Maximo Quiles Kunci Gelar Juara Dunia Moto3 2026 di Mandalika, Veda Ega Tampil Gemilang

Maximo Quiles Kunci Gelar Juara Dunia Moto3 2026 di Mandalika, Veda Ega Tampil Gemilang
Maximo Quiles Kunci Gelar Juara Dunia Moto3 2026 di Mandalika, Veda Ega Tampil Gemilang

Sorothari – 15 Oktober 2026 | Pembalap CFMOTO Gaviota Aspar Team, Maximo Quiles, resmi mengunci gelar juara dunia Moto3 2026 setelah memenangi balapan di Sirkuit Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat, pada Minggu (11/10/2026). Kemenangan ke-10 musim ini diraih dengan waktu 32 menit 36,821 detik, unggul 2,994 detik dari David Almansa yang finis kedua. Dengan tambahan 25 poin, Quiles mengoleksi 297 poin, unggul 132 poin dari Almansa yang berada di posisi kedua klasemen. Keunggulan tersebut tak lagi terkejar dengan lima seri tersisa, menjadikannya juara dunia termuda kedua di kelas Moto3 setelah David Alonso.

Balapan di Mandalika berlangsung sengit di bawah terik matahari. Quiles memimpin sejak tikungan pertama dan tak pernah tergoyahkan. David Almansa (Liqui Moly Dynavolt Intact GP) yang sempat turun ke posisi keempat mampu bangkit di paruh kedua balapan untuk mengamankan podium kedua. Brian Uriarte (Red Bull KTM Ajo) merebut podium ketiga setelah duel ketat dengan Matteo Bertelle (LEVEL UP – MTA), yang harus puas finis keempat dengan selisih 0,094 detik. Rico Salmela (Red Bull KTM Tech3) melengkapi posisi lima besar.

Baca juga:
Klasemen Moto3 2026: Veda Ega Pratama Tembus Tujuh Besar Usai Mandalika

Veda Ega Tampil Heroik di Depan Publik Sendiri

Perhatian khusus tertuju pada pembalap tuan rumah, Veda Ega Pratama. Pembalap asal Gunungkidul yang membela Honda Team Asia ini finis di posisi keenam, menjadikannya posisi terbaik dalam lima balapan terakhir. Start dari posisi ketujuh, Veda terlibat aksi salip-menyalip yang dramatis di lap terakhir, termasuk sebuah double overtake yang membuat penonton bergemuruh.

“Saya sangat senang bisa finis di posisi enam besar hari ini dan meraih poin-poin penting. Saya sangat menikmati balapan ini,” kata Veda dalam rilis resmi Honda Team Asia. “Target saya adalah melakukan start yang bagus dan tetap berada di grup terdepan, dan menurut saya kami berhasil melakukannya dengan baik di awal balapan.” Namun, ia mengakui persaingan sangat ketat. “Ada banyak pertarungan, aksi saling menyalip, dan sedikit kontak fisik, yang terkadang menciptakan jarak antar-grup.”

Baca juga:
Jadwal Moto3 Mandalika 2026 Hari Ini: Veda Ega Start P7, Target Raih Poin Perdana di Kandang

Peringkat keenam ini menambah koleksi poin Veda menjadi 115 poin dari 15 seri, mengokohkan posisinya sebagai salah satu pembalap Indonesia terbaik di kancah Grand Prix. Sebelumnya, Veda telah mencatat sejarah sebagai pembalap Indonesia pertama yang naik podium di kelas Moto3, yakni finis ketiga di GP Brasil musim ini. Prestasi itu menjadi bukti nyata dari dedikasi panjang yang dimulai sejak usia lima tahun, saat ia mulai mengendarai minibike dan mengikuti kompetisi. Sang ayah, Sudarmono, mantan pembalap nasional, menjadi fondasi penting dalam perjalanan kariernya.

Rekor dan Prestasi Quiles

Kemenangan di Mandalika juga mencatatkan sejumlah rekor bagi Maximo Quiles. Ia memastikan gelar juara dunia dengan lima balapan tersisa, melampaui catatan David Alonso (2024) dan Brad Binder (2016) yang mengunci gelar dengan empat balapan tersisa. Prestasi ini menyamai catatan legenda seperti Mike Hailwood, Giacomo Agostini, dan Marc Márquez yang juga pernah memastikan gelar dengan lima balapan tersisa di kelasnya masing-masing. Selain itu, Quiles memecahkan rekor lap Moto3 di Sirkuit Mandalika dengan catatan waktu 1 menit 36,690 detik pada sesi latihan kedua (FP2), memangkas rekor Adrian Fernandez sebesar 0,332 detik.

Baca juga:
Mario Aji Finis ke-20 di Moto2 Mandalika, Rekor Terbaik Pembalap Indonesia Dipecahkan Veda Ega Pratama

Hakim Danish Hadapi Tekanan Mental

Di sisi lain, pembalap Malaysia Hakim Danish Ramli harus menjalani debut yang penuh tantangan. Start dari posisi ke-26, ia mampu bangkit hingga mendekati posisi 10 besar, namun insiden kecil dengan Joel Kelso pada putaran terakhir dan penalti tiga detik membuatnya finis di posisi ke-14. Manajer tim ZK Racing, Zulfahmi Khairuddin, menilai Hakim menunjukkan kecepatan yang baik, namun masih perlu meningkatkan kematangan taktik dan pengelolaan emosi. “Harapan yang tinggi usai pencapaian di awal musim juga telah memberikan tekanan psikologis padanya,” ujar Zulfahmi. Dengan tambahan dua poin, Hakim kini mengoleksi 107 poin dan berada di peringkat sembilan klasemen sementara. Ia akan kembali berlaga di seri Moto3 Australia pada 22-25 Oktober 2026.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *