De Zerbi Dapat Dukungan Penuh Manajemen Tottenham Meski Tim Terpuruk di Dasar Klasemen

De Zerbi Dapat Dukungan Penuh Manajemen Tottenham Meski Tim Terpuruk di Dasar Klasemen
De Zerbi Dapat Dukungan Penuh Manajemen Tottenham Meski Tim Terpuruk di Dasar Klasemen

Sorothari – 15 Oktober 2026 | Manajer Tottenham Hotspur, Roberto De Zerbi, mendapat dukungan penuh dari manajemen klub meskipun timnya saat ini terpuruk di peringkat ke-18 klasemen sementara Premier League. Keputusan ini diambil setelah melalui evaluasi mendalam, dengan keyakinan bahwa pelatih asal Italia tersebut adalah sosok yang tepat untuk membawa Spurs bangkit dari keterpurukan.

Dalam enam pertandingan awal musim 2026-2027, Tottenham baru mengumpulkan tiga poin. Hasil tersebut membuat mereka berada di zona degradasi, sebuah posisi yang belum pernah dialami klub dalam 18 tahun terakhir. Meski demikian, pihak klub menegaskan bahwa Roberto De Zerbi tidak akan dipecat pada jeda internasional saat ini.

Baca juga:
Krisis Manchester United: Gullit Minta Kesabaran, Martinez Minta Maaf Usai Kritik Manajemen

Seperti dilaporkan oleh TEAMtalk, sumber internal klub menyebut hierarki Tottenham “firmly behind” atau sangat mendukung De Zerbi. Seorang sumber bahkan mengatakan, “Tidak ada yang lebih baik dari Roberto untuk membalikkan situasi ini; ini bukan perbaikan yang mudah, meskipun sudah banyak uang dikeluarkan di musim panas. Dia tetap menjadi orang yang tepat untuk Tottenham.”

Kepercayaan itu tidak lepas dari belanja besar-besaran yang dilakukan Tottenham pada bursa transfer musim panas lalu. Klub menggelontorkan dana lebih dari 300 juta poundsterling untuk mendatangkan sejumlah pemain bintang. Rekor transfer klub dipecahkan dua kali dalam waktu 24 jam pada Juli lalu, dengan merekrut Sandro Tonali dari Newcastle seharga 100 juta poundsterling dan Mateus Fernandes dari West Ham dengan nilai 85 juta poundsterling. Selain itu, bek Brighton Jan Paul van Hecke juga direkrut, total ada sepuluh wajah baru yang masuk ke skuad.

Namun, hasil di lapangan belum sesuai harapan. Dari enam laga, Tottenham hanya meraih satu kali imbang dan sisanya kalah. Kekalahan telak dari Brentford di pekan pertama dan performa kurang meyakinkan di laga-laga berikutnya membuat posisi De Zerbi sempat dipertanyakan.

Meskipun hasil buruk menghantui, penampilan Tottenham saat melawan Manchester United pada pekan keenam di Old Trafford mendapat pujian. Dalam laga yang berakhir imbang 1-1 tersebut, Spurs tampil dominan dan mampu mengimbangi permainan tuan rumah. Mereka unggul dalam penguasaan bola dan menciptakan sejumlah peluang emas, meskipun akhirnya harus puas berbagi angka setelah Rodrigo Bentancur mendapat kartu merah pada babak kedua.

Baca juga:
Debut Shin Tae-yong di Persija Dimulai Lawan Persebaya, Akui Persiapan Tim Belum Sepenuhnya Matang

Insiden kartu merah Bentancur menjadi sorotan. Gelandang asal Uruguay itu diusir wasit setelah terlibat benturan dengan Luke Shaw dan melakukan aksi headbutt. Namun, De Zerbi justru menunjukkan sikap yang tidak biasa. Usai pertandingan, ia mengaku telah memberikan dukungan moral kepada Bentancur. “Saya memberikan ciuman kepada Bentancur di ruang ganti,” ujar De Zerbi. “Sepak bola adalah tentang karakter. Bentancur adalah pria yang baik, pemain top, dan pribadi yang berkarakter besar. Dia melakukan kesalahan, tetapi dalam situasi ini klub membutuhkan reaksi.”

De Zerbi menambahkan, ia menyukai cara timnya bereaksi setelah kehilangan satu pemain. “Kami tidak menerima kekalahan. Itulah yang dibutuhkan tim ini.”

Selain masalah di dalam lapangan, De Zerbi juga harus menghadapi situasi rumit di luar lapangan. Penyerang asal Brasil, Richarlison, yang sebelumnya disingkirkan dari skuad utama, akhirnya mendapat kesempatan bermain bersama tim U-21 Tottenham di ajang EFL Trophy. Dalam laga melawan Cheltenham Town, Richarlison mencetak gol penyeimbang dan turut serta dalam adu penalti yang akhirnya dimenangkan Cheltenham. Richarlison pun mengunggah rasa bahagianya di media sosial, “Senang bisa melakukan apa yang paling aku cintai dalam hidup. Aku merindukannya!”

Keputusan De Zerbi untuk tidak menyertakan Richarlison di skuad utama Premier League menuai tanda tanya, terutama karena performa lini depan Tottenham yang kurang tajam. Dominic Solanke, yang menjadi andalan di lini depan, kerap gagal memanfaatkan peluang emas. Hal serupa juga dialami oleh Conor Gallagher dan Mohammed Kudus yang sering membuang kesempatan di area berbahaya.

Baca juga:
Carrick Buka Suara soal Rencana Transfer Januari Usai Ledakan Lisandro Martínez

Di sisi lain, De Zerbi berupaya membangun kekompakan tim dengan menggelar pemusatan latihan di Marbella, Spanyol, memanfaatkan jeda sembilan hari antara pertandingan melawan Manchester United dan laga berikutnya melawan Coventry City. Ia berharap kegiatan di luar lapangan, seperti makan malam bersama, dapat mempererat hubungan antarpemain. “Kami harus membangun tim, bukan sekadar kumpulan pemain. Kami adalah kelompok pemain hebat, tetapi kami belum menjadi tim,” jelas De Zerbi. “Kami harus menemukan keseimbangan antara kepercayaan diri dan rasa lapar untuk berlatih dan bermain.”

Manajemen Tottenham pun percaya bahwa dengan waktu dan dukungan penuh, De Zerbi mampu membawa tim keluar dari krisis. Meskipun hasil belum membaik, ada optimisme bahwa pendekatan yang dibangun pelatih berusia 47 tahun itu akan membuahkan hasil dalam jangka panjang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *