Sorothari – 24 Oktober 2026 | Liverpool vs Villarreal tersaji dramatis dalam laga pekan ketiga Liga Champions di Anfield, Rabu (21/10/2026) dini hari WIB. Sempat tertinggal dua gol lebih dulu, Liverpool bangkit dan menang 4-3 berkat penampilan gemilang Rio Ngumoha yang mencetak dua assist dan menjadi pemain termuda dalam sejarah klub yang mencatatkan assist di kompetisi elite Eropa tersebut.
Kemenangan ini menjaga rekor sempurna Liverpool di fase liga Liga Champions dengan tiga kemenangan dari tiga pertandingan. Namun, kemenangan tidak datang dengan mudah. Villarreal memberi kejutan dengan dua gol cepat pada awal pertandingan, memaksa pelatih Andoni Iraola melakukan penyesuaian taktik sebelum jeda.
Baca juga:Menurut laporan, Villarreal membuka keunggulan lebih dulu dan sempat membuat Liverpool kesulitan mengembangkan permainan. Gawang tuan rumah baru bergetar setelah Alexis Mac Allister memperkecil ketertinggalan. Ngumoha kemudian menjadi kreator gol penyama kedudukan menjelang turun minum melalui umpan terobosan yang diselesaikan Ronald Araujo.
Di babak kedua, Ngumoha kembali beraksi. Ia melewati bek Villarreal, Sergi Cardona, sebelum mengirim umpan matang yang dituntaskan Mac Allister untuk membawa Liverpool berbalik memimpin. Florian Wirtz menambah keunggulan menjadi 4-2, sebelum Tani Oluwaseyi memperkecil kedudukan pada menit ke-87 dan membuat laga berakhir dengan skor 4-3.
Penampilan Ngumoha mendapat pujian luas. Legenda Liverpool, Daniel Sturridge, menyebut bakat muda tersebut memiliki kualitas yang tidak bisa diajarkan. “Di atas bola, anak ini punya kualitas luar biasa. Itu hal yang tidak bisa diajarkan. Apa yang dia lakukan dengan bola di kakinya adalah bakat dari Tuhan,” ujar Sturridge dalam analisis pascapertandingan.
Ngumoha sendiri mengaku senang bisa berkontribusi besar. “Secara individu saya menikmati pertandingan malam ini. Seiring bertambahnya usia, memengaruhi jalannya pertandingan menjadi sangat penting. Hari ini, dengan dua assist dan membantu tim meraih tiga poin, tidak ada yang bisa saya minta lagi. Ini klub terbesar di dunia, dan bagi saya mendapatkan rekor itu adalah sesuatu yang istimewa,” katanya.
Bagi Ngumoha, laga ini menambah deretan pencapaiannya. Sebelumnya, ia menjadi pencetak gol termuda Liverpool saat melawan Newcastle pada Agustus 2025 di usia 16 tahun, lalu menjadi pencetak gol termuda di Premier League di Anfield pada April 2026 di usia 17 tahun. Kini, ia menorehkan sejarah baru sebagai pemain termuda yang memberikan assist di Liga Champions untuk Liverpool.
Baca juga:Perubahan Taktik Iraola
Kemenangan Liverpool tidak lepas dari keputusan taktik Andoni Iraola. Setelah Villarreal mencetak gol kedua, Iraola mengubah posisi Alexis Mac Allister menjadi lebih dalam, bertukar peran dengan Trey Nyoni. Perubahan itu disebut membuat Liverpool lebih solid di lini tengah dan mampu menguasai jalannya pertandingan.
“Benar, setelah kedudukan 2-0, kami memutuskan untuk menempatkan Trey sedikit lebih ke satu sisi untuk membantu di kiri dalam build-up, menempatkan Alexis lebih ke belakang dan juga secara defensif, itu penyesuaian yang lebih baik di tengah. Dari sana kami menyelesaikan babak pertama dengan baik, dan memulai babak kedua dengan cara yang sama. Tapi sampai kami melakukan penyesuaian itu, kami benar-benar kesulitan karena mereka membanjiri lini tengah kami,” jelas Iraola kepada Rafa Benitez dalam wawancara pascapertandingan.
Selain perubahan posisi Mac Allister, Iraola juga memasukkan Florian Wirtz pada jeda babak dengan menggeser Ryan Gravenberch ke posisi bek kanan. Keputusan ini terbukti efektif karena Wirtz mencetak satu gol dan Liverpool mampu menambah keunggulan.
Rafa Benitez, yang hadir sebagai analis, mengapresiasi kecerdasan Iraola dalam membaca situasi. Perubahan taktik sebelum jeda tanpa perlu pidato tim yang panjang menjadi kunci kebangkitan Liverpool.
Pujian untuk Ngumoha
Iraola juga memuji sikap Ngumoha yang tetap rendah hati meski banyak dipuji. Menurutnya, pemain berusia 18 tahun itu tidak terpengaruh oleh pemberitaan media. “Rio sangat mudah dilatih. Dia memperhatikan, mendengarkan setiap informasi yang kami berikan. Kami tidak melakukan hal yang sangat istimewa dengannya. Hanya memberikan kepercayaan diri, melanjutkan proses, dan dia sendiri yang menambahkan banyak hal ke permainannya. Saya tidak merasa dia terpengaruh, baik positif maupun negatif, oleh apa yang dibicarakan orang tentangnya. Dia sangat fokus pada sepak bola, meningkatkan penampilannya, dan mencoba mendapatkan hal-hal yang kami butuhkan darinya,” ujar Iraola.
Baca juga:Pelatih asal Spanyol itu menambahkan, “Tidak mudah ketika Anda berusia 18 tahun dan semua orang membicarakannya, tetapi dia tahu bahwa yang penting adalah apa yang terjadi hari ini di latihan, hal-hal yang bisa dia tambahkan ke permainannya, dan saya pikir dia sangat fokus di sana.”
Kemenangan ini membuat Liverpool semakin kokoh di puncak klasemen fase liga Liga Champions. Selanjutnya, Liverpool akan menghadapi Brighton dalam laga puncak klasemen pada Minggu (25/10/2026). Sementara itu, Villarreal harus segera bangkit untuk menjaga peluang lolos ke babak berikutnya.












