Sorothari – 14 Oktober 2026 | Laga austin fc vs nashville pada pekan lalu menjadi mimpi buruk bagi tim tamu. Nashville SC sukses membantai Austin FC dengan skor telak 4-1 di Q2 Stadium, sebuah hasil yang memperpanjang catatan buruk The Black and Verde sekaligus mengirim mereka ke dalam tekanan besar menjelang lawatan ke markas Los Angeles FC.
Kekalahan itu tidak hanya menyakitkan dari segi skor, tetapi juga dari statistik pertandingan. Nashville mencatatkan 4,94 expected goals (xG) dari 24 tembakan, tertinggi dalam sejarah klub saat bertanding tandang. Empat gol masing-masing diciptakan oleh pemain berbeda, sementara beberapa peluang emas lainnya membentur tiang gawang. Pelatih kepala Austin FC, Davy Arnaud, tidak menutupi kekecewaannya terhadap performa anak asuhnya.
Baca juga:“Kami harus memahami bahwa kami membutuhkan 11 pemain yang berada di halaman yang sama dan bergerak ke arah yang sama. Saya rasa kami tidak memilikinya malam itu,” ujar Arnaud usai pertandingan. “Mereka lebih baik dari kami di setiap bagian permainan. Para pemain harus bertanggung jawab sebagai pemula yang mandiri, dan kami tidak melakukannya. Semua yang kami bicarakan dan kerjakan dalam latihan defensif tidak berjalan dengan baik.”
Kekalahan tersebut menghentikan laju delapan pertandingan tak terkalahkan Austin FC dan membuat mereka terpuruk di peringkat ke-13 Wilayah Barat dengan 31 poin dari 28 pertandingan. Mereka kini tertinggal lima poin dari LA Galaxy yang menempati posisi kesembilan, batas akhir zona playoff, dengan hanya enam pertandingan tersisa. Peluang untuk lolos ke postseason masih ada secara matematis, tetapi setiap hasil negatif akan semakin mempersempit jalan.
LAFC di Bawah Pelatih Baru
Di sisi lain, Los Angeles FC juga sedang tidak dalam performa terbaik. Klub yang bermarkas di BMO Stadium itu baru saja memecat pelatih Marc dos Santos setelah serangkaian hasil buruk. Xavier Tamarit, asisten pelatih yang sebelumnya menjabat sebagai pelatih sementara, ditunjuk untuk menangani tim hingga akhir musim. Debutnya berakhir dengan hasil imbang 1-1 melawan Vancouver Whitecaps.
“Kabar baiknya adalah kami sekarang memiliki pertandingan untuk dianalisis. Kami akan memiliki rekaman untuk memperbaiki apa yang tidak ingin kami lihat dan membangun hal-hal yang dilakukan tim dengan baik,” kata Tamarit setelah laga debutnya. “Saya pikir di babak kedua, tim mendapatkan posisi yang baik di sisi sayap. Sulit karena mereka bertahan dengan sangat kompak, dan kami menciptakan peluang melalui umpan silang. Kami mencetak gol, tetapi kami perlu meningkatkan.”
LAFC saat ini menempati peringkat keenam Wilayah Barat dengan 42 poin dari 29 pertandingan, dengan catatan 11 kemenangan, sembilan hasil imbang, dan sembilan kekalahan. Mereka telah mencetak 44 gol dan kebobolan 31 gol. Namun, tim hanya meraih satu kemenangan dalam 11 pertandingan liga terakhir mereka, sebuah tren yang jelas perlu segera dibalikkan jika ingin mengamankan tempat di playoff.
Baca juga:Duel Penuh Gengsi di BMO Stadium
Pertandingan antara LAFC dan Austin FC pada Kamis pagi WIB nanti akan menjadi ajang pembuktian bagi kedua tim. Bagi LAFC, BMO Stadium harus menjadi benteng yang kokoh. Kemenangan kandang akan sangat membantu memperbaiki posisi mereka di klasemen dan mengurangi tekanan yang terus menumpuk akibat hasil buruk di musim gugur ini.
Sementara itu, Austin FC datang dengan tekad untuk bangkit. Kekalahan telak dari Nashville SC menjadi tamparan keras yang harus segera dilupakan. Namun, menghadapi LAFC yang sedang terluka dan bermain di kandang sendiri bukanlah tugas mudah. Diperlukan disiplin tinggi, kerja sama tim yang solid, dan eksekusi yang klinis untuk bisa membawa pulang poin dari Los Angeles.
Secara head-to-head musim ini, kedua tim sudah pernah bertemu pada Maret lalu di Austin. Pertandingan tersebut berakhir dengan skor 1-0 untuk kemenangan LAFC. Namun, situasi kedua tim kini jauh berbeda. LAFC berganti pelatih, sementara Austin FC tengah berjuang keluar dari keterpurukan.
Davy Arnaud menegaskan bahwa timnya harus segera bangkit. “Kami harus memahami bahwa setiap pertandingan sekarang adalah final,” tegasnya. “Tidak ada lagi ruang untuk kesalahan. Para pemain harus menunjukkan karakter dan tanggung jawab mereka.”
Pertandingan ini juga akan menjadi ujian bagi skema baru yang diterapkan Xavier Tamarit di LAFC. Dengan waktu yang terbatas, ia harus mampu meramu strategi yang tepat untuk mengatasi kebuntuan tim. Apakah ia akan tetap mengandalkan serangan dari sayap seperti yang ia coba lakukan melawan Vancouver, ataukah akan ada perubahan taktik yang lebih signifikan?
Baca juga:Di kubu Austin, lini belakang yang menjadi sorotan utama setelah kebobolan empat gol dari Nashville harus segera diperbaiki. Bek tengah harus lebih komunikatif dan disiplin dalam menjaga posisi. Kegagalan dalam mengantisipasi pergerakan pemain lawan menjadi penyebab utama kekalahan sebelumnya.
Dari segi motivasi, Austin FC mungkin memiliki keuntungan psikologis karena mereka tidak diunggulkan dan tidak memiliki tekanan sebesar LAFC yang bermain di kandang. Namun, faktor tersebut tidak akan berarti apa-apa jika tidak diimbangi dengan performa di lapangan.
Pertandingan ini diprediksi akan berlangsung sengit dan ketat. Kedua tim sama-sama membutuhkan poin untuk memperbaiki posisi mereka. Bagi LAFC, kemenangan akan menjaga asa mereka untuk finis di papan atas. Bagi Austin FC, kemenangan akan menjadi suntikan moral sekaligus menjaga peluang tipis mereka untuk lolos ke playoff.
Pertandingan antara Los Angeles FC dan Austin FC dijadwalkan kick-off pada pukul 10.30 malam waktu setempat dan dapat disaksikan secara langsung melalui layanan streaming Apple TV yang kini sudah termasuk dalam paket langganan standar tanpa biaya tambahan.












