Shell Naikkan Harga Bensin 3 Sen, Bersaing Ketat dengan Caltex di Singapura

Shell Naikkan Harga Bensin 3 Sen, Bersaing Ketat dengan Caltex di Singapura
Shell Naikkan Harga Bensin 3 Sen, Bersaing Ketat dengan Caltex di Singapura

Sorothari – 13 Oktober 2026 | Shell menaikkan harga semua jenis bensinnya sebesar 3 sen per liter pada Senin (12/10) malam, menyusul langkah serupa yang dilakukan Caltex pada sore harinya. Kenaikan ini membuat Shell dan Caltex kini bersaing ketat untuk harga tertinggi bensin oktan 95 di Singapura sebelum diskon. Dalam pembaruan papan harga yang dipublikasikan pukul 17.30, Shell mengumumkan kenaikan tersebut untuk seluruh grade bensin, sementara harga diesel tidak berubah. Sebelumnya, pada 29 September, Shell juga menaikkan harga bensin oktan 95, 98, dan V-Power sebesar 5 sen per liter, dengan harga diesel yang tetap. Caltex kemudian meniru langkah Shell pada malam yang sama, sehingga kedua perusahaan kini memiliki harga yang sama untuk bensin oktan 95.

Harga yang berlaku per 13 Oktober 2026 pukul 17.30 tersebut adalah harga sebelum diskon. Kenaikan ini terjadi di tengah fluktuasi harga minyak dunia. Pada Selasa, harga minyak turun karena investor menilai potensi peningkatan pasokan energi Rusia ke pasar global, di tengah konflik Arab Saudi-Houthi dan gangguan pasokan terkait. Pemerintahan Trump pada Senin mengumumkan pelonggaran sementara pembatasan pasokan bahan bakar Rusia, meskipun mendapat kritik bipartisan dari anggota parlemen AS yang khawatir langkah itu melemahkan sanksi atas perang Rusia di Ukraina. Dalam kesepakatan tersebut, Rusia diizinkan memasok diesel ke AS dan pasar global selama enam bulan.

Baca juga:
Trade Expo Indonesia 2026: Target Transaksi Rp313 Triliun, Hilirisasi Jadi Kunci

Di sisi lain, Shell juga menjadi sorotan dalam kebijakan gas di Australia. Raksasa energi global itu mengkritik keras rencana pemerintah Albanese untuk menerapkan kebijakan reservasi gas di pantai timur, yang akan mewajibkan produsen LNG menyisihkan sebagian produksi untuk pasar domestik. Shell menyebut kebijakan itu seperti “menggunakan palu godam untuk memecahkan kacang” karena pasar gas dinilai sudah berfungsi dengan baik. Pemerintah Australia akan mengajukan undang-undang kontroversial tersebut ke parlemen pada Rabu. Kebijakan reservasi nasional yang akan berlaku pada Juli 2027 mewajibkan tiga eksportir LNG utama Queensland untuk menjual seperlima dari gas baru yang mereka produksi ke pasar domestik, mirip dengan skema yang sudah ada di Australia Barat. Ketentuan ini akan berlaku untuk gas pasar spot dan gas yang belum dikontrak, namun tidak memengaruhi kontrak jangka panjang yang sudah ada dengan pembeli internasional, termasuk mitra dagang utama di Asia.

Cecile Wake, ketua Shell Australia yang mengekspor gas dari proyek Queensland Curtis LNG, mengatakan bahwa ia tidak menentang konsep cadangan gas domestik, tetapi ada kelemahan besar dalam desain kebijakan saat ini. Kritik juga datang dari China dan Woodside, yang menilai intervensi pemerintah tersebut berpotensi mengganggu pasar energi. Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi lebih lanjut dari pemerintah Australia mengenai tanggapan atas kritik tersebut.

Baca juga:
Paradoks Jerman: Menolak Gas Rusia, Industri Terbebani Energi Mahal

Sementara itu, di Singapura, persaingan harga antara Shell dan Caltex menjadi perhatian konsumen. Kedua perusahaan kini menawarkan harga bensin oktan 95 tertinggi sebelum diskon. Langkah Shell menaikkan harga bensin sebesar 3 sen per liter diikuti oleh Caltex pada malam yang sama, menunjukkan respons cepat terhadap dinamika pasar. Sebelumnya, pada 29 September, Shell juga menaikkan harga bensin sebesar 5 sen per liter, yang kemudian diikuti oleh Caltex. Harga bahan bakar di Singapura sangat dipengaruhi oleh harga minyak mentah global dan kondisi geopolitik. Penurunan harga minyak pada Selasa akibat potensi pasokan Rusia dapat memberikan tekanan turun pada harga bensin di masa depan, namun kebijakan reservasi gas di Australia dapat memengaruhi pasar energi regional.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari Shell atau Caltex mengenai strategi harga mereka ke depan. Konsumen di Singapura dan Australia diimbau untuk terus memantau perkembangan harga bahan bakar dan kebijakan energi yang dapat berdampak pada biaya hidup.

Baca juga:
Menkeu Purbaya: Pusat Finansial Internasional Indonesia Kunci Perkuat Sektor Keuangan dan Investasi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *