Sorothari – 14 Oktober 2026 | Petinju Indonesia, Daud Yordan, kembali menorehkan prestasi gemilang di atas ring. Dalam ajang Back to Champion 2026 yang digelar di GOR Terpadu Pontianak, Kalimantan Barat, pada Sabtu (10/10/2026) malam, Daud berhasil mengalahkan petinju asal Filipina, Ador Torres, melalui kemenangan KO pada ronde kedelapan. Kemenangan ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Kalimantan Barat dan Indonesia.
Sejak ronde pertama, Daud Yordan tampil agresif. Ia terus melancarkan serangan bertubi-tubi ke arah Torres yang berusaha bertahan. Tekanan yang konsisten dari petinju berjuluk “The Senator” itu akhirnya membuahkan hasil pada ronde kedelapan, ketika Torres tidak mampu lagi melanjutkan pertarungan. Pertandingan yang berlangsung sengit tersebut disaksikan langsung oleh Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, beserta Ketua TP PKK Provinsi Kalimantan Barat, Hj. Erlina Ria Norsan.
Baca juga:Meski meraih kemenangan, Daud Yordan mengaku belum mengeluarkan kemampuan terbaiknya. Ia menilai penampilannya dalam pertarungan tersebut baru mencapai sekitar 50 persen dari potensi yang dimilikinya. Persiapan yang kurang maksimal menjadi alasan di balik pernyataan tersebut. Meskipun demikian, Daud tetap optimistis dan mengisyaratkan keinginan untuk kembali naik ring menghadapi lawan yang lebih besar, termasuk kemungkinan bertarung melawan petinju legendaris Filipina yang juga berstatus senator.
“Terima kasih kepada ayahanda saya, Oesman Sapta Odang, tokoh nasional dan Kalimantan Barat. Juga kepada Raja Sapta Oktohari, karena beliau saya sampai berada di sini,” ujar Daud Yordan usai pertandingan. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, masyarakat, para tokoh daerah, Ketua DPD RI, serta seluruh anggota DPD RI atas dukungan yang diberikan. Menurut Daud, kemenangan ini bukan sekadar pencapaian pribadi, melainkan juga kebanggaan bagi Kalimantan Barat dan Indonesia. “Ini bukan hanya kemenangan pribadi, tetapi kemenangan Kalimantan Barat dan Indonesia,” tegasnya.
Baca juga:Sebagai bentuk apresiasi atas kemenangan tersebut, tokoh nasional Oesman Sapta Odang (OSO) memberikan bonus sebesar Rp1 miliar kepada Daud Yordan. Bonus tersebut diserahkan oleh Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, yang hadir langsung dalam pertandingan. “Sesuai amanah orang tua kita, H. Oesman Sapta Odang, atas kemenangan Daud Yordan, beliau mengamanahkan kepada saya untuk memberikan Rp1 miliar,” kata Norsan. Gubernur berharap Daud terus mempertahankan prestasi serta mengharumkan nama daerah dan bangsa. “Selamat atas kemenangan yang diraih dengan kerja keras hingga ronde akhir. Kami mendoakan mudah-mudahan Bung Daud Yordan, kebanggaan kita semua, terus sukses dan dapat tetap eksis mengharumkan nama bangsa serta daerah di kancah tinju nasional maupun internasional,” tambahnya.
Kemenangan ini menjadi catatan penting dalam karier Daud Yordan. Sebelumnya, pada tahun 2018, Daud pernah menciptakan kejutan besar di Rusia dengan mengalahkan petinju tuan rumah, Pavel Malikov, yang saat itu menyandang gelar juara WBO Intercontinental kelas ringan. Pertarungan di DIVS, Ekaterinburg, pada 23 April 2018 itu berakhir dengan kemenangan KO pada ronde kedelapan. Kemenangan tersebut terasa istimewa karena Daud harus menghadapi petinju yang sedang dalam tren positif. Malikov datang dengan rekor sempurna dalam 13 pertarungan profesional, termasuk lima kemenangan melalui KO. Sementara itu, Daud datang setelah sekitar satu tahun tidak menjalani pertarungan. Namun, pengalaman bertarung sebanyak 36 pertarungan profesional dengan 33 kemenangan dan tiga kekalahan menjadi modal berharga. Persiapan di Spanyol juga turut mematangkan dirinya menghadapi duel penting tersebut.
Baca juga:Dengan kemenangan atas Ador Torres, Daud Yordan kembali menunjukkan bahwa dirinya masih menjadi salah satu petinju andalan Indonesia. Ambisinya untuk menghadapi lawan-lawan yang lebih besar, termasuk petinju legendaris Filipina, menunjukkan bahwa petinju asal Sukadana, Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat, ini tidak pernah puas dengan pencapaiannya. Dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah dan tokoh nasional, diharapkan dapat terus mendorong Daud untuk berprestasi di kancah tinju nasional maupun internasional.












