Brewers Sapu Bersih Dodgers, Akhiri Mimpi Tiga Gelar Beruntun Los Angeles

Brewers Sapu Bersih Dodgers, Akhiri Mimpi Tiga Gelar Beruntun Los Angeles
Brewers Sapu Bersih Dodgers, Akhiri Mimpi Tiga Gelar Beruntun Los Angeles

Sorothari – 18 Oktober 2026 | Duel dodgers vs brewers di National League Championship Series (NLCS) 2026 berakhir mengejutkan. Milwaukee Brewers menyapu bersih Los Angeles Dodgers dalam empat pertandingan, sekaligus mengubur ambisi juara bertahan untuk meraih gelar ketiga secara beruntun. Kemenangan 6-4 pada Gim 4 di Dodger Stadium, Kamis (15/10/2026), memastikan Brewers melaju ke World Series untuk pertama kalinya sejak 1982.

Bagi Dodgers, kekalahan ini menjadi pukulan telak. Tim asuhan Dave Roberts tampil sebagai favorit setelah mendominasi musim reguler dengan 204 home run, jauh di atas Brewers yang hanya mencatat 154 homer. Namun, dalam serial singkat, kekuatan power hitting tak lagi menjadi jaminan. Brewers yang di musim reguler berada di peringkat 28 dari 30 tim dalam hal home run justru meledakkan 7 homer di NLCS, sementara Dodgers hanya mampu membalas dengan 1 home run.

Baca juga:
Kemenangan Telak Guadalajara atas Atlético San Luis dan Persiapan Menghadapi Pumas

Manajer Brewers, Pat Murphy, menegaskan timnya datang bukan untuk sekadar melengkapi. “Kami tidak datang untuk bermain-main. Kami lapar, dan selama ada kesempatan yang adil, kami akan memberikan yang terbaik untuk menang. Itulah yang kami lakukan,” ujarnya seperti dikutip dari laporan wartawan.

Kemenangan Brewers dibangun di atas performa bullpen yang solid dan kemampuan comeback yang luar biasa. Di Gim 4, Dodgers sempat unggul 4-0 pada inning kedua berkat home run pertama Shohei Ohtani di postseason kali ini. Namun, Brewers perlahan bangkit. Garrett Mitchell mencetak home run go-ahead pada inning keenam, sebelum David Hamilton—pemukul urutan kesembilan yang hanya mencetak empat homer di musim reguler—menambah keunggulan dua run melalui solo shot off Edwin Díaz di inning kesembilan.

Kapten Brewers, Christian Yelich, mengungkapkan semangat timnya saat tertinggal. “Kami tertinggal lebih awal malam ini dan kami berpikir, ini akan menjadi cerita yang hebat. Kami akan bangkit dan memenangkan ini. Tetap bersama, mulai memangkas selisih,” katanya. Dan itulah yang dilakukan Brewers.

Kesuksesan Brewers tak lepas dari kontribusi Jake Bauers yang dinobatkan sebagai NLCS MVP, penghargaan pertama dalam sejarah klub. Pemain berusia 31 tahun itu mencatat enam RBI, termasuk home run go-ahead dalam 11 pitch melawan Blake Snell di Gim 3, serta walk 12 pitch melawan Yoshinobu Yamamoto dan pukulan-pukulan penting di Gim 4. Bauers mengaku sempat berpikir untuk pensiun setelah kariernya tak mulus di berbagai organisasi, tetapi bertahan demi keluarga. Pada 2026, ia mencetak 26 home run dalam musim terobosan.

Baca juga:
Tembus Final US Open 2026, Ben Shelton Siap Hadapi Alexander Zverev Demi Cetak Sejarah

Di kubu Dodgers, kekalahan ini mengungkap masalah yang lebih dalam dari sekadar skor akhir. Tim kesulitan memukul saat ada pelari di scoring position, beberapa bintang tampil di bawah performa, dan bullpen gagal di momen-momen krusial. Sebuah analisis bahkan mendesak rencana beban kerja yang lebih berbasis medis untuk Shohei Ohtani. Meski demikian, fondasi skuad masih kuat: 11 pemain yang mencapai setidaknya 253 plate appearance semuanya masih terikat kontrak hingga setidaknya 2027.

Musim dingin ini, Dodgers dihadapkan pada keputusan besar. Mereka harus mempertimbangkan apakah akan mengejar starter free agent Tarik Skubal dan bagaimana mengatasi potensi kepergian para reliever seperti Alex Vesia, Evan Phillips, dan Blake Treinen. Opsi internal seperti prospek outfield Josue De Paula bisa menjadi pertimbangan, sambil mencermati kondisi kesehatan Tommy Edman dan usia veteran Freddie Freeman, Max Muncy, serta Mookie Betts.

Sementara itu, Brewers kini bersiap untuk World Series. Mereka akan menjamu Cleveland atau Tampa Bay pada laga pembuka 23 Oktober mendatang, dengan keunggulan satu minggu istirahat. Bagi Milwaukee, ini adalah kesempatan emas untuk meraih gelar pertama setelah 44 tahun penantian. Kemenangan atas Dodgers dalam dodgers vs brewers menjadi bukti bahwa semangat kolektif dan eksekusi di momen krusial bisa mengalahkan kekuatan di atas kertas.

Duel dodgers vs brewers juga menghadirkan cerita menarik di balik bangku cadangan. Dave Roberts dan Pat Murphy sempat bersama-sama menangani San Diego Padres pada musim 2015 yang penuh gejolak sebelum membangun kesuksesan di tim masing-masing. Kini, Murphy yang membawa Brewers ke puncak, sementara Roberts harus menerima kenyataan pahit.

Baca juga:
Inter Miami vs Atlanta United Berakhir Imbang 2-2, Lionel Messi Cetak Rekor Bersejarah di MLS

Bagi para penggemar Dodgers, kekalahan ini menyisakan kekecewaan mendalam. Namun, dengan sebagian besar inti tim masih terikat kontrak, mereka berpeluang bangkit pada 2027. Sementara Brewers, dengan keyakinan yang membara, akan berusaha menuntaskan misi: membawa trofi Commissioner’s Trophy ke Milwaukee untuk pertama kalinya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *