Sorothari – 17 Oktober 2026 | JAKARTA – Sebaran asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dilaporkan telah mencapai atmosfer DKI Jakarta. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mendeteksi keberadaan asap tersebut berdasarkan citra sebaran asap pada Jumat (16/10/2026) pukul 13.00 WIB. Meski demikian, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta menegaskan bahwa polusi udara di ibu kota hingga 14 Oktober 2026 belum dipengaruhi oleh asap kiriman dari Sumatera dan Kalimantan.
Menurut BMKG, asap terdeteksi di sejumlah wilayah di Indonesia, termasuk Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Jambi, Kepulauan Riau, Bengkulu, Kepulauan Bangka Belitung, Sumatera Selatan, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah, Gorontalo, Sulawesi Utara, Maluku, Maluku Utara, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua Tengah, Papua Pegunungan, dan Papua Selatan.
Baca juga:Sekretaris Utama BMKG, Guswanto, menjelaskan bahwa citra tersebut hanya menunjukkan keberadaan asap di atmosfer dan belum mencerminkan tingkat konsentrasi polutan di permukaan yang dihirup masyarakat. “Gambar ini hanya menunjukkan keberadaan/sebaran asap di atmosfer dan belum menunjukkan secara langsung tingkat konsentrasi polutan di permukaan yang dihirup masyarakat. Oleh karena itu, langkah yang perlu dilakukan masyarakat sebaiknya bersifat antisipatif,” ujar Guswanto saat dihubungi detikcom, Jumat (16/10/2026).
Guswanto menambahkan, arah pergerakan asap di Pulau Jawa bergerak ke arah tenggara hingga barat daya. Ia mengimbau masyarakat untuk terus memantau kualitas udara melalui informasi BMKG, Dinas Lingkungan Hidup, atau aplikasi pemantau kualitas udara. “Yang paling menentukan risiko kesehatan adalah data kualitas udara (PM2.5/AQI) saat itu, bukan hanya citra satelit sebaran asap,” lanjutnya.
Jika kualitas udara memburuk hingga kategori tidak sehat, masyarakat disarankan mengurangi aktivitas di luar ruangan dan menggunakan masker respirator seperti N95, KN95, atau KF94. “Karena lebih efektif menyaring partikel halus asap dibanding masker kain biasa,” imbuhnya. Aktivitas fisik berat seperti berlari dan bersepeda juga sebaiknya dibatasi, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, serta penderita asma, PPOK, penyakit jantung, atau gangguan pernapasan.
Namun, Humas DLH DKI Jakarta, Yogi Ikhwan, menyatakan bahwa berdasarkan data pemantauan kualitas udara dan hasil pemodelan arah angin hingga 14 Oktober 2026, belum ada indikasi polusi udara Jakarta dipengaruhi asap karhutla dari Sumatera dan Kalimantan. “Data pengukuran kualitas udara DKI Jakarta dari stasiun Reference, terkhususnya parameter kritis, yakni PM2.5 menunjukkan pola fluktuasi konsentrasi yang cukup normal sebagaimana pola fluktuasi yang terjadi di DKI Jakarta sehari-harinya. Data dari 1 – 14 Oktober menunjukkan rentang terendah hingga tertinggi sebesar 35 – 75 ug/m3,” kata Yogi kepada wartawan.
Baca juga:Yogi menjelaskan, pemodelan menggunakan Hybrid Single-Particle Lagrangian Integrated Trajectory (HYSPLIT) dengan data global periode 1-14 Oktober 2026 menunjukkan belum adanya arah angin yang berpotensi membawa polutan dari karhutla ke Jakarta. “Hingga per tanggal 14 Oktober 2026, hasil pemodelan HYSPLIT menunjukkan belum adanya arah angin yang berpotensi membawa polutan ke Jakarta yang berasal dari kejadian Karhutla, yakni Sumatera dan Kalimantan,” jelasnya. Pada ketinggian permukaan, 1.000 meter, dan 2.000 meter, arah angin masih berasal dari timur hingga tenggara mengikuti pola angin global (monsoon Australia).
