Mario Aji Finis ke-20 di Moto2 Mandalika, Rekor Terbaik Pembalap Indonesia Dipecahkan Veda Ega Pratama

Mario Aji Finis ke-20 di Moto2 Mandalika, Rekor Terbaik Pembalap Indonesia Dipecahkan Veda Ega Pratama
Mario Aji Finis ke-20 di Moto2 Mandalika, Rekor Terbaik Pembalap Indonesia Dipecahkan Veda Ega Pratama

Sorothari – 14 Oktober 2026 | Mario Aji, satu-satunya pembalap Indonesia yang berlaga di kelas Moto2, harus puas finis di posisi ke-20 pada Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 yang berlangsung di Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika, Lombok, Minggu (11/10/2026). Sementara itu, di kelas Moto3, rekan senegaranya, Veda Ega Pratama, justru mencatat sejarah baru dengan finis keenam dan memecahkan rekor poin tertinggi pembalap Indonesia di sirkuit tersebut.

Balapan Moto2 yang digelar pada siang hari sempat diwarnai insiden tabrakan beruntun yang melibatkan empat pembalap pada lap pertama. Insiden tersebut memaksa panitia mengibarkan bendera merah dan memangkas durasi balapan dari 22 lap menjadi 14 lap setelah start ulang. Mario Aji, yang memulai balapan dari posisi ke-21, berjuang keras di tengah persaingan ketat. Pembalap bernomor start 64 itu mencatatkan kecepatan maksimum 252,9 kilometer per jam, namun belum mampu menembus zona poin. Ia finis dengan selisih waktu 27,934 detik di belakang pemenang balapan, Izan Guevara dari tim BLU CRU Pramac Yamaha Moto2.

Baca juga:
F1 Grand Prix Singapura Terancam Kabut Asap Kebakaran Hutan Indonesia

Kemenangan Izan Guevara di Mandalika membuat persaingan papan atas klasemen Moto2 2026 semakin sengit. Guevara kini mengoleksi 260 poin, hanya terpaut 5,5 poin dari pemimpin klasemen Manuel Gonzalez yang mengemas 265,5 poin. Gonzalez finis di posisi kedua pada balapan kali ini, sementara podium ketiga diraih oleh Daniel Holgado dari CFMOTO Power Electronics Aspar Team. Posisi keempat dan kelima masing-masing ditempati oleh Senna Agius dan David Munoz.

Meskipun Mario Aji belum berhasil meraih poin di kandang sendiri, perjuangannya untuk bisa tampil di level tertinggi patut diapresiasi. Sejak kecil, pembalap kelahiran Magetan, Jawa Timur, itu telah menunjukkan dedikasi tinggi. Dalam sebuah kesempatan, ia menceritakan kebiasaannya pulang sekolah sambil berlari, sementara teman-temannya naik angkutan umum. Ayahnya selalu menyiapkan baju lari setiap menjemputnya. Selain itu, orang tuanya menerapkan aturan ketat: Mario tidak diizinkan mengendarai sepeda motor di jalan raya meskipun telah memiliki SIM. “Kalau di jalan raya, saya pernah dimarahi. Sampai sudah punya SIM pun tidak pernah diizinkan naik motor di jalan raya. Tapi kalau di sirkuit, bebas,” ujar Mario.

Kini Mario Aji membela tim Idemitsu Honda Team Asia di kelas Moto2. Kehadirannya di ajang Grand Prix menjadi kebanggaan tersendiri bagi Indonesia. Namun, pada seri Mandalika tahun ini, perhatian publik juga tertuju pada penampilan gemilang Veda Ega Pratama di kelas Moto3.

Baca juga:
Klasemen MotoGP Mandalika 2026: Bezzecchi Juara, Martin Kembali Pimpin Klasemen

Veda Ega Pratama, pembalap muda berusia 17 tahun asal Gunung Kidul, berhasil finis di posisi keenam pada Moto3 Mandalika 2026. Start dari posisi ketujuh, ia sempat naik ke posisi kedua pada lap awal, meskipun kemudian melorot ke posisi kedelapan menjelang akhir balapan. Namun, Veda tidak menyerah dan berhasil memperbaiki posisinya hingga finis di urutan keenam. Hasil tersebut memberinya tambahan 10 poin, sekaligus memecahkan rekor poin tertinggi yang sebelumnya dipegang oleh Mario Aji.

Sebelum Veda, Mario Aji adalah pembalap Indonesia dengan catatan terbaik di Moto3 Mandalika. Pada edisi 2022, Mario finis di posisi ke-14 dan membawa pulang dua poin. Setahun kemudian, pada 2023, Mario kembali tampil bersama Fadillah Arbi Aditama. Arbi finis di urutan ke-17, sementara Mario harus puas di posisi ke-25. Pada MotoGP Mandalika 2024, Arbi gagal finis karena terjatuh, sedangkan Mario yang sudah naik ke kelas Moto2 hanya mampu finis di posisi ke-18.

Kini, Veda Ega Pratama menorehkan catatan baru sebagai pembalap Indonesia dengan raihan poin tertinggi di Sirkuit Mandalika sejak ajang Grand Prix digelar di sana pada 2022. Pencapaian ini menjadi angin segar bagi perkembangan balap motor Indonesia, terutama dengan semakin banyaknya pembalap muda yang mampu bersaing di level internasional.

Baca juga:
Aldi Satya Mahendra Bidik Hasil Maksimal di Seri Penutup WorldSSP 2026 Jerez

Sementara itu, Mario Aji masih memiliki banyak seri balapan tersisa di musim 2026 untuk memperbaiki performanya. Meskipun hasil di Mandalika belum sesuai harapan, pengalaman dan kerja kerasnya sejak kecil menjadi modal berharga untuk terus bersaing di kelas Moto2. Publik Indonesia tentu berharap suatu saat nanti Mario Aji atau pembalap lainnya dapat menembus zona poin dan bahkan meraih podium di hadapan pendukung sendiri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *