Netflix Hidupkan Kembali Narnia 2027, Meryl Streep Jadi Aslan Picu Kontroversi

Netflix Hidupkan Kembali Narnia 2027, Meryl Streep Jadi Aslan Picu Kontroversi
Netflix Hidupkan Kembali Narnia 2027, Meryl Streep Jadi Aslan Picu Kontroversi

Sorothari – 17 Oktober 2026 | Jagat film internasional kembali dihebohkan dengan kebangkitan waralaba fantasi legendaris, Narnia. Netflix dikabarkan akan merilis adaptasi terbaru berjudul “Narnia: The Magician’s Nephew” pada 12 Februari 2027 di bioskop, disusul penayangan perdana di platform streaming tersebut pada 2 April 2027. Film ini disutradarai oleh Greta Gerwig, yang sebelumnya sukses besar lewat “Barbie” dan “Little Women”. Namun, keputusan penunjukan Meryl Streep sebagai pengisi suara Aslan, sang singa yang menjadi simbol Kristus dalam karya C.S. Lewis, telah memicu gelombang protes dari kalangan konservatif Kristen di Amerika Serikat.

Kontroversi ini bukanlah yang pertama menghinggapi proyek ambisius Netflix tersebut. Sejak awal pengumuman, para penggemar setia novel C.S. Lewis telah menyuarakan kekhawatiran bahwa Gerwig, yang dikenal dengan pendekatan feminis dalam film-filmnya, akan mengubah esensi cerita yang sarat nilai-nilai Kristiani. Kekhawatiran itu memuncak ketika Meryl Streep dikonfirmasi akan mengisi suara Aslan, menggantikan Liam Neeson yang mengisi suara karakter tersebut dalam trilogi film Disney sebelumnya.

Baca juga:
Zendaya dan Anting 3.000 Tahun: Kontroversi di Balik Kemewahan Premiere The Odyssey

Jenna Ellis, mantan penasihat hukum Donald Trump, dalam program radionya mengecam keputusan tersebut sebagai bentuk penodaan terhadap Kristus. “Mengisi suara Aslan dengan seorang wanita adalah penghujatan,” ujarnya. Senada dengan itu, Isabel Brown dari Daily Wire menilai langkah tersebut sebagai penolakan terang-terangan terhadap maksud C.S. Lewis yang secara eksplisit menyatakan Aslan sebagai inkarnasi Kristus dalam dunia Narnia. “Ini adalah penghinaan yang disengaja terhadap Kekristenan,” tulis Brown.

Di sisi lain, Greta Gerwig dalam sebuah wawancara dengan Stephen Colbert di acara preview trailer di New York City, mengungkapkan kedekatannya dengan tema spiritual. “Iman telah menjadi benang merah dalam semua karya saya. Bagi saya, film dan iman selalu berjalan beriringan,” ujar Gerwig. Ia juga mengungkapkan bahwa ia membaca seluruh karya Lewis dan mengunjungi Oxford serta Cambridge untuk menyelaraskan diri dengan jiwa penulis tersebut. Bahkan, ia berhasil mendapatkan izin menggunakan lagu “Stairway to Heaven” dari Led Zeppelin, yang menurutnya memiliki tema perjalanan spiritual serupa dengan Narnia.

Baca juga:
Kuasa Hukum Sebut Vicky Prasetyo Kirim Uang ke Fangfang Usai Melahirkan, Pihak Istri Siri Membantah

“Narnia: The Magician’s Nephew” merupakan adaptasi pertama dari novel keenam dalam seri Narnia, yang secara kronologis menjadi prekuel dari kisah-kisah lainnya. Film ini menceritakan asal-usul dunia Narnia dan petualangan Digory Kirke, yang ibunya sakit keras, mirip dengan kehidupan Lewis yang kehilangan ibunya karena kanker saat masih muda. Proyek ini digadang-gadang sebagai produksi termahal Netflix dengan anggaran mencapai 280 juta dolar AS, namun muncul laporan bahwa pihak Netflix khawatir film ini akan gagal secara komersial. Beredar rumor bahwa Netflix meminta syuting ulang dan Gerwig membutuhkan bantuan sutradara lain di meja penyuntingan.

Meskipun demikian, para penggemar Narnia tetap memiliki alasan untuk bersemangat. Sebelum perilisan film baru, Disney dan Walden Media akan merilis edisi khusus remastered dari “The Chronicles of Narnia: The Lion, the Witch and the Wardrobe” pada 15 Desember 2026. Edisi ini akan tersedia dalam paket SteelBook 4K Ultra HD, Blu-ray, dan kode digital, lengkap dengan konten tambahan seperti “Creatures of the World”, “Explore Narnia: 3D Map”, serta komentar audio dari sutradara Andrew Adamson dan tim. Film asli tahun 2005 tersebut meraih kesuksesan besar dengan pendapatan lebih dari 745 juta dolar AS dan memenangkan Oscar untuk kategori tata rias terbaik.

Baca juga:
3 Idol KPop Cewek Main Drakor Bareng Lee Sang Yeob, Ada Hyeri

Dengan dua peristiwa besar dalam beberapa bulan ke depan, para penggemar Narnia di seluruh dunia akan disuguhi kembalinya film klasik dalam format remastered, diikuti dengan awal baru dari adaptasi Netflix. Namun, bayang-bayang kontroversi dan ekspektasi tinggi tetap menyertai langkah Netflix dan Gerwig dalam menghidupkan kembali dunia fantasi yang telah lama dinantikan ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *