Sorothari – 08 Oktober 2026 | Laga persahabatan internasional antara Argentina vs Benin di Estadio Monumental, Buenos Aires, pada Rabu (7/10) pagi WIB, menjadi panggung emosional bagi Lionel Messi yang menjalani pertandingan terakhirnya bersama Timnas Argentina. Namun, di balik kemeriahan perpisahan sang megabintang, muncul ketidakpuasan dari kubu Benin yang merasa diperlakukan tidak hormat oleh Federasi Argentina dan penyelenggara acara.
Dalam laga Argentina vs Benin yang berakhir dengan skor 3-0 untuk tuan rumah, Messi tampil gemilang dengan mencetak satu gol dan dua assist. Gol ke-126 dari 208 penampilannya itu menjadi penutup manis perjalanan 21 tahun pemain berusia 39 tahun tersebut bersama La Albiceleste. Namun, euforia tersebut ternoda oleh laporan mengenai perlakuan yang diterima tim tamu asal Afrika.
Baca juga:Kontroversi di Balik Lapangan
Jurnalis investigasi Romain Molina mengungkapkan melalui akun X resminya bahwa delegasi Benin mengalami sejumlah pembatasan berat seusai pertandingan. Molina menulis bahwa Federasi Argentina dan penyelenggara tidak memberikan bonus, tidak mengembalikan satu sen pun dari pendapatan yang dihasilkan, tidak mengizinkan pertukaran jersey, tidak mengizinkan sesi foto, dan bahkan melarang pemain Benin memasuki koridor pemain Argentina.
“Semuanya dilakukan untuk berbisnis di atas penderitaan mereka yang diperlakukan hanya sebagai figuran,” tulis Molina dalam cuitannya. Sikap tersebut dinilai sangat kontras dengan semangat sportivitas yang seharusnya mewarnai laga ekshibisi yang dipromosikan sebagai perayaan sepak bola.
Sebelumnya, tim asuhan Gernot Rohr itu juga mengeluhkan pengaturan perjalanan dan akomodasi hotel yang buruk di Buenos Aires. Para pemain dan staf merasa dirugikan secara finansial karena tidak menerima kompensasi apa pun dari pertandingan yang tiketnya habis terjual tersebut.
Pertandingan yang Sarat Emosi
Di sisi lain, atmosfer di stadion justru penuh dengan penghormatan untuk Messi. Pada menit ke-10, pertandingan dihentikan sejenak. Seluruh pemain dan suporter bertepuk tangan memberikan penghormatan kepada nomor 10 yang telah menjadi simbol kejayaan Argentina. Para pemain Benin pun ikut ambil bagian dengan menghampiri dan menyalami Messi.
Baca juga:Pertandingan Argentina vs Benin berlangsung ketat di babak pertama tanpa gol. Argentina baru memecah kebuntuan setelah jeda melalui sundulan bek veteran Nicolas Otamendi memanfaatkan sepak pojok akurat Messi. Keunggulan bertambah lewat gol Nico Paz dari umpan matang sang kapten, sebelum Messi sendiri menutup pesta dengan eksekusi penalti ke pojok atas gawang.
Keputusan Messi untuk pensiun dari timnas diambil setelah Piala Dunia musim panas lalu dan kepergian mendiang ayahnya. Dalam pernyataan resmi yang dirilis Asosiasi Sepak Bola Argentina, Messi mengaku merasakan gejolak emosi yang besar. “Saya merasakan begitu banyak emosi saat ini dan hal pertama yang langsung terlintas di pikiran saya adalah mendiang ayah saya,” ujarnya.
Pelatih Lionel Scaloni tidak bisa menyembunyikan rasa harunya. “Air mata ini jatuh karena ada begitu banyak kenangan indah yang melintas di kepala saya saat ini,” ungkap Scaloni. Ia menyebut kepergian Messi meninggalkan warisan luar biasa yang tidak akan terlupakan.
Ucapan Perpisahan dari Para Legenda
Momen perpisahan Messi juga mendapat perhatian dari rival dan mantan rekannya. Cristiano Ronaldo melalui Instagram menulis, “Leo, begitu banyak tahun membela negaramu dan sebuah sejarah yang akan bertahan selamanya. Semua rasa hormat saya atas apa yang telah kamu capai bersama Argentina.”
Baca juga:Ronaldinho, mantan rekan setim Messi di Barcelona, mengenang perjalanan panjang mereka. “Sungguh sebuah kebahagiaan dan kegembiraan bisa menjadi bagian dari kisahmu sejak hari pertama, Saudaraku! Kau membuat kami tersenyum dan begitu menikmati sepak bola!!! Namamu terukir dalam sejarah negaramu dan seluruh dunia,” tulisnya di X.
Sementara itu, bagi Benin, laga Argentina vs Benin menjadi pengalaman pahit yang harus segera dilupakan. Pelatih Gernot Rohr kini harus membangkitkan moral skuadnya menjelang kualifikasi Piala Afrika, setelah perjalanan lintas Atlantik yang mengecewakan dan gejolak di luar lapangan. Staf teknis perlu mengatasi kelengahan di lini belakang yang kebobolan tiga gol pada babak kedua.












