Sorothari – 12 Oktober 2026 | Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis prakiraan cuaca hari ini, Senin (12/10/2026), untuk sejumlah wilayah di Indonesia. Cuaca hari ini bervariasi antara cerah berawan hingga hujan ringan, dengan suhu ekstrem yang perlu diwaspadai, terutama di Sumatra Selatan yang mencapai 37 derajat Celsius.
Di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), BMKG memprakirakan cuaca didominasi berawan tebal pada pagi hari, terutama di Bantul, Sleman, Kota Yogyakarta, dan Wonosari, Gunungkidul. Memasuki siang, sebagian besar wilayah diperkirakan cerah berawan. Suhu udara di ibu kota kabupaten/kota DIY berkisar antara 22 hingga 34 derajat Celsius, dengan Kota Yogyakarta menjadi wilayah terpanas. Kecepatan angin berkisar 16–23 kilometer per jam, dengan angin tercepat diprakirakan terjadi di Wonosari.
Baca juga:Sementara itu, berdasarkan informasi dari media sosial Instagram resmi BMKG DIY, @infobmkgyia, seluruh wilayah Kota Yogyakarta tidak berpotensi hujan pada hari ini. Cuaca diprediksi cerah berawan hingga berawan sepanjang hari. Sebagian wilayah Sleman, termasuk kawasan Candi Prambanan dan sekitarnya, juga diprediksi tidak diguyur hujan. Namun, hujan ringan berpotensi turun di kawasan Kaliurang dan lereng Gunung Merapi, yakni Kapanewon Pakem, Kapanewon Turi, dan Kapanewon Cangkringan, mulai siang hari.
Di Bantul, cuaca diperkirakan cerah hingga cerah berawan sepanjang hari, termasuk di kawasan wisata pantai seperti Pantai Parangtritis. Seluruh wilayah Kulon Progo, termasuk perbukitan Menoreh, kawasan pantai, dan Yogyakarta International Airport (YIA), juga tidak berpotensi hujan, dengan cuaca cerah berawan hingga berawan tebal. Gunungkidul pun diprediksi cerah hingga cerah berawan, termasuk di pantai-pantai seperti Pantai Indrayanti.
Di sisi lain, Sumatra Selatan (Sumsel) mengalami kondisi berbeda. BMKG memprakirakan suhu udara di wilayah dataran rendah Sumsel, meliputi Palembang, Banyuasin, Musi Banyuasin, Ogan Ilir, dan Ogan Komering Ilir (OKI), berkisar antara 23 hingga 37 derajat Celsius dengan kelembapan 32–100 persen. Suhu tertinggi 37 derajat Celsius berpotensi terjadi di Banyuasin dan OKI, yang merupakan wilayah rawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Sementara itu, suhu di Palembang diprakirakan berada pada kisaran 25–35 derajat Celsius. Untuk wilayah dataran tinggi, suhu berkisar 15–36 derajat Celsius, dengan suhu terendah di Pagar Alam dan suhu maksimum 36 derajat Celsius di Muara Enim.
Baca juga:Hujan ringan hingga sedang juga berpotensi mengguyur sejumlah wilayah Sumsel. Pada pagi hari, hujan ringan berpotensi terjadi di Musi Rawas Utara. Memasuki siang hingga sore hari, hujan ringan diprakirakan turun di Empat Lawang, Pagar Alam, Lahat, Muara Enim, Musi Rawas Utara, dan OKU Selatan. Hujan dengan intensitas sedang berpotensi terjadi di Lahat dan Pagar Alam. Pada malam hari, hujan ringan diprakirakan turun di Musi Banyuasin dan Musi Rawas Utara, sementara pada dini hari hujan ringan berpotensi terjadi di Banyuasin, Musi Rawas, Musi Rawas Utara, Musi Banyuasin, dan OKU.
BMKG juga mencatat cuaca udara kabur di sejumlah wilayah Sumsel, termasuk Palembang, Pagar Alam, Penukal Abab Lematang Ilir, Empat Lawang, Ogan Ilir, Banyuasin, dan Lahat. Sementara itu, di Musi Rawas, Musi Banyuasin, OKU Timur, OKU Selatan, Musi Rawas Utara, dan Lubuk Linggau diperkirakan turun hujan ringan. Kecepatan angin di Sumsel diprakirakan berkisar 10–25 kilometer per jam.
Cuaca panas ekstrem yang melanda sebagian wilayah Indonesia, termasuk Sumsel, tidak hanya berdampak pada aktivitas sehari-hari tetapi juga pada kondisi psikologis masyarakat. Dosen Psikologi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Alifah Nabilah Masturah, SPsi MA, menjelaskan bahwa suhu panas dapat meningkatkan hormon kortisol yang memicu stres. “Kalau stimulus yang kita terima, kondisi yang kita terima itu melebihi kapasitas dari normalnya tubuh kita, itu akan berdampak pada meningkatnya hormon kortisol. Hormon kortisol itu salah satu pemicu stres,” ujarnya, dikutip dari laman UMM, Minggu (11/10/2026).
Baca juga:Alifah menambahkan bahwa kondisi lingkungan yang tidak nyaman tidak hanya membuat stres naik, tetapi juga memengaruhi respons emosional. Tubuh harus bekerja lebih keras untuk beradaptasi dengan suhu panas, sehingga rasa lelah dan tidak nyaman meningkat serta proses berpikir bisa tidak berjalan optimal. Akibatnya, seseorang dapat lebih sensitif terhadap perkataan maupun tindakan orang lain, bahkan hal-hal netral bisa dimaknai sebagai sesuatu yang mengganggu. Saat cuaca panas, risiko kekurangan tidur dan dehidrasi juga meningkat, yang dapat memengaruhi kemampuan mengelola emosi.
BMKG mengimbau masyarakat untuk terus memantau perkembangan cuaca melalui kanal resmi BMKG, terutama di wilayah yang rawan karhutla. Masyarakat di Sumsel dan DIY diharapkan tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem dan menjaga kondisi tubuh agar tetap terhidrasi serta menghindari paparan sinar matahari langsung pada jam-jam puncak. Informasi lebih lanjut dapat diakses melalui media sosial Instagram resmi BMKG DIY, @infobmkgyia, atau situs web BMKG.












