Pascal Struijk Dapat Kartu Merah Kontroversial, Brighton Tumbangkan Sunderland

Pascal Struijk Dapat Kartu Merah Kontroversial, Brighton Tumbangkan Sunderland
Pascal Struijk Dapat Kartu Merah Kontroversial, Brighton Tumbangkan Sunderland

Sorothari – 12 Oktober 2026 | Brighton & Hove Albion berhasil meraih kemenangan 2-0 atas Sunderland di Stadion of Light pada Sabtu lalu, meskipun harus bermain dengan sepuluh orang setelah bek mereka, Pascal Struijk, menerima kartu merah kontroversial pada babak kedua. Keputusan wasit Thomas Branall setelah berkonsultasi dengan VAR memicu perdebatan, terutama dari manajer Brighton, Fabian Hürzeler, yang meragukan validitas pelanggaran tersebut.

Insiden terjadi pada menit ke-57 ketika Pascal Struijk, yang baru pertama kali menjadi starter di Liga Premier musim ini setelah pulih dari cedera hamstring, dianggap menjatuhkan penyerang Sunderland, Wilson Isidor, yang sedang dalam posisi bebas. Awalnya, wasit memberikan kartu kuning kepada bek asal Belanda itu, namun setelah meninjau tayangan ulang melalui monitor VAR, ia mengubah keputusannya menjadi kartu merah langsung karena menghalangi peluang mencetak gol yang jelas.

Baca juga:
Atletico Madrid Dibayangi Kekalahan dari Athletic Bilbao Jelang Hadapi Liverpool di Liga Champions

Keputusan tersebut langsung menuai kritik dari kubu Brighton. Manajer Fabian Hürzeler dalam pernyataan pasca-pertandingan mengungkapkan keraguannya. “Saya tidak melihat adanya pelanggaran yang jelas,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa timnya tetap bersatu dan mampu mengatasi tekanan meskipun bermain dengan sepuluh pemain. “Kami tetap bertahan sebagai sebuah tim dan menghadapi kesulitan dengan baik. Hal-hal fundamental kami lakukan dengan sangat baik, dan itu krusial dalam pertandingan seperti ini, apalagi saat bermain dengan jumlah pemain lebih sedikit,” tegas Hürzeler.

Kartu merah yang diterima Pascal Struijk berarti ia harus menjalani skorsing satu pertandingan sesuai aturan Premier League. Dengan demikian, Lewis Dunk diprediksi akan menggantikan posisinya di lini pertahanan pada laga berikutnya. Meskipun Struijk sempat diragukan tampil karena masalah hamstring, ia tetap dimasukkan ke dalam starting XI, namun akhirnya harus meninggalkan lapangan lebih awal.

Brighton sendiri unggul lebih dulu melalui gol Maxim De Cuyper pada menit ke-53, sebelum insiden kartu merah terjadi. Meskipun kehilangan satu pemain, The Seagulls mampu mempertahankan keunggulan dan menambah gol kedua melalui Jaouen Hadjam di masa injury time. Kemenangan ini menandai catatan bersih tanpa kebobolan untuk ketiga kalinya secara berturut-turut bagi Brighton di Liga Premier, sebuah pencapaian yang terakhir kali mereka raih pada Oktober 2018.

Baca juga:
Austin FC Berusaha Bangkit Usai Dihancurkan Nashville SC, Tantang LAFC di BMO Stadium

Selain performa impresif Brighton, Pascal Struijk juga menjadi sorotan dalam konteks yang berbeda. Namanya disebut-sebut dalam pemberitaan mengenai pemantauan pemain keturunan oleh pelatih Timnas Indonesia, John Herdman. Dalam upaya memperkuat skuad Garuda menjelang Piala Asia 2027, Herdman dilaporkan memantau sejumlah pemain diaspora yang bermain di Eropa, termasuk Pascal Struijk. Pemain berusia 27 tahun yang memiliki darah Indonesia ini dianggap sebagai salah satu kandidat potensial untuk menambah kedalaman tim, meskipun belum ada konfirmasi resmi mengenai proses naturalisasi atau tawaran resmi dari PSSI.

Pascal Struijk, yang merupakan lulusan akademi Leeds United, kini membela Brighton sejak musim panas lalu. Kemampuannya sebagai bek tengah yang kokoh dan memiliki pengalaman di Premier League membuatnya menjadi aset berharga, baik bagi klubnya maupun potensial bagi tim nasional. Namun, kartu merah yang diterimanya menjadi catatan tersendiri dalam kariernya, terutama karena ia baru saja pulih dari cedera dan mendapatkan kepercayaan sebagai starter.

Brighton sendiri akan menghadapi jadwal padat dalam beberapa pekan ke depan. Dengan absennya Pascal Struijk akibat skorsing, manajer Fabian Hürzeler harus melakukan penyesuaian di lini belakang. Namun, kemenangan atas Sunderland menunjukkan bahwa tim ini memiliki mentalitas yang kuat dan mampu mengatasi situasi sulit.

Baca juga:
Kyoto Sanga vs Ratchaburi: Sanga Menang Tipis 1-0, JDT Pesta Gol

Ke depannya, perkembangan mengenai status Pascal Struijk baik di klubnya maupun kemungkinan memperkuat Timnas Indonesia akan terus menjadi perhatian. Para penggemar sepak bola tanah air tentu berharap pemain keturunan seperti Struijk dapat segera bergabung dan memberikan kontribusi bagi Garuda di kancah internasional.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *