Sorothari – 17 Oktober 2026 | Ganda putra Indonesia, Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri, memastikan diri melaju ke babak final Denmark Open 2026 setelah menumbangkan unggulan kedua asal China, Liang Wei Keng/Wang Chang, dalam pertarungan sengit tiga gim dengan skor 21-16, 16-21, 21-16. Pertandingan semifinal yang digelar di Jyske Bank Arena, Odense, Denmark, pada Sabtu (17/10/2026) sore WIB itu berlangsung selama 58 menit dan menjadi momen revans bagi Fajar/Fikri, yang sebelumnya sempat dikalahkan pasangan yang sama di perempat final Asian Games 2026.
Kemenangan ini membuka peluang besar bagi Fajar/Fikri untuk meraih gelar juara di turnamen BWF World Tour Super 750 tersebut. Penentuan juara akan berlangsung pada laga final yang digelar besok, Minggu (18/10/2026). Fajar/Fikri, yang menempati unggulan ketiga, menjadi satu-satunya wakil Indonesia yang tersisa di semifinal setelah dua wakil lainnya tumbang di perempat final.
Baca juga:Pada babak perempat final yang berlangsung Jumat (16/10/2026), tunggal putri Putri Kusuma Wardani harus mengakui keunggulan Wang Zhi Yi dari China melalui dua gim langsung, 17-21, 16-21. Kekalahan tersebut menjadi yang kesembilan dari sepuluh pertemuan mereka. Sementara itu, tunggal putra Alwi Farhan juga terhenti setelah kalah dari wakil tuan rumah, Anders Antonsen, dengan skor 17-21, 16-21, sehingga memperpanjang rekor pertemuan menjadi 1-2 untuk keunggulan Antonsen.
Fajar/Fikri sendiri melangkah ke semifinal setelah menyingkirkan pasangan Thailand, Peeratchai Sukphun/Pakkapon Teeraratsakul, di perempat final dengan kemenangan dua gim langsung 21-17 dan 21-16. Sementara Liang/Wang memastikan tiket ke empat besar setelah melewati pertandingan ketat melawan pasangan Malaysia, Goh Sze Fei/Nur Izzuddin, melalui tiga gim 18-21, 21-18, dan 21-15.
Jalannya pertandingan semifinal antara Fajar/Fikri melawan Liang/Wang berlangsung ketat sejak awal. Pada gim pertama, Fajar/Fikri langsung mengambil inisiatif serangan dan mampu unggul jauh 14-6. Meskipun Liang/Wang berusaha mengejar, pasangan Indonesia tetap tenang dan menutup gim pertama dengan 21-16. Memasuki gim kedua, Fajar/Fikri sempat memimpin 4-2, namun Liang/Wang berhasil membalikkan keadaan dan unggul 11-9 saat interval. Pasangan China itu pun mempertahankan keunggulan hingga akhir gim kedua dengan skor 16-21.
Baca juga:Di gim penentuan, Fajar/Fikri tampil lebih rapi dan ngotot. Mereka kembali menunjukkan agresivitas dan tidak memberikan kesempatan bagi Liang/Wang untuk mengembangkan permainan. Alhasil, Fajar/Fikri menutup gim ketiga dengan kemenangan 21-16 dan memastikan tiket ke final. Kemenangan ini terasa istimewa karena berhasil mengalahkan juara dunia 2026 asal China tersebut.
Di balik pencapaiannya di lapangan, Muhammad Shohibul Fikri memiliki perjalanan pendidikan yang menarik. Pebulu tangkis kelahiran Bandung, 16 November 1999, ini berhasil menyelesaikan pendidikan sarjana di tengah kesibukannya menjalani latihan dan mengikuti berbagai turnamen internasional. Fikri menempuh pendidikan tinggi di Universitas Adhirajasa Reswara Sanjaya (ARS), Bandung, dengan mengambil program studi Manajemen. Kabar kelulusannya menjadi perhatian setelah ia membagikan momen wisuda melalui akun Instagram pribadinya.
Fikri mulai mengenal bulu tangkis sejak usia lima tahun. Minatnya terhadap olahraga tepok bulu tersebut berkembang menjadi perjalanan profesional yang membawanya masuk ke pemusatan latihan nasional PBSI pada 2017. Dilansir dari laman PBSI, Fikri memiliki tinggi badan 178 sentimeter dan bermain menggunakan tangan kanan. Ia juga tercatat pernah berlatih di klub Kotab sebelum bergabung dengan PB SGS PLN Bandung.
Baca juga:Sepanjang kariernya, Fikri telah menunjukkan konsistensi sebagai salah satu andalan ganda putra Indonesia. Bersama Fajar Alfian, ia kini memburu gelar juara di Denmark Open 2026. Jika berhasil, ini akan menjadi gelar bergengsi bagi pasangan tersebut di level BWF Super 750. Laga final akan digelar pada Minggu (18/10/2026) dan dapat disaksikan melalui siaran langsung maupun streaming.












