Sorothari – 15 Oktober 2026 | Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) atau dalam hal ini Abraciclo, yang mewakili pabrikan motor di Brasil, baru-baru ini merevisi proyeksi produksi dan penjualan untuk tahun 2026. Revisi ini didorong oleh kinerja positif industri sepanjang tahun berjalan, yang mencatatkan rekor produksi dan penjualan dalam sembilan bulan pertama. Data ini menjadi sorotan di tengah hiruk-pikuk dunia balap, termasuk persiapan pembalap menuju ajang Moto 2.
Abraciclo kini memperkirakan produksi motor di Polo Industrial de Manaus akan mencapai 2,1 juta unit pada 2026, naik 6% dibandingkan tahun sebelumnya. Angka ini lebih tinggi dari proyeksi awal yang sebesar 2,07 juta unit. Sementara itu, penjualan di pasar domestik diperkirakan mencapai 2,35 juta unit, tumbuh 6,9% dari tahun 2025. Sebelumnya, asosiasi memperkirakan penjualan hanya 2,3 juta unit.
Baca juga:Presiden Abraciclo, Marcos Bento, menjelaskan bahwa pertumbuhan permintaan, terutama untuk model dengan silinder sedang dan besar, menjadi pendorong utama revisi ini. “Kami melihat peningkatan permintaan untuk model dengan performa lebih tinggi, kenyamanan, dan teknologi yang lebih baik,” ujarnya dalam pernyataan resmi. Selain itu, ekspor juga diproyeksikan meningkat 11,3% menjadi 48.000 unit, naik dari perkiraan awal 45.000 unit.
Data dari Januari hingga September 2026 menunjukkan produksi mencapai 1.645.034 unit, naik 9,9% dibandingkan periode yang sama tahun 2025. Ini merupakan capaian terbaik untuk sembilan bulan pertama sejak 2008. Penjualan ritel juga mencatat rekor dengan 1.783.972 unit terjual, tumbuh 10,5% secara tahunan. Namun, pada September, penjualan sedikit melambat dengan 205.120 unit, turun 0,4% dari tahun sebelumnya dan 0,1% dari Agustus.
Dari sisi kategori, motor dengan silinder rendah (hingga 150 cc) masih mendominasi, dengan pangsa 78,8% dari total produksi. Motor silinder sedang menyumbang 18,4%, sementara motor silinder besar hanya 2,8% namun mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 19,7%. Hal ini menunjukkan adanya pergeseran minat konsumen ke arah motor yang lebih bertenaga.
Baca juga:Di sisi lain, dunia balap motor juga menjadi perhatian. Pembalap muda Indonesia, Aldi Satya Maulana, tengah dipersiapkan untuk menembus ajang Moto 2 pada 2027. Manajer Motorsport PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing, Wahyu Rusmayadi, menyatakan target Aldi adalah menjadi penantang podium di World Supersport 2027 sebelum naik ke Moto 2. “Tahun 2027 targetnya harus bisa jadi podium atau winner contender di World Supersport. Sehingga dari situ, punya potensi besar sebagai Indonesian hero, masuk ke dalam Moto 2 dengan prestasi langsung di top three,” ujar Wahyu.
Aldi, yang merupakan juara dunia World Supersport 300 pada 2024, dinilai memiliki potensi besar. Managing Director Yamaha Motor Racing, Paolo Pavesio, memuji perkembangan Aldi sebagai pembalap yang terus meningkat. “Untuk saat ini, Aldi adalah pembalap yang sangat berarti bagi Yamaha. Dia adalah juara dunia pertama Indonesia. Saya suka dia terus berkembang, menjadi lebih profesional, dan menunjukkan kecepatan,” kata Paolo.
Dengan perubahan konfigurasi mesin di MotoGP menjadi 850 cc, Aldi yang terbiasa dengan mesin 900 cc dianggap memiliki modal yang baik untuk beradaptasi. Wahyu menambahkan, “Dengan motor MotoGP yang hanya 850 cc, Aldi yang terbiasa dengan 900 cc, artinya sudah punya modal, sehingga nanti tinggal bagaimana formulanya ataupun programnya untuk step up ke MotoGP.”
Baca juga:Kinerja positif industri motor di Brasil dan persiapan pembalap menuju ajang Moto 2 menunjukkan dinamika yang menarik di dunia otomotif roda dua. Abraciclo optimistis target produksi dan penjualan dapat tercapai, sementara Aldi terus berlatih untuk mewujudkan mimpi menjadi pembalap Indonesia pertama yang berlaga di Moto 2 dan MotoGP.












