Sorothari – 08 Oktober 2026 | Kawasan Asia Tenggara terus menunjukkan dinamika yang menarik pada tahun 2026. Di tengah ketidakpastian ekonomi global, negara-negara ASEAN mencatat pencapaian signifikan di berbagai bidang, mulai dari pertumbuhan ekonomi hingga kualitas hidup. Vietnam berhasil memimpin sebagai negara dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan, sementara Singapura dinobatkan sebagai negara terbaik untuk ditinggali di antara negara ASEAN.
Bank Dunia dalam proyeksi terbarunya memperkirakan ekonomi Vietnam akan tumbuh sebesar 7,4 persen pada tahun 2026. Angka ini jauh melampaui rata-rata pertumbuhan kawasan yang diproyeksikan mencapai 4,5 persen. Kinerja impresif Vietnam ditopang oleh kuatnya sektor manufaktur dan ekspor, terutama produk-produk yang berkaitan dengan teknologi dan kecerdasan buatan (AI). Bahkan, pada kuartal III tahun ini, ekonomi Vietnam tumbuh 9,95 persen secara tahunan, membawa pertumbuhan sembilan bulan pertama menjadi 9,01 persen.
Baca juga:Di bawah Vietnam, Indonesia diproyeksikan tumbuh 5,2 persen, disusul Malaysia dengan 5,1 persen. Sementara itu, Filipina diperkirakan tumbuh lebih lambat di angka 3,7 persen, dan Thailand menjadi yang paling rendah dengan pertumbuhan sekitar 2 persen. Secara keseluruhan, kinerja ekonomi ASEAN masih didukung oleh aktivitas manufaktur, ekspor, investasi, dan konsumsi domestik, meskipun masih menghadapi tekanan dari harga energi dan ketidakpastian global.
Kualitas Hidup di ASEAN
Di sisi lain, Rumavi merilis indeks Best Countries to Live 2026 yang menilai 192 negara berdasarkan empat pilar utama: finansial, kelayakan hidup, keamanan, dan kemudahan menetap. Dalam indeks ini, Singapura menempati posisi teratas sebagai negara terbaik untuk ditinggali di kawasan ASEAN dengan skor 72,6. Pencapaian ini sekaligus menempatkan Singapura di peringkat kedua secara global.
Malaysia berada tepat di bawah Singapura dengan skor 72,0 dan menempati peringkat ketiga dunia. Posisi berikutnya ditempati Brunei Darussalam dengan skor 69,3 dan Thailand dengan 68,1. Filipina berada di posisi kelima ASEAN dengan skor 63,9, tipis di atas Vietnam yang mencatat 63,6. Sementara itu, Indonesia menempati peringkat ketujuh di kawasan dengan skor 62,4, atau posisi ke-84 secara global. Indonesia mencatat skor 70 pada aspek finansial, 64 untuk indikator kelayakan hidup, 58 pada keamanan, serta 55 dalam aspek kemudahan menetap.
Baca juga:Di bawah Indonesia terdapat Kamboja dengan skor 61,4, disusul Laos sebesar 59,0 dan Timor-Leste dengan 55,1. Myanmar berada di posisi terakhir di ASEAN dengan skor 47,9, dengan skor keamanan yang sangat rendah yaitu 31 dan kemudahan menetap hanya 33. Secara keseluruhan, hanya Singapura dan Malaysia yang masuk kategori kuat dengan skor minimal 70. Brunei Darussalam dan Thailand berada pada kategori baik, sedangkan Filipina, Vietnam, Indonesia, dan Kamboja masuk kategori moderat.
BBM Termurah dan Prestasi Sepak Bola
Dalam konteks lain, Indonesia juga menonjol di kawasan ASEAN dalam hal harga bahan bakar minyak (BBM). Pemerintah Indonesia mengeklaim harga BBM di dalam negeri masih relatif rendah dibandingkan dengan sejumlah negara lain. Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri, Tomsi Tohir, menyampaikan bahwa berdasarkan data Pertamina Patra Niaga, harga BBM RON 92 atau setara Pertamax di Indonesia dibanderol Rp15.950 per liter, lebih murah dibandingkan negara-negara ASEAN lainnya. Begitu pula dengan harga BBM RON 95 dan RON 97 yang masih kompetitif.
Sementara itu, di bidang olahraga, Tim Nasional Indonesia berhasil menorehkan prestasi gemilang dengan menjuarai FIFA ASEAN Cup 2026 setelah mengalahkan Thailand melalui adu penalti. Turnamen ini berbeda dengan Piala AFF karena masuk dalam kalender resmi FIFA dan berlangsung pada periode FIFA Matchday, sehingga memungkinkan setiap tim memanggil pemain terbaiknya. Gelar ini sekaligus memutus puasa gelar timnas senior Indonesia setelah 35 tahun.
Baca juga:Secara keseluruhan, negara-negara ASEAN pada tahun 2026 menunjukkan perkembangan yang beragam. Vietnam unggul dalam pertumbuhan ekonomi, Singapura dalam kualitas hidup, Indonesia dalam harga BBM yang murah, dan prestasi sepak bola yang membanggakan. Dinamika ini mencerminkan potensi besar kawasan Asia Tenggara di tengah tantangan global yang terus berubah.












