Shanghai Port Ditahan Daejeon Hana Citizen 1-1 di ACL Elite, Kevin Muscat Soroti Ketajaman Lini Depan

Shanghai Port Ditahan Daejeon Hana Citizen 1-1 di ACL Elite, Kevin Muscat Soroti Ketajaman Lini Depan
Shanghai Port Ditahan Daejeon Hana Citizen 1-1 di ACL Elite, Kevin Muscat Soroti Ketajaman Lini Depan

Sorothari – 17 Oktober 2026 | Laga Shanghai Port vs Daejeon Hana Citizen dalam lanjutan AFC Champions League Elite 2026/2027 berakhir imbang 1-1 di Stadion Pudong Football, Selasa (13/10/2026). Hasil ini membuat kedua tim sama-sama mengoleksi empat poin dari dua pertandingan dan menempatkan mereka di papan tengah klasemen sementara zona timur. Gol tuan rumah dicetak Prince Ampem pada menit ke-49, sementara Daejeon membalas melalui Diogo Oliveira lima menit berselang. Pelatih Shanghai Port, Kevin Muscat, mengaku timnya kehilangan momentum untuk meraih kemenangan penuh di hadapan pendukung sendiri.

Pertandingan berjalan dengan tempo tinggi sejak awal. Shanghai Port, yang mengawali kampanye ACL Elite musim ini dengan kemenangan dramatis 6-4 atas Ratchaburi, kembali mengandalkan produktivitas lini serangnya. Namun, rapatnya pertahanan Daejeon Hana Citizen yang datang dengan kepercayaan diri tinggi setelah melewati sejumlah pertandingan tanpa kekalahan membuat tuan rumah kesulitan menciptakan peluang bersih. Daejeon, yang dikenal dengan julukan The Purples, tampil disiplin dan beberapa kali melancarkan serangan balik cepat yang merepotkan barisan belakang Shanghai Port.

Baca juga:
Lionel Messi Tutup Karier Internasional dengan Kemenangan, Nomor 10 Argentina Tak Bisa Dipensiunkan

Memasuki babak kedua, Shanghai Port meningkatkan intensitas serangan. Hasilnya, pada menit ke-49, Prince Ampem berhasil memecah kebuntuan setelah memanfaatkan umpan silang dari sisi kanan. Keunggulan tuan rumah hanya bertahan lima menit. Daejeon merespons cepat melalui aksi individu Diogo Oliveira yang menembus pertahanan lawan dan menaklukkan kiper Shanghai Port. Gol tersebut menjadi pukulan telak bagi tuan rumah yang tengah berusaha mengendalikan permainan. Hingga peluit panjang dibunyikan, kedudukan 1-1 tidak berubah.

Kevin Muscat dalam konferensi pers usai pertandingan menyatakan bahwa timnya seharusnya bisa memanfaatkan sejumlah peluang yang tercipta. “Kami kehilangan konsentrasi setelah mencetak gol. Daejeon adalah tim yang berbahaya dalam transisi, dan mereka menghukum kami,” ujarnya. Meskipun demikian, Muscat menegaskan bahwa hasil ini masih dalam koridor yang bisa diterima mengingat kompetisi masih panjang. Shanghai Port selanjutnya akan menghadapi laga tandang melawan wakil Jepang, Kashima Antlers, pada matchday ketiga bulan depan.

Sementara itu, pelatih Daejeon Hana Citizen, Lee Min-sung, mengapresiasi kerja keras para pemainnya yang mampu menahan gempuran tuan rumah. “Kami tahu Shanghai Port memiliki lini serang yang tajam, tetapi kami berhasil mengantisipasi. Satu poin di kandang lawan adalah hasil yang positif,” kata Lee. Daejeon akan menjamu wakil Thailand, Buriram United, di laga berikutnya. Hasil imbang ini membuat persaingan di Grup Timur semakin ketat, dengan lima tim memiliki poin yang sama yakni empat poin.

Baca juga:
Alasan Ruben Amorim Masukkan Kembali Fikayo Tomori ke Skuad AC Milan

Dalam pertandingan lain yang berlangsung bersamaan, Kashima Antlers berhasil mengalahkan tuan rumah Cong An Ha Noi dengan skor 1-0 melalui gol bunuh diri. Kemenangan ini membawa Kashima memuncaki klasemen sementara zona timur dengan enam poin, disusul Gamba Osaka yang juga mengoleksi enam poin setelah mengalahkan Newcastle Jets 3-1. Sementara itu, Beijing Guoan, Kyoto Sanga, dan Johor Darul Ta’zim juga meraih kemenangan pada matchday kedua. Khususnya, Johor Darul Ta’zim yang diperkuat Marcos Guilherme menang 2-0 atas Pohang Steelers berkat dua gol Guilherme di babak kedua.

Bagi Shanghai Port, hasil imbang ini menjadi bahan evaluasi terutama dalam hal menjaga fokus setelah mencetak gol. Statistik menunjukkan bahwa Shanghai Port memiliki catatan gol yang mengesankan, tetapi masalah di lini pertahanan masih menjadi pekerjaan rumah. Daejeon Hana Citizen sendiri membuktikan bahwa mereka bukan tim yang bisa dianggap remeh. Dengan komposisi pemain yang seimbang dan taktik disiplin, The Purples berpotensi menjadi kuda hitam di kompetisi ini.

Pertandingan Shanghai Port vs Daejeon Hana Citizen juga menjadi sorotan karena menampilkan duel taktik antara dua pelatih yang berpengalaman. Kevin Muscat, yang sebelumnya menangani Melbourne Victory dan Yokohama F. Marinos, dikenal dengan gaya sepak bola menyerang. Sementara Lee Min-sung lebih mengutamakan keseimbangan dan efisiensi. Hasil imbang ini menunjukkan bahwa kedua pendekatan memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing.

Baca juga:
Bursa Transfer Dramatis Jamie Leweling: Antara Godaan AS Roma dan Kegagalan Manuver Borussia Dortmund

Kedua tim akan kembali berlaga pada matchday ketiga AFC Champions League Elite yang dijadwalkan pada 25-26 November 2026. Shanghai Port akan bertandang ke markas Kashima Antlers di Jepang, sementara Daejeon Hana Citizen akan menjamu Buriram United di Stadion Daejeon World Cup. Laga-laga tersebut akan sangat menentukan bagi peluang kedua tim untuk lolos ke babak gugur. Hingga saat ini, belum ada informasi resmi mengenai kondisi pemain yang cedera atau absen pada laga berikutnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *