Gol Jonathan Burkardt Dianulir VAR, Jerman Ditahan Imbang Yunani di Nations League

Gol Jonathan Burkardt Dianulir VAR, Jerman Ditahan Imbang Yunani di Nations League
Gol Jonathan Burkardt Dianulir VAR, Jerman Ditahan Imbang Yunani di Nations League

Sorothari – 07 Oktober 2026 | Tim nasional Jerman kembali gagal meraih kemenangan penuh di ajang Nations League. Bertandang ke Stadion Toumba, Thessaloniki, Minggu (23/3/2025) malam WIB, anak asuh Jürgen Klopp hanya mampu bermain imbang 0-0 melawan Yunani. Hasil ini membuat Jerman tertahan di peringkat ketiga Grup A2 dengan lima poin, sementara Yunani naik ke posisi kedua dengan delapan poin.

Dalam pertandingan tersebut, pelatih Jerman Jürgen Klopp melakukan beberapa perubahan pada susunan pemain inti. Jonathan Burkardt dipercaya mengisi posisi penyerang tengah menggantikan Nick Woltemade. Keputusan ini diambil setelah Burkardt tampil sebagai pemain pengganti saat melawan Serbia beberapa hari sebelumnya.

Baca juga:
Yunani vs Jerman: Die Mannschaft Kembali Gagal Menang di Nations League

Jerman mendominasi jalannya laga sejak menit pertama. Statistik mencatat, tim tamu menguasai bola hingga 70,1 persen dan melepaskan 21 tembakan ke arah gawang. Namun, penyelesaian akhir yang kurang klinis menjadi masalah utama. Kiper Yunani, Konstantinos Tzolakis, tampil gemilang dengan melakukan empat penyelamatan krusial sepanjang pertandingan.

Kontroversi Gol Jonathan Burkardt

Momen paling krusial terjadi pada menit ke-32. Jonathan Burkardt berhasil menjebol gawang Yunani setelah memanfaatkan umpan silang. Namun, wasit asal Prancis, Clement Turpin, menganulir gol tersebut setelah meninjau rekaman VAR. Dalam tayangan ulang terlihat bahwa Tom Bischof melakukan handball dalam proses terjadinya gol. Keputusan tersebut menuai reaksi keras dari kubu Jerman. Media Jerman, Sky, bahkan menyebut keputusan itu sebagai “konyol” dalam laporan langsung mereka.

Gol yang dianulir tersebut menjadi satu-satunya peluang emas yang hampir berhasil dikonversi menjadi gol oleh Jerman. Meski terus menekan, pertahanan rapat Yunani yang dikomandoi oleh Konstantinos Mavropanos dan Konstantinos Koulierakis mampu meredam setiap serangan.

Baca juga:
Greece vs Germany: Timnas Yunani Kembali Tahan Imbang Jerman di Nations League

Perubahan Taktik Jürgen Klopp

Jürgen Klopp melakukan tiga perubahan dari susunan pemain yang mengalahkan Serbia 2-0 pada laga sebelumnya. David Raum menggantikan Maximilian Mittelstädt di posisi bek kiri, Lennart Karl mengisi tempat Serge Gnabry, dan Jonathan Burkardt menjadi ujung tombak menggantikan Nick Woltemade.

Dalam konferensi pers jelang pertandingan, Klopp mengungkapkan keinginannya untuk mendapatkan hasil yang lebih baik dibandingkan pertemuan pertama melawan Yunani pekan lalu yang berakhir dengan kekalahan 1-0. “Kami ingin mencoba mendapatkan hasil yang jauh lebih baik di sini besok daripada yang kami dapatkan di pertandingan pertama. Kami mencoba banyak hal dalam pertandingan itu, beberapa berhasil, tetapi tidak cukup untuk mengalahkan Yunani. Pertandingan melawan Serbia sudah terlihat jauh lebih baik. Lebih dari itu, dan kami akan menjadi lawan yang lebih tangguh bagi Yunani besok,” ujar Klopp.

Klasemen dan Peluang Lolos

Hasil imbang ini membuat persaingan di Grup A2 semakin ketat. Yunani kini mengoleksi delapan poin, sama dengan Belanda yang unggul selisih gol di puncak klasemen. Jerman tertahan di peringkat ketiga dengan lima poin, sementara Serbia menjadi juru kunci tanpa poin.

Baca juga:
Belanda Kalahkan Serbia 2-1, Kokoh di Puncak Grup A2 Nations League

Pada jeda internasional berikutnya, Jerman dan Yunani akan menghadapi dua pertandingan penentuan melawan Belanda dan Serbia. Laga-laga tersebut akan menentukan siapa yang berhak melaju ke fase gugur Nations League.

Pertandingan ini menjadi catatan awal yang kurang memuaskan bagi Jürgen Klopp. Dari empat pertandingan pertamanya bersama timnas Jerman, ia baru meraih satu kemenangan, satu hasil imbang, dan dua kekalahan. Namun, Klopp optimistis timnya terus berkembang. “Kami belajar di bawah tekanan,” tegasnya seusai laga.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *