Dompet Bitcoin Purba Bangkit, Pindahkan 4.582 BTC Senilai Rp5,8 Triliun

Bitcoin
Bitcoin

Sorothari – 14 Oktober 2026 | Pergerakan signifikan terjadi di pasar kripto ketika sebuah dompet bitcoin (BTC) yang telah tidak aktif selama lebih dari enam tahun tiba-tiba kembali bergerak. Data dari platform analitik blockchain Arkham mengungkapkan bahwa pada 12 Oktober lalu, alamat dompet kuno tersebut mentransfer sebanyak 4.582 BTC ke lima alamat berbeda. Berdasarkan harga BTC saat itu yang berkisar di angka US$82.000 per koin, total nilai aset yang dipindahkan mencapai sekitar US$378 juta atau setara dengan Rp5,8 triliun.

Alamat dengan kode awal “18Vm” dan akhiran “VpQ9x” ini pertama kali menerima 4.582 BTC pada Maret 2020. Pada saat itu, nilai keseluruhan aset tersebut hanya sekitar US$40,8 juta. Kini, setelah lebih dari setengah dekade, nilai kepemilikan sang paus kripto telah melonjak hingga 9,25 kali lipat, menjadi sekitar US$377,6 juta. Meskipun demikian, pergerakan dana ini belum dapat diartikan sebagai aksi jual. Hingga berita ini diturunkan, seluruh BTC yang dipindahkan masih berada di alamat-alamat tujuan dan belum menunjukkan tanda-tanda akan dikirim ke bursa perdagangan.

Baca juga:
Menkeu Purbaya Jelaskan Strategi Pengelolaan Utang Whoosh dan Kredit Koperasi

Fenomena serupa juga terjadi pada pekan sebelumnya. Platform pemantau blockchain Lookonchain melaporkan adanya alamat bitcoin lain yang telah tidur selama lebih dari empat tahun, yakni “bc1q…nhj0”, yang secara tiba-tiba mentransfer 4.500 BTC. Pada saat transaksi, nilai aset tersebut diperkirakan mencapai US$375,7 juta. Secara keseluruhan, dalam kurun waktu kurang dari dua pekan, total 9.082 BTC senilai lebih dari US$753 juta telah berpindah tangan dari dompet-dompet yang sebelumnya tidak aktif.

Para analis masih memperdebatkan motif di balik pergerakan dana besar-besaran ini. Beberapa spekulasi menyebutkan bahwa pemilik lama mungkin hanya melakukan rotasi aset, memindahkan kepemilikan ke dompet baru yang lebih aman (cold wallet), atau sekadar melakukan rebalancing portofolio. Namun, belum ada bukti yang mengonfirmasi bahwa kedua alamat tersebut dimiliki oleh satu pihak yang sama, atau bahwa transfer ini merupakan persiapan untuk menjual aset dalam jumlah besar.

Lonjakan Korporasi: Strive Inc. Borong 3.311 BTC

Di sisi lain, minat institusional terhadap BTC justru menunjukkan tren sebaliknya. Perusahaan manajemen aset yang terdaftar di bursa Nasdaq, Strive Inc. (ticker: ASST), baru saja mengumumkan pembelian besar-besaran. Berdasarkan pengajuan dokumen ke Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) pada 13 Oktober, Strive mengakuisisi 3.311 BTC dalam sepekan hingga 9 Oktober. Dengan harga rata-rata sekitar US$84.600 per koin, nilai pembelian tersebut diperkirakan mencapai US$280 juta.

Pembelian ini menjadikan total kepemilikan BTC Strive menembus angka 32.773 koin. Dengan nilai pasar saat ini sekitar US$2,7 miliar, Strive kini mempertahankan posisinya sebagai perusahaan publik pemilik bitcoin terbesar kelima di dunia, di bawah Strategy (sebelumnya MicroStrategy), Twenty One, Metaplanet, dan MARA Holdings. CEO Strive, Matt Cole, sebelumnya menyatakan bahwa perusahaan tidak memiliki utang dan tidak menggunakan pinjaman untuk membeli aset kripto, sehingga profil risiko perusahaan tergolong rendah.

Baca juga:
Prabowo Potong Rantai Pasok dan Efisiensi BUMN, Pupuk Indonesia Langsung Bekerja Maksimal

Aksi korporasi ini bertepatan dengan kondisi pasar yang beragam. Harga saham ASST tercatat mengalami kenaikan hampir 60% sepanjang tahun ini, berbeda dengan beberapa perusahaan treasury bitcoin lain yang sahamnya justru tertekan akibat koreksi harga BTC. Strive juga tercatat memiliki 505.000 lembar saham preferen STRC milik Strategy Inc., yang nilai wajarnya mencapai US$50,3 juta.

Dinamika Pasar Lainnya: Arus Keluar ETF dan Perkembangan Regulasi

Sementara itu, arus dana dari produk investasi berbasis bitcoin spot di Amerika Serikat justru menunjukkan tanda-tanda pelemahan. Data dari SoSoValue mencatat bahwa pada 13 Oktober, ETF bitcoin spot mengalami arus keluar bersih (net outflow) sebesar US$65,4 juta. Produk BlackRock, IBIT, menjadi penyumbang arus keluar terbesar dengan jumlah yang sama. Meskipun demikian, total aset bersih yang dikelola oleh seluruh ETF bitcoin spot masih berada di angka US$106,06 miliar, dengan rasio aset bersih terhadap kapitalisasi pasar BTC sekitar 6,35%.

Di ranah regulasi, keputusan penting datang dari Pengadilan Tinggi Inggris. Hakim Mark Turner memutuskan bahwa hukum Tiongkok harus digunakan untuk menentukan hak atas 61.000 BTC yang disita oleh Kepolisian Metropolitan London. Bitcoin tersebut terkait dengan skema investasi Ponzi bernilai miliaran dolar yang dijalankan oleh Zhimin Qian di Tiongkok antara 2014 hingga 2017. Para korban menginginkan penerapan hukum Inggris, namun pengadilan memenangkan argumen jaksa yang menghendaki hukum Tiongkok.

Di kawasan Asia Timur, kekhawatiran muncul dari indeks KOSPI Korea Selatan yang mengalami penurunan tajam. Analis Bitmine, Tom Lee, memperingatkan bahwa pelemahan pasar saham Korea dapat berdampak negatif pada pasar kripto global, mengingat tingginya volume perdagangan aset digital di negara tersebut. Sementara itu, Metaplanet, perusahaan investasi asal Jepang, mengumumkan rencana untuk menggalang dana sekitar US$340 juta melalui penerbitan obligasi konversi tanpa bunga. Dana tersebut rencananya akan digunakan untuk melunasi pinjaman berbasis bitcoin dan membeli kembali saham perusahaan.

Baca juga:
Pinjaman Baru China Tembus Rp 28.600 Triliun pada Semester I 2026

Perkembangan hari-hari terakhir ini menunjukkan bahwa meskipun pasar BTC tengah berada dalam fase konsolidasi di kisaran harga US$80.000, minat dari pemain besar—baik individu (paus) maupun institusi—tetap tinggi. Pergerakan dompet lama menjadi pengingat akan potensi pasokan yang tidak terduga, sementara aksi borong korporasi menegaskan keyakinan jangka panjang terhadap aset digital ini. Para pelaku pasar kini menanti langkah selanjutnya, terutama terkait apakah dana dari dompet purba tersebut akan berakhir di bursa atau tetap disimpan dalam jangka panjang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *