India menunjukkan komitmennya untuk terus melibatkan investor institusional global dan dunia usaha guna mengeksplorasi peluang penempatan modal jangka panjang di India, khususnya di sektor infrastruktur, jasa keuangan, dan kesehatan.












