Aldi Satya Mahendra Tatap Jerez dan Proyeksi Moto2 2028 Bersama Yamaha

Aldi Satya Mahendra Tatap Jerez dan Proyeksi Moto2 2028 Bersama Yamaha
Aldi Satya Mahendra Tatap Jerez dan Proyeksi Moto2 2028 Bersama Yamaha

Sorothari – 23 Oktober 2026 | Pembalap Indonesia Aldi Satya Mahendra menyelesaikan rangkaian balapan World Supersport 2026 di Estoril, Portugal, akhir pekan lalu, dan kini bersiap menatap seri pamungkas di Jerez, Spanyol. Rider binaan Yamaha Racing Indonesia yang memperkuat AS BLU CRU Racing Team itu masih menyisakan peluang untuk menambah poin penting sebelum musim berakhir. Jerez sendiri menyimpan memori manis bagi Aldi Satya Mahendra, yang pada 2024 meraih gelar juara dunia World Supersport 300.

Pada Race 1 di Estoril, Aldi memulai balapan dari grid ke-23 dan sempat tertahan di barisan tengah sebelum akhirnya finis di posisi ke-16. Sementara itu, pada Race 2, ia kembali start dari posisi yang sama, tetapi langsung melesat ke urutan ke-12 bahkan sempat menyentuh posisi ke-10. Namun, insiden crash yang menimpa pembalap lain memaksa red flag dikibarkan dan balapan dihentikan. Setelah start ulang, Aldi memulai dari posisi ke-10.

Baca juga:
Persib Bandung Kalahkan Viettel FC 1-0, Peralta Cetak Gol Penalti dan Sandy Walsh Debut Manis

Meski hasil di Estoril belum sesuai harapan, perjalanan Aldi Satya Mahendra sepanjang musim ini tetap menjadi sorotan. Ia merupakan pembalap muda yang menapaki jenjang kompetisi secara bertahap, mulai dari R3 BLU CRU World Cup, World Supersport 300, hingga kini World Supersport. Prestasi puncaknya adalah gelar juara dunia World Supersport 300 pada 2024, yang menjadi modal berharga untuk melanjutkan karier di level yang lebih tinggi.

Yamaha Racing Indonesia pun telah memproyeksikan Aldi Satya Mahendra untuk berkompetisi di kelas Moto2 pada musim 2028. Rencana ini merupakan bagian dari program pembinaan berjenjang Yamaha dalam mempersiapkan pembalap Indonesia agar mampu bersaing di kejuaraan balap motor internasional. Manager Motorsport PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM), Wahyu Rusmayadi, mengungkapkan bahwa perkembangan Aldi terlihat signifikan dalam beberapa tahun terakhir.

“Dalam beberapa tahun terakhir melakoni proses, kondisi fisik Aldi Satya Mahendra mengalami perkembangan pesat dengan peningkatan performa hingga 20 persen. Aspek lainnya seperti kemampuan beradaptasi dengan motor, pemahaman karakter motor dan set up, menghadapi situasi yang terjadi saat race di sirkuit, termasuk dalam keberhasilan improvement yang dicapai. Kami harapkan dia semakin bertumbuh dan mewujudkan target lebih baik, untuk merebut kemenangan atau sebagai penantang podium di World Supersport. Di musim 2028 Aldi Satya Mahendra diproyeksikan akan berkompetisi di kejuaraan Moto2,” ujar Wahyu Rusmayadi.

Baca juga:
Lionel Messi Bersiap Akhiri Karir Internasional Bersama Argentina Melawan Benin

Selain Aldi, Yamaha Racing Indonesia menurunkan tujuh pembalap factory sepanjang musim 2026 dalam empat kompetisi internasional. Mereka terdiri atas Aldi Satya Mahendra di World Supersport, Arai Agaska di World Sportbike, serta Wahyu Nugroho, M Faerozi, Candra Hermawan, dan Fadhil Musyavi di Asia Road Racing Championship. Sementara itu, Sabian Fathul Ilmi berkompetisi di Yamaha R3 BLU CRU Asia-Pacific Championship.

Di tingkat nasional, Yamaha Racing Indonesia memiliki 10 tim dengan total 40 pembalap yang berkompetisi pada musim 2026. Pembinaan tersebut menjadi bagian dari upaya Yamaha memperluas kesempatan bagi pembalap muda untuk mendapatkan pengalaman dan jam terbang di berbagai level persaingan. Selain kompetisi, Yamaha Racing Indonesia juga membekali pembalap melalui program latihan fisik, latihan di Eropa, serta penguatan mental. Seluruh program tersebut diarahkan untuk membentuk pembalap yang mampu beradaptasi dengan tuntutan balap internasional dan memiliki mental juara.

Dengan seri pamungkas di Jerez yang semakin dekat, Aldi Satya Mahendra diharapkan dapat memanfaatkan momen bersejarahnya di sirkuit tersebut sebagai motivasi untuk tampil maksimal. Dukungan penuh dari Yamaha Racing Indonesia dan program pembinaan yang berkelanjutan menjadi bekal berharga bagi pembalap muda ini untuk terus melangkah, termasuk mewujudkan target tampil di Moto2 pada 2028.

Baca juga:
Sorotan AS ke Arda Güler Jelang Deportivo vs Real Madrid: Badan Kecil, Harus Bertindak seperti Hercules

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *