Kritik Pedas Jean-Pierre Papin untuk Kylian Mbappé: Kampanye Ballon d’Or Dinilai Berlebihan

Kylian Mbappé
Kylian Mbappé

Sorothari – 13 Oktober 2026 | Menjelang pengumuman pemenang Ballon d’Or 2026 yang akan digelar di London pada 26 Oktober mendatang, kritik keras datang dari mantan peraih penghargaan tersebut, Jean-Pierre Papin. Legenda sepak bola Prancis itu secara terbuka menyoroti sikap dan kampanye yang dilakukan oleh Kylian Mbappé dalam upayanya merebut trofi individu paling bergengsi di dunia sepak bola.

Dalam wawancara dengan France Télévisions, Papin yang merupakan peraih Ballon d’Or pada 1991 tidak menahan diri untuk menyampaikan pendapatnya. Ia mengaku respek terhadap kemampuan luar biasa yang dimiliki oleh Kylian Mbappé, namun menilai pendekatan komunikasi yang dilakukan pemain Real Madrid itu terlalu egois dan tidak sesuai dengan semangat penghargaan tersebut.

Baca juga:
Adhyaksa FC Resmi Berganti Nama Menjadi Isen Mulang FC, Siap Berlaga di Super League 2026/2027

“Kylian, saya sangat menyukainya. Dia adalah pemain pemecah rekor. Namun, di satu titik, yang terdengar hanya ‘aku, aku, aku, dan aku’,” ujar Papin dalam program LiveClub. “Seseorang menjadi Ballon d’Or, bukan karena selalu mengatakan ingin mendapatkannya. Penghargaan ini adalah keputusan orang lain.”

Papin secara spesifik mengkritik kampanye media yang gencar dilakukan oleh Mbappé beberapa pekan terakhir, termasuk pernyataan kontroversialnya di berbagai media internasional. Dalam wawancara dengan RFI dan The Athletic, Mbappé sempat menyatakan bahwa dirinya memiliki kapasitas individu yang luar biasa dan menyebut dukungan dari benua Afrika karena latar belakangnya. Ia juga mengatakan kepada AS bahwa beberapa pihak mungkin tidak suka ia terlalu banyak bicara, tetapi ia merasa hal itu perlu dilakukan.

“Dalam komunikasinya, pada satu titik dia seperti berkata ‘tidak ada orang lain selain saya yang pantas mendapatkan Ballon d’Or’. Itu terlalu berlebihan bagi saya,” tegas Papin.

Meskipun mengakui pencapaian gemilang Mbappé sepanjang musim—seperti menjadi pencetak gol terbanyak di La Liga dengan 25 gol, topskor Liga Champions dengan 15 gol, serta pemegang rekor gol terbanyak sepanjang masa di Piala Dunia dengan 22 gol—Papin menilai aspek kolektivitas dan kriteria lain juga harus dipertimbangkan. Terlebih, Mbappé gagal membawa pulang satu pun trofi tim besar pada musim ini.

Baca juga:
Krisis Manchester United: Gullit Minta Kesabaran, Martinez Minta Maaf Usai Kritik Manajemen

Kritik Papin ini sejalan dengan keresahan yang muncul di kalangan pengamat sepak bola Prancis dan Spanyol. Banyak yang menilai bahwa kampanye Mbappé untuk Ballon d’Or terkesan terlalu agresif dan tidak pada tempatnya. Bahkan, media Prancis dan Spanyol melaporkan bahwa sikap ini justru membuat sebagian juri dan publik merasa risih.

Menariknya, Papin secara terbuka menyatakan dukungannya kepada kapten timnas Inggris, Harry Kane, sebagai kandidat yang lebih layak. “Harry Kane, tidak ada satu pun yang salah darinya saat ini,” puji Papin. Dengan demikian, ia secara implisit menempatkan Kane di atas Mbappé dalam daftar favoritnya.

Selain isu Ballon d’Or, pemberitaan juga menyebut bahwa Mbappé baru-baru ini menolak tawaran kerja sama senilai lebih dari 20 juta euro untuk bergabung dengan Thierry Henry dalam proyek yang bertujuan menyaingi pengaruh Lionel Messi di dunia pemasaran. Meski demikian, informasi ini belum mendapatkan klarifikasi resmi dari pihak manajemen pemain.

Di tengah hiruk-pikuk polemik ini, Mbappé harus segera memfokuskan diri pada tugasnya bersama Real Madrid. Klub asal ibu kota Spanyol itu dijadwalkan bertandang ke markas AS Roma pada laga kedua fase liga Liga Champions, Rabu (14/10/2026) dini hari WIB. Pertandingan ini akan menjadi ujian bagi Mbappé untuk menunjukkan kualitasnya di atas lapangan, di tengah sorotan tajam terhadap sikapnya di luar lapangan.

Baca juga:
Juara US Open 2026, Elena Rybakina Rebut Takhta Peringkat Satu Dunia WTA

Pengumuman pemenang Ballon d’Or 2026 sendiri akan menjadi momen penentu. Apakah kampanye kontroversial Mbappé akan membuahkan hasil, atau justru menjadi bumerang yang membuatnya kehilangan suara? Yang jelas, kritik dari legenda seperti Papin menambah daftar panjang keraguan terhadap pendekatan pemain berusia 27 tahun tersebut dalam mengejar pengakuan individu tertinggi di sepak bola.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *