Investor Asing Borong Saham BBCA, IHSG Melaju Menuju Level 6.700

Investor Asing Borong Saham BBCA, IHSG Melaju Menuju Level 6.700
Investor Asing Borong Saham BBCA, IHSG Melaju Menuju Level 6.700

Sorothari – 04 September 2026 | Laju pergerakan saham bbca berhasil mencatatkan kinerja positif seiring derasnya aliran dana investor asing yang masuk ke pasar modal domestik pada perdagangan akhir pekan, Jumat (4/9/2026). Penguatan emiten perbankan berkapitalisasi besar ini turut menjadi motor penggerak utama bagi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang melaju kokoh di zona hijau sejak pembukaan sesi pertama.

Berdasarkan data perdagangan bursa, harga saham PT Bank Central Asia Tbk ini terapresiasi 0,74 persen menuju posisi Rp6.825 per lembar saham pada sesi pagi. Saham berkode BBCA tersebut dibuka menguat ke level Rp6.800 dan bergerak pada rentang harga Rp6.800 hingga Rp6.825 per lembar saham, dengan total nilai transaksi mencapai Rp68,7 miliar dari volume perdagangan sekitar 99.649 saham.

Baca juga:
Eskalasi Geopolitik dan Ledakan Kebutuhan Listrik Picu Ancaman Krisis Energi Global

Dukungan Dana Asing pada Saham BBCA dan Big Caps

Penguatan yang dialami saham bbca melanjutkan tren positif dari sesi perdagangan sebelumnya. Pada Kamis (3/9/2026), pemodal nonresiden membukukan aksi beli bersih (net foreign buy) yang signifikan di pasar reguler sebesar Rp1,11 triliun, atau mencapai Rp1,07 triliun di seluruh pasar. Saham BBCA menjadi salah satu target utama akumulasi investor asing dengan nilai pembelian bersih mencapai Rp207,10 miliar.

Selain BBCA, aliran dana asing juga membanjiri sejumlah saham unggulan berkapitalisasi jumbo lainnya. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) memimpin akumulasi asing dengan net buy sebesar Rp471,38 miliar, disusul oleh PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) senilai Rp131,92 miliar, serta PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) dengan nilai Rp108,95 miliar. Masuknya modal asing tersebut secara langsung menopang stabilitas indeks komposit nasional.

Kinerja sejumlah saham berkapitalisasi besar pada perdagangan sebelumnya tercatat sebagai berikut:

Kode Saham Perubahan Harga Net Foreign Buy (Rp)
BMRI +2,29% 471,38 Miliar
BBCA +1,50% 207,10 Miliar
CPIN 131,92 Miliar
ANTM 108,95 Miliar

Pergerakan IHSG dan Sentimen Pasar Global

IHSG pada awal perdagangan Jumat terpantau dibuka menguat 0,42 persen ke level 6.695. Penguatan berlanjut hingga indeks menyentuh level tertinggi di posisi 6.704,12 sebelum bergerak stabil di kisaran 6.690. Sebanyak 314 saham tercatat bergerak menguat, 177 saham terkoreksi, dan 220 saham lainnya bergerak stagnan, dengan total nilai transaksi harian bursa mencapai Rp1,4 triliun.

Baca juga:
Dinamika Saham GOTO Usai Penyesuaian Indeks MSCI dan Penguatan Fundamental

Mayoritas sektor saham membukukan kinerja positif pada pembukaan perdagangan. Sektor energi memimpin penguatan dengan kenaikan 0,87 persen, diikuti sektor barang konsumen siklikal sebesar 0,76 persen, dan sektor infrastruktur menguat 0,64 persen. Sektor keuangan yang didukung laju saham bbca dan saham perbankan lainnya turut mendaki 0,49 persen, bersamaan dengan kenaikan sektor barang baku sebesar 0,49 persen.

Sentimen positif pasar modal domestik juga ditopang oleh apresiasi nilai tukar rupiah yang bergerak di kisaran Rp17.620 per dolar Amerika Serikat (AS), serta penguatan bursa saham Wall Street. Pada penutupan perdagangan sebelumnya, indeks Dow Jones Industrial Average melonjak 1,18 persen ke level 53.686, S&P 500 naik 1,06 persen ke 7.747, dan Nasdaq Composite melesat 1,40 persen ke posisi 26.584.

Prospek Teknikal dan Rencana Regulasi Bursa

Meskipun indeks menunjukkan tren kenaikan, sejumlah analis pasar modal mengingatkan potensi volatilitas pergerakan harga saham. Head of Retail Research BNI Sekuritas Fanny Suherman menyebutkan bahwa IHSG memiliki potensi mengalami koreksi terbatas dengan rentang level support di 6.620–6.650 dan area resistance pada rentang 6.700–6.720.

Sementara itu, Kiwoom Sekuritas Indonesia memproyeksikan bahwa selama IHSG mampu bertahan di atas indikator EMA10 pada area 6.538, peluang penguatan masih terbuka untuk menguji level 6.635 serta menutup area gap pada 6.723 hingga 6.858. BRI Danareksa Sekuritas juga mencatat indeks berpeluang melanjutkan penguatan menuju 6.724 jika mampu bertahan di atas level 6.650.

Baca juga:
IHSG Reli 9 Hari Berturut-turut, ANTM Jadi Buruan Investor Asing

Di samping pergerakan pasar, pelaku pasar turut mencermati perkembangan regulasi terkait rencana demutualisasi Bursa Efek Indonesia (BEI) yang ditargetkan terbit oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada September 2026. Regulasi tersebut kini tengah memasuki tahap harmonisasi bersama Kementerian Hukum, dengan rancangan batasan kepemilikan saham bursa maksimal lima persen, kecuali bagi pemegang saham strategis seperti Danantara, Bank Indonesia, dan Kementerian Keuangan melalui persetujuan OJK.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *