Sorothari – 23 Oktober 2026 | Empat tahun setelah peristiwa mengerikan di Kongsberg, Norwegia, pada musim gugur 2022, pelaku penembakan massal Espen Andersen Bråthen masih dinilai terlalu berbahaya untuk ut dari fasilitas perawatan psikiatri. Pengadilan memutuskan bahwa ia harus tetap berada di ruang isolasi tertutup karena risiko baru tindakan kekerasan serius masih ada. Keputusan ini menjadi pengingat panjangnya proses pemulihan dan penilaian risiko bagi pelaku kejahatan berat dengan gangguan mental.
Bråthen, yang saat itu berusia 37 tahun, menewaskan lima orang dan melukai tiga lainnya dalam serangan yang terjadi pada 13 Oktober 2021 di pusat kota Kongsberg. Ia menggunakan busur dan anak panah serta senjata tajam lainnya. Peristiwa itu mengguncang Norwegia, negara yang dikenal memiliki tingkat kejahatan rendah. Setelah menjalani proses hukum, Bråthen dinyatakan bersalah dan dijatuhi hukuman perawatan psikiatri, bukan penjara, karena pengadilan menilai ia mengalami gangguan mental berat saat kejadian.
Baca juga:Dalam putusan terbaru yang dikutip media lokal, pengadilan menegaskan bahwa Bråthen belum memenuhi syarat untuk dipindahkan ke unit yang lebih terbuka atau dilepaskan. Penilaian risiko menunjukkan bahwa potensi kekerasan berulang masih signifikan. “Retten mener mener det er fare for nye, alvorlige voldshandlinger,” demikian bunyi laporan tersebut, yang berarti pengadilan menilai ada bahaya tindakan kekerasan baru yang serius. Keputusan ini diambil setelah evaluasi berkala terhadap kondisi kejiwaan dan perilaku Bråthen selama menjalani perawatan.
Kasus ini juga menyoroti bagaimana sistem hukum Norwegia menangani pelaku dengan gangguan mental. Hukuman perawatan psikiatri (forvaring) memungkinkan perpanjangan masa tahanan selama pelaku dianggap berbahaya. Setiap tahun, otoritas kesehatan dan pengadilan melakukan tinjauan untuk menentukan apakah pasien dapat dipindahkan ke tingkat keamanan yang lebih rendah. Bagi keluarga korban, keputusan ini mungkin membawa sedikit ketenangan, namun prosesnya tetap panjang dan melelahkan.
Baca juga:Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari pengacara Bråthen atau pihak rumah sakit jiwa mengenai rencana banding. Namun, menurut laporan, keputusan pengadilan bersifat final untuk saat ini. Bråthen akan terus menjalani perawatan intensif di fasilitas keamanan tinggi. Kasus Kongsberg menjadi salah satu yang paling mematikan dalam sejarah modern Norwegia dan terus menjadi rujukan dalam diskusi tentang kesehatan mental dan keamanan publik.
Perkembangan terbaru menunjukkan bahwa evaluasi akan dilakukan kembali dalam waktu dekat. Masyarakat Kongsberg dan seluruh Norwegia masih menaruh perhatian besar pada kasus ini, mengingat dampak traumatis yang ditinggalkan. Sementara itu, pihak berwenang menegaskan komitmen mereka untuk menjaga keamanan publik sekaligus memastikan hak-hak pasien terpenuhi. Hingga saat ini, belum ada indikasi bahwa Bråthen akan ut dari ruang isolasi dalam waktu dekat.
Baca juga:









