Sorothari – 15 Oktober 2026 | Serial Carrie, adaptasi modern dari novel klasik Stephen King yang disutradarai oleh Mike Flanagan, kini telah tayang perdana di Prime Video. Musim pertama dari serial yang syutingnya dilakukan di Vancouver, Kanada, ini langsung menarik perhatian berkat pendekatan baru yang segar terhadap kisah ikonik Carrie White. Dalam wawancara terbaru di Toronto International Film Festival, sejumlah pemeran utama berbagi pengalaman mereka selama syuting di Vancouver serta memberikan pandangan mendalam tentang karakter yang mereka perankan.
Summer H. Howell, yang memerankan Carrie White, bersama ikon horor Matthew Lillard yang berperan sebagai Kepala Sekolah Grayle, serta Alison Thornton yang memerankan Chris Hargensen, adalah beberapa nama yang diwawancarai oleh kreator konten Sher Everywhere. Mereka mengungkapkan tempat-tempat favorit di Vancouver selama proses produksi. Lillard menyebut Stanley Park dan jalur pejalan kaki di tepi air sebagai lokasi yang luar biasa, sementara Thornton memberikan pujian kepada Rio Theatre dan Sing Sing di Commercial Drive. Lillard juga menambahkan bahwa Vancouver benar-benar terasa seperti Hollywood Utara.
Baca juga:Serial Carrie garapan Mike Flanagan ini mendapat pujian karena berhasil memperbarui kisah lama tanpa kehilangan esensi aslinya. Dengan durasi hampir delapan jam, Flanagan mampu mengembangkan karakter secara lebih mendalam dibandingkan film-film sebelumnya yang hanya berdurasi sekitar dua jam. Salah satu karakter yang mendapat sorotan adalah Chris Hargensen, yang diperankan oleh Alison Thornton. Dalam serial ini, latar belakang keluarga Chris diungkap dengan lebih detail, menunjukkan bagaimana tekanan dan pola asuh dari ayahnya yang narsis serta ibunya yang kurang terlibat membentuk perilaku bully-nya. Meskipun demikian, Flanagan tidak menggunakan latar belakang itu untuk membenarkan tindakan Chris; ia tetap digambarkan sebagai monster pembully yang selalu menghindari tanggung jawab.
Mike Flanagan dan timnya, yang terdiri dari sutradara perempuan dan mayoritas penulis perempuan, berhasil menyoroti tema trauma antargenerasi yang diwariskan kepada anak-anak. Chris tumbuh dengan meniru perilaku buruk ayahnya, sementara Emaline mengalami penolakan dari orang tuanya, dan Margaret serta Ralph White berusaha menanamkan keyakinan sempit dan konspiratif kepada Carrie. Hanya Carrie sendiri yang berusaha lepas dari trauma tersebut, meskipun ibunya terus berusaha mengontrolnya. Margaret White, dalam adaptasi ini, masih digambarkan sangat taat beragama namun kini ditambahkan dengan kepercayaan yang mirip dengan teori konspirasi QAnon, menjadikannya karakter yang lebih relevan dengan zaman sekarang.
Matthew Lillard, yang dikenal lewat perannya di Scream, mengaku bahwa pengalaman pribadinya sebagai seorang yang pernah di-bully membuatnya merasa terhubung secara emosional dengan materi Carrie. Dalam wawancara dengan People, ia mengatakan bahwa rasa protektif sebagai ayah dari tiga anak juga membantunya mendalami peran sebagai kepala sekolah yang bertanggung jawab melindungi seluruh muridnya. Lillard menambahkan bahwa pengalaman di-bully, baik secara langsung maupun melalui media sosial, membuatnya semakin memahami penderitaan karakter Carrie.
Baca juga:Serial ini juga menampilkan adegan-adegan yang kuat, seperti saat Carrie dan Chris bertemu di kamar mandi pada episode keenam. Dalam adegan tersebut, Carrie memberikan kesempatan kepada Chris untuk berubah, namun Chris kembali ke sifat narsisnya dan malah menyalahkan Carrie atas masalah yang menimpanya. Momen ini menjadi salah satu puncak dramatis yang menunjukkan betapa dalamnya trauma yang dialami Carrie dan betapa keras kepala Chris dalam mempertahankan perilaku buruknya.
Di sisi lain, dunia hiburan juga menyoroti nama Carrie dalam konteks berbeda. Baru-baru ini, juri Dancing With the Stars Carrie Ann Inaba menjadi perbincangan setelah melarang gerakan lift dalam tarian samba yang dibawakan oleh Jenna Johnson dan Harry Shum Jr. Val Chmerkovskiy, suami Jenna, membela istrinya di media sosial dengan mengatakan bahwa Inaba seharusnya menghormati nama Jenna. Insiden ini menunjukkan bahwa nama Carrie tidak hanya identik dengan kisah horor, tetapi juga hadir dalam dunia hiburan populer lainnya.
Secara keseluruhan, serial Carrie versi Mike Flanagan berhasil menjadi salah satu adaptasi Stephen King yang paling berkesan. Dengan pengembangan karakter yang kuat, penekanan pada trauma antargenerasi, serta sentuhan modern yang relevan, serial ini layak ditonton oleh penggemar lama maupun baru. Musim pertama Carrie kini sudah dapat dinikmati di Prime Video.
Baca juga:











