Ayyoub Bouaddi, dari Video Iniesta hingga Jadi Rebutan Manchester United dan Manchester City

Ayyoub Bouaddi, dari Video Iniesta hingga Jadi Rebutan Manchester United dan Manchester City
Ayyoub Bouaddi, dari Video Iniesta hingga Jadi Rebutan Manchester United dan Manchester City

Sorothari – 24 Oktober 2026 | Nama Ayyoub Bouaddi terus menjadi perbincangan di jagat sepak bola Eropa. Gelandang muda Maroko berusia 19 tahun itu kini menjadi sorotan setelah kepindahannya ke Manchester City senilai 95 juta euro, sekaligus memicu penyesalan Manchester United yang disebut gagal mengamankan jasanya pada bursa transfer musim panas lalu.

Bouaddi, yang lahir di Senlis, Prancis, pada 2007, sebelumnya mencuri perhatian lewat penampilan impresifnya di Piala Dunia 2026 bersama timnas Maroko. Performa tersebut membuat sejumlah klub elite Eropa bersaing untuk mendapatkan tanda tangannya, sebelum Manchester City akhirnya keluar sebagai pemenang.

Baca juga:
Sydney FC Jadi Sorotan: Dari Kiprah Overy hingga Jejak Edwards di Sepak Bola Australia

Idola Masa Kecil: Andrés Iniesta

Di balik gaya bermainnya yang tenang dan matang, Bouaddi mengaku memiliki idola yang membentuk cara pandangnya terhadap sepak bola. Dalam wawancara di podcast resmi Manchester City, ia menyebut mantan gelandang Barcelona, Andrés Iniesta, sebagai sosok yang paling ia kagumi sejak kecil.

“Pemain yang saya tonton? Andrés Iniesta. Dia adalah pemain yang paling saya ikuti. Saya tidak terlalu sering menontonnya bermain, tetapi setiap kali saya menontonnya, dia luar biasa,” ujar Bouaddi, seperti dikutip dari podcast tersebut.

Ia juga mengaku tumbuh besar dengan generasi kompilasi video di YouTube. “Saya tumbuh dengan generasi kompilasi YouTube. Ketika masih kecil, saya menonton video keterampilan Iniesta di YouTube setiap hari,” tambahnya.

Kekaguman itu bukan kali pertama ia sampaikan. Dalam wawancara dengan So Foot pada April 2025, Bouaddi menyebut Iniesta sebagai pemain yang paling mengesankannya. “Ketika saya kecil, pemain yang paling membuat saya terkesan adalah Andrés Iniesta. Dia sangat memahami sepak bola,” katanya saat itu.

Iniesta sendiri dikenal sebagai salah satu gelandang terbaik generasinya. Bersama Barcelona, ia meraih sembilan gelar La Liga dan empat trofi Liga Champions. Puncaknya, ia mencetak gol kemenangan Spanyol atas Belanda di final Piala Dunia 2010. Kemampuan mengontrol bola di ruang sempit, umpan presisi, dan ketenangannya di bawah tekanan menjadi ciri khas yang kini coba ditiru oleh banyak gelandang muda, termasuk Bouaddi.

Jalur Karier dan Kepindahan ke Manchester City

Sebelum bergabung dengan Manchester City, Bouaddi menimba ilmu di akademi Lille. Bersama klub Ligue 1 tersebut, ia mencatatkan 96 penampilan di tim utama, sebuah pencapaian luar biasa bagi pemain yang baru berusia 19 tahun. Konsistensinya di level klub dan timnas membuat namanya masuk dalam daftar buruan klub-klub besar.

Manchester United disebut sempat berada di garis depan untuk merekrutnya. Legenda United, Rio Ferdinand, mengaku sangat kecewa karena mantan klubnya itu gagal menyelesaikan transfer. Menurut Ferdinand, United sebenarnya tertarik, tetapi harga yang diminta dianggap terlalu tinggi.

“Manchester United pasti menginginkannya, 100 persen, tetapi biayanya terlalu mahal,” ujar Ferdinand di kanal YouTube pribadinya.

Baca juga:
Enzo Fernández Jadi Sorotan: Nilai Pasar, Warisan Nomor 10, hingga Kritik Pedas

Ferdinand bahkan menyebut Bouaddi sebagai salah satu pemain impiannya untuk United. Ia terkesan dengan penampilan singkat gelandang tersebut saat melawan Paris Saint-Germain di Liga Champions. “Cameo singkatnya melawan PSG membuat Anda berpikir, ‘oh, saya tidak percaya kita melewatkannya.’ Saya sangat menyesal, sangat menyesal. Dia sangat tenang di bawah tekanan,” kata Ferdinand.

Meski demikian, keputusan United untuk tidak melanjutkan transfer harus dibayar mahal. Bouaddi akhirnya bergabung dengan rival sekota, Manchester City, dengan harga 95 juta euro. Ia menjadi salah satu dari tiga rekrutan gelandang besar City pada bursa transfer tersebut, bersama Elliot Anderson dan Enzo Fernandez.

Debut di Premier League dan Pujian Maresca

Bersama Manchester City, Bouaddi belum langsung menjadi pilihan utama. Ia baru tiga kali menjadi starter di Premier League. Namun, penampilannya sebagai pemain pengganti melawan PSG di Liga Champions memberikan kesan mendalam. Masuk pada babak kedua saat timnya tertinggal 0-3, ia membantu City memperkecil kedudukan dan memberikan assist untuk salah satu gol Erling Haaland.

Pelatih Manchester City, Enzo Maresca, memuji pengaruh Bouaddi terhadap permainan tim. “Dia pemain yang fantastis. Ketika dia berada di lapangan, semua pemain di sekitarnya menjadi lebih baik. Mereka menjadi pemain yang lebih baik,” ujar Maresca.

Pujian juga datang dari legenda Brasil, Romário, yang terkesan dengan aksi Bouaddi di Piala Dunia 2026. “Pemain muda ini Bouaddi sangat mengesankan saya. Bagaimana dia bermain! Baru 18 tahun dan sudah banyak ilmu sepak bola. Dia ada di mana-mana: bergerak, menciptakan peluang, merebut bola. Jika terus begini, dia akan melangkah jauh,” kata Romário.

Pada laga melawan Ipswich Town, Bouaddi mencatatkan start pertamanya di Premier League. Meski pertandingan berakhir 3-2 untuk kemenangan City, penampilan individu Bouaddi mencuri perhatian. Ia menjadi pemain City yang paling banyak memenangkan duel (8 dari 14) dan melakukan clearance terbanyak (3). Ia juga menjadi pemain kedua yang paling banyak merebut bola (4) dan berhasil menyelesaikan semua tekelnya (3 dari 3). Umpan suksesnya mencapai 68 dari 73, termasuk tiga dari empat umpan panjang.

Momen paling mencolok terjadi pada menit ke-102 ketika ia melakukan solo run lebih dari 50 meter dari dekat tendera sudut pertahanannya sendiri, melewati dua pemain lawan, sebelum dijatuhkan di area lawan. Aksi itu mendapat sorakan meriah dari penonton di Etihad Stadium.

“Tentu saja saya sangat senang. Ini sepak bola, saya suka bermain. Saya ingin bermain di setiap pertandingan. Tetapi saya tahu ini bagian dari proses,” kata Bouaddi.

Baca juga:
Cristiano Ronaldo Jadi Pesepak Bola Pertama dengan Kekayaan Tembus 2 Miliar Dolar AS

Ia juga mengaku senang bermain dengan pemain-pemain berkualitas di City. “Lebih mudah bermain dengan tipe pemain seperti ini. Bahkan jika kadang saya memberikan umpan buruk, mereka bisa memperbaikinya,” ujarnya.

Direktur Olahraga City: Kami Terobsesi Sejak Awal

Direktur olahraga Manchester City, Hugo Viana, mengungkapkan bahwa pihaknya sudah mengincar Bouaddi sejak lama. Ia menyebut City telah memantau gelandang tersebut selama setahun terakhir dan sempat berbicara dengan presiden Lille sebelum Piala Dunia 2026.

“Sejak awal kami sudah terobsesi. Kami telah mengikutinya selama setahun terakhir dan berbicara dengan presiden Lille sebelum Piala Dunia. Kami tahu bahwa jika kami merekrut seorang nomor 6, itu harus dia, karena ketenangannya dan kemampuan mengolah bola yang luar biasa. Dia memiliki potensi besar dan bisa menjadi pemain yang sangat penting,” kata Viana.

Dengan usia yang masih muda, Bouaddi diprediksi akan menjadi salah satu gelandang terbaik dunia dalam beberapa tahun ke depan. Manchester City sendiri diyakini akan memberikan porsi bermain yang cukup agar proses adaptasinya berjalan mulus. Namun, seperti kata Ferdinand, “cepat atau lambat, dia akan menuntut lebih karena dia pesepak bola yang luar biasa.”

Kisah Bouaddi menjadi pengingat bahwa dalam sepak bola modern, bakat muda bisa dengan cepat menarik perhatian klub-klub raksasa. Dari menonton video Iniesta di YouTube hingga menjadi rekrutan termahal Manchester City, perjalanan Ayyoub Bouaddi masih panjang dan akan terus dinantikan perkembangannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *