Sorothari – 13 Oktober 2026 | Persebaya Surabaya masih menjaga rekor tak terkalahkan di awal musim Liga Super Indonesia 2026/2027. Dalam empat pertandingan yang telah dijalani, tim berjuluk Bajul Ijo itu mengoleksi dua kemenangan dan dua hasil imbang, yang membuat mereka kini menempati posisi keenam klasemen sementara dengan raihan delapan poin. Namun, di balik catatan positif tersebut, persoalan efektivitas lini depan menjadi sorotan utama.
Kemenangan terbaru Persebaya diraih saat menghadapi Isenmulang Kalteng FC pada pekan keempat, Jumat (9/10/2026) malam. Bermain di Stadion PKOR Sumpah Pemuda, Bandar Lampung, Persebaya hanya mampu menang tipis 1-0 berkat gol tunggal Alex Martins melalui titik penalti menjelang akhir babak pertama. Hasil tersebut memperpanjang rekor tanpa kekalahan, tetapi juga mengungkap kembali kelemahan yang sudah diantisipasi oleh pelatih Bernardo Tavares.
Baca juga:Pelatih asal Portugal itu secara terbuka menyoroti ketajaman anak asuhnya. Dalam pernyataannya seusai laga, Tavares mengakui bahwa timnya sudah cukup disiplin dalam menjaga keseimbangan pertahanan. Ia menilai lawan tidak berhasil melepaskan tembakan tepat sasaran ke gawang Persebaya. Namun, dari sisi serangan, Tavares menilai banyak peluang yang seharusnya bisa dikonversi menjadi gol tambahan. “Dari sisi penyerangan, mengingat banyaknya peluang yang kami ciptakan, kami perlu lebih akurat. Seandainya kami bisa mencetak gol kedua atau ketiga, itu akan menjadi hasil yang pantas,” ujar Tavares.
Data statistik dari empat laga awal musim ini memperkuat kekhawatiran tersebut. Dilansir dari laporan pertandingan, Persebaya tercatat telah melepaskan total 58 tembakan ke arah gawang lawan. Namun, dari jumlah yang cukup besar itu, hanya empat di antaranya yang berhasil berbuah gol. Bahkan, tiga dari empat gol tersebut dicetak oleh satu pemain, yakni Alex Martins. Angka ini menjadikan Persebaya sebagai salah satu tim dengan jumlah tembakan terbanyak di liga, tetapi dengan rasio konversi gol yang rendah.
Winger Persebaya, Miguel Pereira, juga menyadari masalah ini. Ia mengungkapkan bahwa timnya sering kali kesulitan memanfaatkan peluang yang ada. “Kami punya peluang, tetapi gagal mencetak (banyak gol),” kata pemain asal Portugal itu. Pereira menambahkan bahwa penting bagi Persebaya untuk bisa mencetak gol lebih awal, terutama saat menghadapi tim yang cenderung bermain bertahan. “Apalagi melawan tim yang kadang bermain bertahan, penting bagi kami untuk mencetak gol lebih awal agar permainan bisa lebih terbuka,” bebernya.
Baca juga:Kondisi lapangan juga turut menjadi faktor yang disebut Pereira. Ia mencontohkan pertandingan melawan Isenmulang yang digelar di Stadion PKOR Sumpah Pemuda. “Di laga perdana, kami pernah bermain di lapangan ini (PKOR). Dan kondisi lapangan di sini sangat-sangat sulit. Jadi, untuk menang, kami harus benar-benar kuat,” ungkapnya.
Selain catatan Persebaya, pekan keempat Liga Super 2026/2027 juga menyajikan hasil menarik dari tim Jawa Timur lainnya. Persik Kediri sukses mengalahkan Madura United dengan skor 2-0 dalam derbi Jatim di Stadion Brawijaya, Jumat (9/10/2026). Dua gol kemenangan Persik dicetak oleh Eduardo Barbosa. Hasil ini menghentikan laju sempurna Madura United dan membuat Persik naik ke posisi ketujuh klasemen dengan tujuh poin. Sementara itu, Arema FC harus puas berbagi angka setelah bermain imbang 2-2 melawan Bhayangkara Presisi Lampung FC di Stadion Kanjuruhan, Sabtu (10/10/2026). Sempat tertinggal 0-2 di babak pertama, Singo Edan bangkit dan memaksa laga berakhir imbang.
Di papan atas, Persija Jakarta masih memuncaki klasemen dengan 12 poin setelah menang telak 4-0 atas PSIM. Dewa United Banten FC membayangi di posisi kedua dengan 11 poin, meski telah menjalani lima pertandingan. Persebaya sendiri masih memiliki pekerjaan rumah untuk meningkatkan ketajaman lini depan jika ingin bersaing di papan atas. Dengan dua kemenangan dan dua hasil imbang, tim asuhan Bernardo Tavares sudah menunjukkan konsistensi, tetapi efektivitas serangan menjadi kunci untuk meraih kemenangan yang lebih meyakinkan di laga-laga berikutnya.
Baca juga:











