Sorothari – 13 Oktober 2026 | Polisi India menahan puluhan pengunjuk rasa dan sejumlah pemimpin oposisi di New Delhi pada Sabtu (10/10/2026), di tengah pengerahan ribuan aparat keamanan menyusul rencana demonstrasi besar-besaran. Aksi protes yang digagas gerakan pemuda Cockroach itu menuntut pengunduran diri Kepala Komisioner Pemilihan Umum Gyanesh Kumar, terkait revisi daftar pemilih yang dinilai kontroversial.
Penangkapan dilakukan di kawasan Jantar Mantar, lokasi yang kerap digunakan untuk aksi unjuk rasa. Polisi juga memberlakukan pembatasan ketat, termasuk menghentikan sementara layanan transportasi dan telekomunikasi di sejumlah titik untuk meredam potensi kericuhan. Seorang demonstran perempuan yang tidak disebutkan namanya menyatakan, “Kami tidak menentang politisi maupun partai mana pun. Kami menentang kebijakan yang cacat,” sebelum ia diseret paksa oleh aparat.
Baca juga:Mantan Kepala Menteri Kerala, Pinarayi Vijayan, bersama sejumlah pemimpin oposisi lainnya turut hadir di lokasi aksi. Mereka kemudian terlihat meninggalkan tempat tersebut dengan menggunakan kendaraan polisi. Selain demonstran biasa, polisi juga menahan pendiri Cockroach Janta Party (CJP), Abhijeet Dipke, serta dua pemimpin senior partai, Saurav Das dan Ashutosh Ranka, setibanya mereka di Delhi dari Mumbai, sebagaimana dikonfirmasi dalam pernyataan resmi CJP.
Aksi yang bertajuk “Menyelamatkan Demokrasi” ini direncanakan menjadi demonstrasi terbesar sejak rangkaian protes dimulai pekan lalu. Pemicu utama aksi adalah laporan media lokal Indian Express yang menyebut sejumlah wakil Komisioner Pemilu mempertanyakan kebijakan Kumar terkait revisi daftar pemilih yang menghapus sekitar 130 juta pemilih. Para kritikus menilai revisi tersebut menguntungkan Partai Bharatiya Janata (BJP) pimpinan Perdana Menteri Narendra Modi.
Baca juga:Sejak Jumat (9/10), polisi Delhi telah menyatakan tidak memberikan izin untuk demonstrasi tersebut dan memperingatkan bahwa pelanggar akan menghadapi konsekuensi hukum. Namun, CJP tetap melanjutkan rencana aksi dengan dalih menjalankan hak dasar warga negara yang dijamin konstitusi.
Penangkapan massal ini menambah daftar panjang ketegangan antara aparat keamanan dan kelompok masyarakat sipil di India, terutama yang berkaitan dengan isu pemilu dan demokrasi. Hingga berita ini diturunkan, polisi masih melakukan pemeriksaan terhadap para tahanan dan belum memberikan pernyataan resmi mengenai jumlah total demonstran yang diamankan.
Baca juga:











