Spalletti dan Dilema Dua Penyerang: Juventus Bidik Sorloth, Conceicao Terancam Cadangan

Spalletti dan Dilema Dua Penyerang: Juventus Bidik Sorloth, Conceicao Terancam Cadangan
Spalletti dan Dilema Dua Penyerang: Juventus Bidik Sorloth, Conceicao Terancam Cadangan

Sorothari – 17 Oktober 2026 | Luciano Spalletti tengah menimbang perubahan besar dalam taktik Juventus. Pelatih asal Certaldo itu dikabarkan mempertimbangkan untuk memainkan dua penyerang secara bersamaan, sebuah skema yang mulai menunjukkan hasil dalam kemenangan dramatis atas Celta Vigo di Europa League. Keputusan ini berpotensi mengubah lanskap lini depan Bianconeri, termasuk membuka peluang bagi kedatangan striker baru pada bursa transfer Januari mendatang.

Dalam laga di Estadio Balaidos, Spalletti menurunkan Nick Woltemade dan Randal Kolo Muani sebagai starter. Duo ini membuktikan sinergi mereka dengan mencetak masing-masing satu gol untuk membalikkan keadaan menjadi 2-1. Kemenangan tersebut menjadi yang pertama bagi Juventus setelah tertinggal lebih dulu dalam 320 hari, sejak mengalahkan Cagliari 2-1 pada 29 November 2025. Fakta ini menegaskan bahwa kombinasi dua penyerang mampu memberikan dimensi baru bagi serangan tim.

Baca juga:
Juventus Terpuruk di Klasemen Serie A, Masalah Konsistensi dan Lini Serang Menghantui

Woltemade, yang didatangkan dari Newcastle, mengaku senang dengan peran barunya. “Ketika kami bermain berdua, lebih sulit bagi bek untuk menjaga kami,” ujarnya usai laga. Kolo Muani, yang mencetak gol kemenangan melalui sundulan di area kecil, juga menunjukkan kecepatan dan ketajamannya. Spalletti sendiri menyadari potensi ini, namun masih ragu karena minimnya stok penyerang cadangan. Arkadiusz Milik masih cedera, sementara pengganti seperti Ekhator baru akan tersedia dalam sepuluh hari ke depan.

Dilema Formasi dan Pergerakan di Bursa Transfer

Spalletti dikenal fleksibel dengan formasi. Dalam skema 4-2-3-1 atau 3-4-2-1, Woltemade dapat berperan sebagai penyerang tengah, sementara Kolo Muani bisa ditempatkan sebagai winger kiri atau second striker. Namun, keterbatasan pemain membuat pelatih berusia 67 tahun itu harus berpikir keras. Opsi lain adalah kembali ke satu penyerang, tetapi hanya sebagai rencana cadangan saat pertandingan berjalan.

Kebutuhan akan penyerang baru semakin mendesak. Nama Alexander Sorloth kembali mencuat. Penyerang Atletico Madrid itu sudah lama masuk radar Juventus. Menurut laporan, kedua klub mungkin melakukan pertukaran pemain, dengan Sorloth pindah ke Turin dan Jonathan David menuju Madrid. Negosiasi ini masih dalam tahap awal dan belum ada kesepakatan resmi.

Baca juga:
Aktivitas Transfer dan Peta Persaingan Baru Juventus FC di Panggung Eropa

Di sisi lain, situasi Francisco Conceicao menjadi perhatian. Pemain Portugal itu terlibat insiden emosional saat digantikan pada menit ke-64 melawan Celta Vigo. Ia langsung menuju lorong ganti tanpa menyapa bangku cadangan. Spalletti pun memberikan komentar pedas. “Sebaiknya dia marah pada dirinya sendiri. Jika ada yang ingin dikatakan, kita bisa bicara. Tapi penampilannya tidak memuaskan, dan dia terjatuh tiga kali di awal,” kata Spalletti. Conceicao kemudian memberikan klarifikasi melalui Sky Sport, membantah adanya perselisihan dengan staf. “Saya tidak bertengkar dengan siapa pun. Saya hanya perlu mengganti kaus dan ke toilet,” jelasnya.

Meski demikian, Conceicao tetap berisiko dicadangkan saat Juventus menjamu Lazio di Allianz Stadium, Minggu malam. Lazio saat ini memuncaki klasemen Serie A. Spalletti kemungkinan akan melakukan rotasi, dan Edon Zhegrova yang sedang dalam performa terbaik serta tidak terdaftar di Liga Europa, bisa menjadi pilihan di sayap kanan. Weston McKennie juga menjadi alternatif setelah bermain penuh melawan Celta.

Strategi Provokasi Spalletti untuk Membangun Karakter

Spalletti dikenal memiliki pendekatan unik dalam memotivasi pemain. Ia kerap melontarkan pernyataan tajam untuk memicu reaksi. Setelah laga melawan Cagliari, ia menyebut timnya “tidak layak memakai kaus Juventus”. Ia juga pernah mengatakan butuh “muka-muka tebal” dan “kepala panas” di skuadnya. “Saya butuh sedikit lebih banyak pemain nakal dan lebih sedikit pemain baik,” ujarnya. Tujuannya jelas: menghilangkan sikap lemah dan membangun mental juara yang sempat hilang.

Baca juga:
Randal Kolo Muani Resmi ke Juventus dalam Daftar Transfer Termahal Serie A

Pendekatan ini bukan tanpa alasan. Sejak mengambil alih Juventus pada akhir Oktober 2025, Spalletti mewarisi tim yang terpuruk di peringkat tujuh Serie A. Meski kontraknya hanya delapan bulan, ia yakin bisa membawa Bianconeri kembali bersaing. “Jika saya tidak percaya pada potensi tim ini, mengapa saya menerima kontrak jangka pendek? Saya berharap bisa masuk dalam perebutan scudetto,” tegasnya saat diperkenalkan.

Kini, dengan performa yang masih naik-turun, Spalletti terus mencari formula terbaik. Laga melawan Lazio akan menjadi ujian berikutnya. Apakah ia akan kembali memainkan Woltemade dan Kolo Muani sejak awal? Atau akankah ia memilih satu penyerang dan menambah kreativitas di lini tengah? Yang pasti, keputusan Spalletti akan sangat menentukan arah Juventus musim ini. Sementara itu, bursa transfer Januari semakin dekat, dan nama Sorloth terus menguat sebagai target utama.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *