Sorothari – 22 Oktober 2026 | Jenazah Nurdin Bin Murjani, relawan pemadam kebakaran hutan dan lahan (karhutla) asal Kota Banjarmasin, disalatkan di Masjid Ar Rahman, Kelurahan Sungai Andai, pada Kamis (22/10/2026) sekitar pukul 12.30 Wita. Salat jenazah itu dihadiri sejumlah relawan Barisan Pemadam Kebakaran (BPK), keluarga almarhum, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Banjarmasin Husni Thamrin, serta Ketua Komisi II DPRD Kota Banjarmasin Muhammad Faisal Hariyadi.
Usai prosesi di masjid yang akrab disebut Ar Rahman itu, Faisal menyampaikan harapan agar kejadian serupa tidak terulang. Menurutnya, keselamatan relawan harus menjadi perhatian bersama, terutama dalam penyediaan alat pelindung diri.
Baca juga:“Kami berharap ini kejadian yang terakhir. Dan ke depannya semoga alat pelindung diri bagi relawan karhutla dapat dibantu oleh pemerintah daerah,” ujar Faisal saat ditemui usai salat jenazah.
Sementara itu, Husni Thamrin menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya salah satu relawan BPK terbaik Kota Banjarmasin. Ia juga mengingatkan seluruh relawan, khususnya yang berasal dari wilayah Kota Banjarmasin, agar tetap memperhatikan keselamatan diri saat menjalankan tugas di lapangan.
Kepergian Nurdin menambah daftar panjang risiko yang dihadapi relawan karhutla. Mereka biasanya bekerja di tengah asap tebal, panas ekstrem, dan medan gambut yang mudah terbakar, sehingga kebutuhan akan perlengkapan keselamatan menjadi krusial.
Baca juga:Harapan DPRD dan Imbauan BPBD
DPRD Kota Banjarmasin menilai pemerintah daerah perlu hadir lebih jauh dalam mendukung relawan, bukan hanya saat bencana terjadi. Harapan Faisal agar kasus ini menjadi yang terakhir mencerminkan kekhawatiran bahwa relawan masih menghadapi risiko tinggi tanpa perlindungan yang memadai.
Di sisi lain, imbauan Husni menekankan pentingnya prosedur keselamatan dalam setiap operasi pemadaman. Relawan diharapkan tidak mengabaikan faktor keselamatan meski tuntutan untuk segera memadamkan api kerap tinggi.
Salat jenazah di Masjid Ar Rahman menjadi momen refleksi bagi para relawan BPK yang hadir. Mereka tidak hanya mengantar almarhum, tetapi juga diingatkan kembali akan tanggung jawab menjaga keselamatan diri dan rekan kerja di lapangan.
Baca juga:Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi mengenai rencana lanjutan dari pemerintah daerah terkait permintaan bantuan alat pelindung diri tersebut. Namun, aspirasi yang disampaikan di Masjid Ar Rahman diharapkan menjadi perhatian serius bagi pemangku kebijakan di Kota Banjarmasin.