Sementara itu, kebakaran hutan di Papua juga menjadi perhatian. BBC News Indonesia melaporkan bahwa lebih dari 25.000 hektare lahan terbakar sepanjang 2026. Papua Selatan menjadi episentrum karhutla, seiring masifnya pembukaan lahan untuk Proyek Strategis Nasional (PSN) di provinsi tersebut. Kabut asap dari karhutla mengganggu kesehatan warga, jadwal penerbangan, dan berbagai aktivitas. Menurut kesaksian warga dan temuan organisasi lingkungan, kebakaran telah berlangsung hampir satu bulan lebih sejak sekitar Agustus 2026. Titik api diduga berasal dari areal yang digusur perusahaan dan PSN.
Di sisi lain, Singapura mempertimbangkan untuk mengusut perusahaan di balik karhutla yang memicu asap lintas batas. Menteri Keberlanjutan dan Lingkungan Hidup Singapura, Grace Fu, mengatakan negaranya tetap membuka opsi untuk mengambil tindakan berdasarkan Undang-Undang Pencemaran Kabut Asap Lintas Batas (Transboundary Haze Pollution Act) yang berlaku sejak September 2014. “Jika diperlukan, kami akan mengambil tindakan berdasarkan Undang-Undang Pencemaran Kabut Asap Lintas Batas (Transboundary Haze Pollution Act) Singapura, serta menjajaki langkah bersama dengan negara-negara lain,” tulisnya dalam unggahan media sosial seperti dilansir Channel News Asia, Jumat (16/10/2026).
Kualitas udara di Singapura sempat memburuk drastis pada Rabu lalu dengan tingkat PM2.5 per jam di wilayah barat mencapai 288 pada pukul 15.00 waktu setempat, tertinggi sejak 2015. Indeks Standar Polusi (PSI) 24 jam juga mencapai puncaknya di angka 212 di wilayah barat pada Kamis, menjadi rekor tertinggi baru tahun ini. Pemerintah Singapura telah menyalurkan masker N95 gratis kepada warga rentan dan menyediakan tempat berlindung berpendingin udara di pusat-pusat komunitas.
Baca juga:Di dalam negeri, Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni menemui relawan karhutla di Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP) usai viralnya seruan ‘ramai-ramai undur diri’. Dalam pertemuan itu, Raja Juli didampingi Mayjen TNI Zainul Arifin berdialog dengan perwakilan Yayasan Orangutan Hijau Kalimantan (YOHK), Himpunan Pariwisata Indonesia (HPI), ASITA, ASTINDO, Himpunan Klotok Wisata Kumai (HKWK), Tourism Cook Association (TCA), Persatuan Speed Kumai, serta masyarakat mitra polhut Desa Sungai Sekonyer. Menhut mengapresiasi keterlibatan masyarakat dan menekankan pentingnya gotong royong. “Ini saatnya kita gotong royong. Ini saatnya kita berbagi solidaritas. Tentu namanya judulnya kerelawanan atau voluntarisme, itu memang harus panggilan dari hati,” kata Raja Juli dalam keterangannya yang diterima detikKalimantan, Jumat (16/10/2026).
Ia menyebut dua bupati akan dilibatkan sebagai penasihat, bersama Pangdam dan Kapolda. Sementara Danrem akan bertindak sebagai komandan operasi atau incident commander, dengan relawan turut dilibatkan dalam koordinasi. Pemerintah juga akan membentuk Masyarakat Peduli Api (MPA) di 15 desa sekitar Tanjung Puting, dilengkapi peralatan pemadaman seperti mesin air dan jet shooter. Langkah ini diharapkan mempercepat respons awal ketika kebakaran terdeteksi.
Hingga saat ini, BMKG terus memantau pergerakan asap dan kualitas udara. Masyarakat diimbau tetap waspada dan mengikuti informasi resmi dari pemerintah. Sementara itu, pemerintah Indonesia belum memberikan keterangan resmi terkait permintaan Singapura untuk mengusut perusahaan yang diduga bertanggung jawab atas karhutla.












