PSM Makassar Bertekad Bangkit Usai Dihajar PSS Sleman, Bidik Poin Penuh Lawan PSIM

PSM Makassar Bertekad Bangkit Usai Dihajar PSS Sleman, Bidik Poin Penuh Lawan PSIM
PSM Makassar Bertekad Bangkit Usai Dihajar PSS Sleman, Bidik Poin Penuh Lawan PSIM

Sorothari – 14 Oktober 2026 | PSM Makassar harus menerima kenyataan pahit setelah dipermalukan oleh tuan rumah PSS Sleman dengan skor telak 3-0 dalam lanjutan BRI Super League 2026/27. Pertandingan yang berlangsung di Stadion Maguwoharjo, Sleman, pada Minggu (11/10) itu menjadi pukulan berat bagi tim berjuluk Juku Eja tersebut. Kekalahan ini membuat PSM Makassar tertahan di peringkat ke-15 klasemen sementara dengan koleksi dua poin, hanya unggul satu strip dari dasar klasemen.

Dalam laga tersebut, PSS Sleman tampil dominan sejak awal. Gol pembuka dicetak oleh pemain asing asal Jepang, Hiromu Tanaka, pada menit ke-34 memanfaatkan umpan tarik dari Gustavo Tocantins. Tanaka kembali mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-85, sebelum Matheus Fornazari memastikan kemenangan lewat sundulannya di masa injury time (90+2′). Kemenangan ini menjadi yang pertama bagi Super Elang Jawa di hadapan pendukung sendiri sekaligus mendongkrak posisi mereka ke peringkat ke-12 dengan tiga poin.

Baca juga:
Hasil PSIM vs Persita 1-1: Debut Gemilang Dion Markx hingga Perjalanan Darat Imbas Erupsi

Hiromu Tanaka mengaku performa apiknya merupakan buah dari persiapan matang yang dijalani skuad asuhan Pieter Huistra selama jeda kompetisi. Program latihan fisik dan taktik berintensitas tinggi selama tiga pekan terbukti mengasah fisik dan kepercayaan diri para pemain. Kemenangan ini menjadi modal berharga bagi PSS Sleman untuk laga-laga selanjutnya.

PSM Makassar Tak Menyerah, Fokus ke Laga Kontra PSIM

Alih-alih larut dalam kekalahan, PSM Makassar langsung mengalihkan fokus ke pertandingan berikutnya. Tim asuhan pelatih Bernardo Tavares memilih bertahan di Yogyakarta untuk mempersiapkan diri menghadapi PSIM Yogyakarta di Stadion Sultan Agung, Bantul, pada Jumat (16/10). Keputusan ini diambil agar tim dapat mematangkan persiapan dan memperbaiki penampilan setelah gagal mengimbangi permainan PSS Sleman.

Gelandang bertahan asal Montenegro, Dusan Lagator, menjadi salah satu sosok yang menyuarakan tekad kebangkitan tersebut. Ia ingin membantu tim membawa pulang poin penuh dari markas Laskar Mataram. “Kami tak mau pulang dengan tangan hampa. Target kami adalah tiga poin,” ujar Lagator seperti dikutip dari laporan media setempat. Saat ini, PSM Makassar sangat membutuhkan hasil positif untuk memperbaiki posisi di klasemen dan menjauhi zona merah.

Laga Kontra PSIM Digelar Tanpa Penonton

Pertandingan pekan kelima antara PSIM Yogyakarta melawan PSM Makassar dipastikan berlangsung tanpa penonton. Keputusan ini tertuang dalam surat resmi PT PSIM Jaya Jogjakarta bernomor 109/PSIM-MOC/IX/2026 tertanggal 12 Oktober 2026. Surat yang ditandatangani Match Organizing Chairman Ermantino Handokomulyo itu ditujukan langsung kepada wadah suporter PSM Makassar.

Baca juga:
Persebaya Belum Terkalahkan di Empat Laga, Tapi Efektivitas Serangan Jadi Sorotan

Ketua Panpel PSIM, Ermantino Handokomulyo, membeberkan alasan laga tersebut digelar tanpa penonton. Jadwal pertandingan bertepatan dengan persiapan agenda nasional di kawasan Stadion Sultan Agung (SSA), yakni Silaturahim Nasional (SILANAS) III Jam’iyyatul Qurra’ wal Huffazh 2026 yang akan terselenggara pada Minggu (18/10). Pemerintah Kabupaten Bantul mengizinkan penggunaan SSA dengan syarat dilakukan pembatasan massa guna menjamin kelancaran acara SILANAS III.

“Kami berterima kasih kepada Pemkab Bantul dan pihak kepolisian yang mengizinkan laga kandang ini tetap digelar di SSA. Namun, agar tidak mengganggu persiapan serta pemeliharaan fasilitas SILANAS III, kami sepakat pertandingan harus steril dari penonton. Kami sangat menghormati keputusan tersebut dan berkomitmen penuh menjaga ketertiban bersama,” ungkap Ermantino.

Menanggapi hal tersebut, koordinator suporter PSM Makassar, Muhammad Al Fajri, menyatakan pihaknya menghormati keputusan panitia yang sejatinya sudah mengusahakan izin penonton. “Iye teman-teman juga sudah mulai balik ke Makassar hari ini, ya kita mengikut dengan tuan rumah. Mereka sudah berusaha agar pertandingan bisa digelar dengan penonton, tapi Pemkab tidak memberikan izin itu,” ujar Fajri.

Rekor Pertemuan dan Kondisi Kedua Tim

Menjelang bentrokan, kondisi kedua tim sama-sama sedang goyah di papan bawah klasemen. Baik PSIM maupun PSM sangat membutuhkan poin penuh demi bangkit dari keterpurukan. PSIM Yogyakarta saat ini berada di peringkat ke-16, satu strip di bawah PSM Makassar, dan masih terus berjuang mencari bentuk permainan terbaiknya.

Baca juga:
Hasil Bhayangkara FC vs Persebaya: Debut Gol Yann Mabella hingga Drama Kepulangan Jalur Laut

Melihat rekor pertemuan sebelumnya, PSM Makassar memegang keunggulan tipis atas PSIM Yogyakarta. Dalam dua bentrokan di panggung Super League, Juku Eja berhasil mencatatkan satu kemenangan dan satu hasil imbang. Pertemuan perdana kedua tim terjadi pada 27 September 2025 di markas PSM, yang berakhir imbang tanpa gol 0-0. Laga seru kemudian berlanjut pada putaran kedua tanggal 10 April 2026 di kandang PSIM. PSM Makassar secara dramatis berhasil mencuri kemenangan 2-1 setelah sempat tertinggal lebih dulu. Pada laga itu, PSIM Yogyakarta unggul lewat gol Deri Corfe pada menit ke-56. Namun, PSM membalikkan kedudukan lewat gol Luka Cumic pada menit ke-79, sebelum Dusan Lagator memastikan poin penuh secara dramatis pada menit 90+7.

Dengan modal sejarah tersebut, PSM Makassar diharapkan mampu tampil percaya diri meski harus bermain tanpa dukungan langsung dari suporter. Pertandingan melawan PSIM Yogyakarta akan menjadi ujian nyata bagi mental dan strategi tim asuhan Bernardo Tavares. Akankah PSM Makassar mampu bangkit dan meraih poin penuh, atau justru kembali terpuruk? Laga di Stadion Sultan Agung, Bantul, Jumat sore nanti akan menjadi jawabannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *