Rekomendasi Ekonomi Vox Dikritik Think Tank Liberal Institut Ostrom: Janji Pajak Dinilai Tidak Realistis

think tank
think tank

Sorothari – 12 Oktober 2026 | Institut Ostrom, sebuah lembaga pemikir atau think tank liberal asal Catalunya, mengkritik keras janji-janji ekonomi yang disampaikan oleh partai politik Vox. Dalam analisis yang dipublikasikan melalui akun resminya di media sosial X, Institut Ostrom menyebut bahwa rencana pemotongan pajak yang diusung Vox tidak realistis dan bersifat menyesatkan.

Analisis tersebut menyoroti proposal Vox yang menjanjikan penurunan Pajak Penghasilan (PPh), Pajak Pertambahan Nilai (PPN), dan Pajak Badan. Vox mengklaim bahwa pengurangan pajak ini akan dibiayai dengan memangkas berbagai subsidi dan bantuan sosial. Namun, menurut perhitungan Institut Ostrom, terdapat kesenjangan yang sangat besar antara pengurangan penerimaan negara akibat pemotongan pajak dan penghematan yang bisa dicapai.

Baca juga:
Sidang Dugaan Pelanggaran Etik Dokumen Pencalonan Jokowi, DKPP Periksa Ketua dan Anggota KPU

“Vox berjanji menurunkan PPh, PPN, dan Pajak Badan, dan mengatakan akan membayarnya dengan memotong subsidi dan ‘bantuan’. Kami sudah menghitungnya,” demikian bunyi pernyataan Institut Ostrom. Lembaga ini merinci bahwa penurunan tarif PPh—dengan membebaskan pajak hingga penghasilan 22.000 euro, lalu tarif 15 persen dan 25 persen—akan mengurangi penerimaan negara sekitar 85 miliar euro per tahun. Sementara itu, penurunan PPN menjadi 18 persen dan 8 persen akan mengurangi penerimaan sekitar 16 miliar euro, dan penurunan Pajak Badan menjadi 15 persen akan mengurangi sekitar 17 miliar euro. Total pengurangan penerimaan negara diperkirakan mencapai 118 miliar euro per tahun.

Di sisi lain, Vox memperkirakan biaya dari rencana pemotongan pajaknya hanya berkisar antara 64 hingga 70 miliar euro. Perbedaan angka ini menjadi pangkal kritik tajam dari Institut Ostrom.

Untuk menutupi defisit tersebut, Vox mengusulkan pemotongan berbagai pos belanja negara. Jika seluruh Pendapatan Minimum Vital (IMV), kerja sama pembangunan, kebijakan aktif ketenagakerjaan, beasiswa, serta bantuan untuk partai politik, serikat pekerja, dan organisasi pengusaha dihapuskan total, penghematan yang dihasilkan hanya sekitar 15,2 miliar euro. Jumlah ini, menurut Institut Ostrom, hanya setara dengan 13 persen dari total biaya pemotongan pajak yang direncanakan.

Baca juga:
AHY Minta Kader Demokrat Siapkan Diri Hadapi Pemilu 2029 dan Dekati Pemilih Muda

“Masih ada kekurangan lebih dari 100 miliar euro. Tanpa menambah utang, jumlah itu setara dengan setengah dari belanja pensiun atau seluruh belanja kesehatan publik. Bahkan jika seluruh pendidikan publik ditutup sekalipun, tidak akan cukup,” tulis Institut Ostrom. Lembaga ini menegaskan bahwa menurunkan pajak bisa menjadi kebijakan yang baik, tetapi menjanjikan bahwa pemotongan subsidi akan menutupi biayanya adalah tindakan yang menipu.

Kritik ini muncul di tengah hiruk-pikuk politik Spanyol menjelang pemilu atau dalam konteks perdebatan kebijakan fiskal yang memanas. Vox, sebagai partai berhaluan kanan, selama ini dikenal dengan platform ekonomi yang menekankan pengurangan peran negara dan pemotongan pajak besar-besaran. Namun, analisis dari Institut Ostrom menunjukkan bahwa implementasi kebijakan tersebut tanpa perhitungan yang matang berpotensi mengancam keberlanjutan fiskal dan layanan publik.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak Vox mengenai analisis yang dilakukan oleh Institut Ostrom. Namun, kritik dari think tank liberal ini menjadi peringatan bagi para pemilih untuk lebih cermat dalam mengevaluasi janji-janji politik, terutama yang berkaitan dengan kebijakan ekonomi dan anggaran negara.

Baca juga:
Kunjungan Duta Besar Qatar ke Kediaman Jokowi di Solo Sudah Dijadwalkan, Safari Awal Bertugas

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *