Elon Musk Bidik 80 Ribu Menara Seluler, Siap Tantang AT&T hingga T-Mobile

Elon Musk Bidik 80 Ribu Menara Seluler, Siap Tantang AT&T hingga T-Mobile
Elon Musk Bidik 80 Ribu Menara Seluler, Siap Tantang AT&T hingga T-Mobile

Sorothari – 24 Oktober 2026 | Ambisi Elon Musk membangun operator seluler keempat di Amerika Serikat semakin nyata. SpaceX, perusahaan antariksa yang ia pimpin, dikabarkan tengah menegosiasikan akses ke sedikitnya 80.000 menara seluler di seluruh negeri. Menurut laporan Bloomberg yang mengutip sumber-sumber terinformasi, kesepakatan ini berpotensi bernilai miliaran dolar dan menjadi pijakan bagi Musk untuk mengguncang dominasi AT&T, Verizon, dan T-Mobile US.

Langkah tersebut bukan sekadar wacana. SpaceX disebut sudah bernegosiasi intens dengan sejumlah pemilik infrastruktur menara, termasuk Crown Castle, American Tower, dan Vertical Bridge. Ketiganya adalah pemain utama di pasar menara telekomunikasi Amerika Serikat. Crown Castle bahkan mengonfirmasi secara tidak langsung bahwa pihaknya membuka komunikasi dengan berbagai pihak, meski tak merinci identitas calon mitra.

Baca juga:
Profil John Ternus: CEO Baru Apple dan Tantangan di Era Inovasi AI

Reaksi pasar pun spontan. Saham Crown Castle melonjak hampir 11 persen pada perdagangan pra-pasar di Wall Street, sementara American Tower naik lebih dari 8 persen. Sebaliknya, saham operator tradisional justru tertekan. AT&T dan Verizon masing-masing turun sekitar 4 persen, sedangkan T-Mobile US melemah 4,7 persen. Investor tampaknya membaca sinyal bahwa lanskap industri telekomunikasi Amerika akan berubah jika Musk benar-benar masuk.

Langkah Strategis SpaceX

Sejumlah langkah telah disiapkan SpaceX untuk mewujudkan ambisi ini. Awal bulan ini, perusahaan mencapai kesepakatan senilai 8 miliar dolar untuk mengakses portofolio spektrum frekuensi rendah nasional dari sebuah perusahaan private equity. Langkah itu melengkapi izin yang telah diperoleh dari Federal Communications Commission (FCC) untuk meluncurkan 15.000 satelit yang dirancang memberikan layanan telepon seluler langsung ke ponsel pengguna.

Dalam paparan kinerja SpaceX pekan ini, Musk menegaskan niatnya mengembangkan jaringan terestrial agar konektivitas bisa menjangkau seluruh wilayah yang diizinkan beroperasi. “Kami ingin membangun jaringan terestrial kami sendiri sehingga dapat menyediakan konektivitas luas di mana pun SpaceX dan Starlink diizinkan beroperasi,” ujarnya. Pernyataan itu menegaskan bahwa Musk tidak hanya mengandalkan satelit, tetapi juga infrastruktur darat untuk bersaing di pasar seluler.

Jika terwujud, langkah ini akan menjadi babak baru bagi Musk setelah sukses dengan Starlink, layanan internet satelit yang telah beroperasi di banyak negara. Dengan menggabungkan satelit dan menara seluler, SpaceX berpotensi menawarkan layanan yang lebih mulus, terutama di daerah terpencil yang selama ini sulit dijangkau operator konvensional.

Baca juga:
Google Resmi Rilis Gemini 4 Argon, Model AI Frontier dengan Jendela Token 1 Juta

Kontroversi dan Dinamika Politik

Di sisi lain, Musk juga menjadi sorotan dalam dunia politik Amerika. Berdasarkan laporan terbaru, ia telah menyumbangkan sekitar 446 juta dolar untuk pemilihan sela 2026, menjadikannya donor politik individu terbesar dalam sejarah modern Amerika Serikat. Sebagian besar dana itu mengalir ke super PAC dan kelompok yang mendukung kandidat Partai Republik, termasuk America PAC, Senate Leadership Fund, dan Congressional Leadership Fund.

Keterlibatan Musk dalam politik tidak berhenti di sana. Ia juga memicu kontroversi dengan tuduhan bahwa bantuan Amerika untuk Ukraina dicuci melalui beberapa jalur dan kembali untuk mendanai kampanye politik di Amerika. Dalam unggahan di platform X, Musk menulis, “Ada perbedaan insentif yang besar antara elite dan rakyat. Elite menjadi sangat kaya dari ratusan miliar dolar yang mengalir ke Ukraina, sementara anak-anak rakyat dikirim untuk mati di parit.” Pernyataan ini memantik perdebatan sengit, terutama karena Musk juga terlibat dalam isu pembatasan akses Starlink di Ukraina.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menegaskan bahwa pembatasan kecepatan pada Starlink dan Starshield masih berlaku dan belum sepenuhnya dipulihkan. Ia menyebut kondisi di garis depan menjadi lebih sulit akibat kebijakan tersebut. Sementara itu, Perdana Menteri Inggris Andy Burnham dilaporkan telah menghubungi Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk membahas masalah ini, menekankan pentingnya Ukraina mendapatkan akses penuh ke Starlink. Trump sendiri membantah telah memerintahkan pembatasan dan mengklaim masalah telah diperbaiki, meski pihak Ukraina masih mengeluhkan gangguan.

Wacana Merger Tesla-SpaceX

Di tengah berbagai kontroversi, Musk juga mencuatkan wacana penggabungan Tesla dan SpaceX menjadi satu konglomerat raksasa. Pada 20 Oktober, ia secara terbuka mendukung kemungkinan merger yang akan mencakup lini bisnis otomotif, roket, satelit, kecerdasan buatan, robot, dan layanan internet. Jika terealisasi, nilai perusahaan gabungan diperkirakan mencapai 3.600 miliar dolar berdasarkan harga pasar saat ini, menjadikannya salah satu merger terbesar dalam sejarah.

Baca juga:
MMRDA dan University College London Kolaborasi Bangun Pusat Ketahanan Iklim di Jakarta

Musk mengonfirmasi bahwa kedua perusahaan telah membentuk komite khusus beranggotakan dewan direksi independen untuk mengkaji rencana tersebut. Analis Morningstar, Seth Goldstein dan Nicolas Owens, menilai langkah itu akan memudahkan Musk mengelola semua operasi di bawah satu atap tanpa terhambat masalah tata kelola. “Ini akan memungkinkan dia menjalankan semua operasi di bawah satu rumah tanpa banyak kendala governance,” ujar mereka.

Hingga saat ini, belum ada keputusan final mengenai merger maupun kesepakatan menara seluler. Namun, arah gerakan Musk jelas: membangun ekosistem terintegrasi yang mencakup konektivitas, politik, dan teknologi. Publik dan pelaku pasar akan terus mencermati langkah berikutnya, terutama dampaknya bagi industri telekomunikasi dan persaingan politik di Amerika Serikat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *