Satyawan Pudyatmoko Resmi Dilantik Prabowo sebagai Kepala BPGMN, Ini Profil dan Rekam Jejaknya

Satyawan Pudyatmoko Resmi Dilantik Prabowo sebagai Kepala BPGMN, Ini Profil dan Rekam Jejaknya
Satyawan Pudyatmoko Resmi Dilantik Prabowo sebagai Kepala BPGMN, Ini Profil dan Rekam Jejaknya

Sorothari – 16 Oktober 2026 | JAKARTA — Satyawan Pudyatmoko resmi dilantik sebagai Kepala Badan Pengelola Gambut dan Mangrove Nasional (BPGMN) oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (15/10/2026). Pelantikan tersebut berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 43M Tahun 2026 tentang Pengangkatan Kepala dan Wakil Kepala Badan Pengelolaan Gambut dan Mangrove Nasional. Dalam kesempatan yang sama, Mayor Jenderal TNI Sriyanto juga dilantik sebagai Wakil Kepala BPGMN.

Keduanya mengucapkan sumpah jabatan yang dipandu langsung oleh Presiden Prabowo. “Bahwa saya akan setia kepada Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi dharma bakti saya kepada bangsa dan negara,” demikian bunyi sumpah yang diucapkan Satyawan dan Sriyanto, dikutip dari ANTARA. Usai pengambilan sumpah, keduanya menandatangani berita acara pelantikan yang disaksikan oleh Presiden.

Baca juga:
MK Tegaskan Batas Kewenangan Menteri Keuangan, Prabowo Lantik 9 Pejabat Termasuk 4 Wakil Menteri

Penunjukan Satyawan Pudyatmoko sebagai orang nomor satu di BPGMN bukan tanpa alasan. Pria kelahiran Boyolali, Jawa Tengah, 9 Agustus 1971 ini memiliki latar belakang sebagai rimbawan sekaligus akademisi Universitas Gadjah Mada (UGM). Ia juga dikenal aktif dalam berbagai jejaring ilmiah internasional, seperti International Union of Forest Research Organizations (IUFRO) dan Wild Cattle Specialist Group pada International Union for Conservation of Nature (IUCN) sejak 2009.

Di tingkat nasional, Satyawan dipercaya memimpin Asosiasi Ahli Perubahan Iklim dan Kehutanan Indonesia (APIK-Indonesia), sebuah organisasi yang menghimpun lebih dari 300 ilmuwan dari berbagai daerah. Di lingkungan UGM, ia pernah menduduki sejumlah posisi struktural. Sebelum dilantik sebagai Kepala BPGMN, Satyawan menjabat sebagai Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Kementerian Kehutanan. Pengalaman di bidang gambut dan mangrove juga ia miliki saat menjabat sebagai Deputi Perencanaan dan Evaluasi Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM).

Sementara itu, Mayor Jenderal TNI Sriyanto sebelumnya menjabat sebagai Kapoksahli Pangdam XXI/Radin Inten. Kombinasi latar belakang sipil dan militer ini diharapkan mampu memperkuat sinergi dalam pengelolaan ekosistem gambut dan mangrove, termasuk upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Baca juga:
Prabowo Panggil Syahganda Nainggolan ke Hambalang, Perkuat Komunikasi Pemerintah

Pembentukan BPGMN sendiri diputuskan oleh Presiden pada 24 September 2026. Keputusan tersebut diambil setelah Presiden berdiskusi dengan sejumlah akademisi dan pakar mengenai pengelolaan lahan gambut serta penanganan kebakaran di Istana Merdeka, Jakarta. BPGMN dibentuk untuk memperkuat pengelolaan ekosistem gambut dan mangrove, sekaligus meningkatkan upaya pencegahan karhutla yang kerap terjadi di sejumlah provinsi prioritas.

BRGM yang sebelumnya menangani restorasi ekosistem gambut dan rehabilitasi mangrove di sejumlah provinsi prioritas telah berakhir masa tugasnya pada 31 Desember 2024. Kehadiran BPGMN diharapkan menjadi babak baru dalam tata kelola gambut dan mangrove nasional yang lebih terintegrasi dan berkelanjutan. Dengan pengalaman Satyawan Pudyatmoko di bidang kehutanan dan lingkungan, serta dukungan Sriyanto dari sisi keamanan, BPGMN diharapkan mampu menjawab tantangan pengelolaan sumber daya alam yang semakin kompleks.

Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi mengenai program prioritas yang akan dijalankan Satyawan dan Sriyanto di BPGMN. Namun, berbagai kalangan menaruh harapan besar agar lembaga ini dapat bekerja cepat dan tepat, terutama dalam menghadapi musim kemarau yang berpotensi memicu karhutla. Pelantikan ini juga menjadi penanda komitmen pemerintah dalam menjaga ekosistem gambut dan mangrove sebagai bagian dari upaya mitigasi perubahan iklim.

Baca juga:
Momen Langka: Prabowo, Jokowi, SBY, dan Gibran Duduk Bersama di Resepsi Pernikahan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *