Sorothari – 06 Oktober 2026 | Irjen Totok Suharyanto resmi menjabat sebagai Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Barat (Kapolda Sulbar) menggantikan Irjen Adi Deriyan Jayamarta. Mutasi ini tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2205/X/KEP./2026 yang diterbitkan pada 2 Oktober 2026. Proses serah terima jabatan dan pelantikan dipimpin langsung oleh Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto di Gedung Rupattama Mabes Polri, Jakarta, pada Sabtu (3/10/2026) malam.
Irjen Totok Suharyanto sebelumnya menjabat sebagai Kepala Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortastipidkor) Polri sejak 27 Februari 2026. Perwira kelahiran Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, 29 Oktober 1972 ini dikenal luas setelah memimpin pengungkapan dua kasus besar yang menyita perhatian publik. Namanya mencuat saat memimpin penggeledahan serentak di 12 lokasi di wilayah Jabodetabek pada 8-9 Juli 2026, yang terkait dengan dugaan korupsi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang melibatkan mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung, Febrie Adriansyah.
Baca juga:Dalam penggeledahan di rumah Febrie Adriansyah di kawasan Sentul, Bogor, penyidik Kortastipidkor menemukan brankas berisi emas batangan seberat 74 kilogram, uang tunai dan valuta asing dengan nilai total mencapai sekitar Rp476 miliar. Temuan tersebut menjadi salah satu yang terbesar dalam penanganan kasus korupsi di Indonesia. Perkara yang menyeret Febrie Adriansyah kini telah bergulir di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, dengan sidang perdana pembacaan dakwaan dijadwalkan pada 7 Oktober 2026.
Selain kasus Febrie, Irjen Totok Suharyanto juga memimpin penanganan dugaan korupsi, gratifikasi, dan TPPU dalam pengurusan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) yang menyeret Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang. Pada akhir September 2026, Kortastipidkor bersama Polda Sulsel dan Polresta Gowa menggeledah kantor dan rumah jabatan Bupati Gowa, dan menetapkan Sitti Husniah Talenrang sebagai tersangka. Meski berstatus tersangka, adik kandung mantan Kabaharkam Polri Komjen (Purn) Fadil Imran itu belum ditahan.
Baca juga:Alumni Akademi Kepolisian (Akpol) 1994 ini menghabiskan sebagian besar kariernya di bidang reserse dan penyidikan. Penunjukannya sebagai Kapolda Sulbar diharapkan dapat membawa pengalaman dan integritasnya dalam memberantas korupsi serta menjaga stabilitas keamanan di wilayah Sulawesi Barat. Kabid Humas Polda Sulbar, Kombes Pol Memo Ardian, menyatakan bahwa mutasi ini adalah bagian dari dinamika organisasi untuk penyegaran dan pembinaan karier personel, serta untuk meningkatkan pelayanan kepolisian kepada masyarakat.
Sementara itu, posisi Kepala Kortastipidkor yang ditinggalkan Irjen Totok Suharyanto kini diisi oleh Irjen Arie Ardian Rishadi, yang sebelumnya merupakan perwira tinggi Bareskrim Polri yang ditugaskan di Kementerian Hukum. Pergantian ini menandai babak baru dalam upaya pemberantasan korupsi di tubuh Polri, dengan harapan kinerja yang telah dibangun oleh Irjen Totok dapat dilanjutkan dan ditingkatkan.
Baca juga:











